
kini tepatnya pukul 11 malam anggun terbangun tidurnya dengan ekpresi yang tak bisa di artikan, kini anggun bangkit dari kasur miliknya menuju kamar mandi.
setelah beberapa mnit kini ia telah keluar dari kamar mandi menggunakan baju serba hitam dengan menggunakan jaket panjang hingga lutut, namun di balik jaket itu lengkap dengan alat yang cukup berbahaya.
kini terlihat anggun yang sudah siap, ia pun tetap menampakkan mata biru miliknya tanpa menutupi menggunakan soflens, anggun pun menghubungi seseorang lewat telfon miliknya.
"hallo, saya menunggu di luar gerbang...
"hmm...
setelah itu telfon itu dimatikan oleh anggun, anggun pun meninggalkan markas melewati cendela kamarnya, untung saja saat itu penjaga tak berada ditempat ia pun langsung lompat dari dinding belakang taman.
dan benar saja di luar gerbang markas miliknya sudah terparkir mobil hitam, anggun pun segera masuk saat anggun masuk ia disambut dengan Agra.
siapa Agra?.
Agra adalah salah satu Mafioso anggun namun ia bertugas di bidang kedokteran, karena ia sangat ahli dalam kesehatan dan organ tubuh manusia.
"malam queen...
"malam..
"mari berangkat queen...
"queen apa kau yakin akan kesana sendiri?...
__ADS_1
"yah..
"bagaimana jika terjadi sesuatu lagi pada anda...
"beri aku waktu 2 jam, jika dalam waktu 2jam aku tak keluar kau bole melakukan apa saja...
"siap queen..
kini keduanya pun langsung menjalankan mobil disana ia melewati beberapa hutan yang cukup gelap tanpa adanya cahaya lampu disekitar hutan hutan itu.
"5 menit lagi kita akan sampai queen..
dan ya setelah 5 menit berlalu kini keduanya sampai ditempat gua itu, tempat penyekapan Robby kini anggun pun turun dari mobil dengan topeng yang terikat di wajah miliknya, sebelum turun ia Agra berbicara pada anggun.
"saya tunggu kembalinya queen, hati hati queen..
"hmm..
hingga akhirnya ada yang menghadang jalannya.
"siapa kau...
tanpa bnyak tanya anggun pun langsung menancapkan jarum yang didalam jarum itu mengandung racun yang sangat berbaya, lelaki itu pun langsung mati ditempat.
anggun tetap berjalan santai kedepen melanjutkan perjalanan mencari Robby disekap di ruang apa, anggun berjalan santai layaknya orang yang sedan berjalan ditaman dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket miliknya.
__ADS_1
namun kini suasa mulai tegang saat ke 5 Mafioso penjaga itu melihat anggun, namun dengan anggun ia tetap bersikap tenang.
"siapa kau...
lagi lagi anggun tak menjawab ia mengambil jarum yang berada di saku jaketnya dan segera melempar dan tepat sasaran kepada ke 5 Mafioso itu.
kenapa anggun bisa sesantai itu.
yah sebelum ia tidur ia mencari tau tentang tempat itu, ia sangat senang saat ia mengetahui jika penjagaan di gua itu akan berkurang orang yang awalnya 400 orang kini hanya ada sekitar 50 orang saja karena yang lain akan ke markas utama untuk sesuatu hal.
kini setelah anggun dihadang lagi dan lagi dan akhirnya masip Mafioso itu sama dengan Mafioso yang awal anggun hadapi, yaitu mati terkena racun yang ada di jarum itu.
akhirnya setelah cukup lama berjalan kini terlihat ruangan yang entah mengapa menarik anggun untuk membukannya, tak bnyak bicara anggun pun langsung membuka pintu itu dna benar saja disana terlihat Robby yang masih sadar namun dengan keadaan yang sedikit mengenaskan.
disitu anggun akhirnya membuka borgolan di tubuh Robby hingga akhirnya Robby terlepas, namun saat Robby melihat ke arah anggun mata milik Robby terbelalak dan tiba tiba ....
"brakkk...
anggun pun sedikit oleng karena pukulan keras dibahu miliknya, namun anggun tak pingsan malah ia tersenyum iblis ia melihat ke arah seseorang yang memukulnya dengan besi yang cukup besar.
disana orang itu bingung kenapa wanita ini tidak terjatuh dan bingsan, akhirnya lelaki itu segera menyerang anggun tak hanya orang itu bnyak Mafioso lain yang ikut menyerangnya, anggun hanya mengeluarkan pisau lipat dengan ukiran mawar itu saja.
anggun bnyak goresan dilengan dan kaki miliknya namun tak ada reaksi sakit sama sekali yang terpancar dimuka milik anggun, hingga akhirnya semua kalah oleh anggun dan tewas ditempat anggun pun segera membawa Robby keluar menuju mobil yang diparkir oleh Arga.
didalam Arga bersyukur anggun selamat dengan membawa Robby walau keadaan Robby sedikit mengenaskan,
__ADS_1
Arga pun melihat keadaan anggun yang jug banyak luka namun anggun tak mau diobati ia ingin Robby diobati lebih dulu agar ia cepat pulih, jdi mau gak mau Agra segera membawa Robby menuju markas.