
setelah anggun keluar dengan aura ynag berbeda seperti pemimpin semua orng mukai menyapa ank baru itu tapi nihil tak ada yang direspon oleh anggun maupun Dinda dan Diana.
beda dengan Anggi yang menjawab semua sapaan yang tertuju untuknya, bnyak yang terheran heran akan situasi ini.
sama dengan anak kembar lelaki itu yang terus menatap ke arah anggun dan Anggi.
"*wanita kembaran Anggi itu sngat berlawanan sifatnya dngan Anggi, ia sangat dingin namun elegan dan memancarkan aura kepemimpinan..
(batin bagus.
"siapa sebenarnya mereka, aku sudah curiga dari awal dengan Anggi, namun malah dikejutkan oleh kembarannya yg sangat berlawanan dengan sift Anggi yang hngat..
(batin bagas*.
setelah itu anggi berjalan menuju kelas, sedangakn ke 3 wanita itu berjalan menuju ruang kepala sekolah.
diruang kepala sekolah mereka disambut hangat bagaimana tidak kepala sklh nya adalah salh satu Mafioso anggun, akhirnya mereka ber 3 disuruh mengikuti guru yang akan melakukan pelajaran di kls mereka.
disepanjang jalan tak ada percakapan diantara murid dan guru itu.
beda dengan di kelas Anggi bnyak yg membicarakan nya dan si kembar lelaki itu ia bertanya tanya masuk kelas apa 3 wanita itu, sampai akhirnya pertanyaannya terjawab saat guru datang yang diikuti oleh ke 3 lelaki itu.
"rupanya kita akan sekelas..
__ADS_1
(batin bagas dan bagus dengan tersenyum bnyak arti.
disisilain ke 3 siswi baru itu bersama guru telah tiba di kelas.
"nak perkenalkan nama kalian masing masing..
"nama ku Dinda putri Larasati, panggil saja Dinda..
"nama ku Diana Berliana putri, panggil saja Diana..
sedangkan anggun masih terdiam hingga guru memberikan isyarat kepada anggun, anggun mnyadari dan hnya berbicara.
"anggun..
" se dingin itu kah kembaran Anggi?..
(ucap Bagas.
"dia hnya berbicara seperlu nya saja waw..
(ucap bagus.
itu membuat ketertarikan lelaki kembar itu dengan anggun yang memiliki sifat berlawanan dari Anggi.
__ADS_1
setelah itu guru menyuruh duduk mereka ber 3, ternyata anggun duduk dismping Bagas, sedngkn ke Dinda dan diana ia duduk berdua anggun duduk di samping Bagas karena araahn dari guru.
Bagas yang duduk dengan anggun membuat hatinya berdebar, ia mncoba mengenalkan dirinya ke anggun.
"hai aku Bagas, salam kenal..
namun itu hanya dilihat saja oleh anggun tanpa menjawab ucapan Bagas padanya, Bagas tak menyerah ia lagi lagi mencoba berbicara kepada anggun.
"apakah kau saudara kembar Anggi?..
"hmm..
(jawab anggun cuek..
" *ini sangat menyenangkan ia wanita yang dingin namun menarik sekali Dimata ku..
(batin bagas.
sedangakn disisi lain bagus memperhatikan saudara kembarnya yang berbicara kepada anggun namun tak pernah direponnya dengan hangat, bagus hnya menggeleng gelengkan kepala nya saja*.
Sampai ketika guru memberi pertanyaan tak ada yang bisa menjawab Anggi bisa namun ia diam saja kecuali ia disuruh maju baru ia akan maju.
sampai akhirnya guru menunjuk Anggun, anggun pun langsung berjalan ke arah guru tanpa ekspresi dan mengambil sepidol dan mengerjakan soal di papan tulis, tak lama itu sudah selesai yang membuat lelaki kembar itu semakin takjub padanya tak hnya dingin ia juga sangat hebat dalam pelajaran.
__ADS_1
setelah itu anggun kembali ke bangku dngan tatapan dinginnya dan terus fokus ke arah guru yang menerangkan.