
kini tepatnya pukul 4 sore Anggi thdan dan juga boy sudah berada dimension terlihat anggun, Jordi dan Agra sedang berada diruang tengah dengan sedikit mengobrol walau keadaan anggun tetap diam layaknya dari awal.
"bagaimana perkembangan kakak?..
(tanya Anggi
"emmm maaf nona, queen tetap seperti ini sejak awal....
(ucap Jordi.
"yah kesehatan queen stabil namun karen lumpuh total ini membuat ia tak bisa melakukan apa apa lagi...
(kata Agra.
"ha?? yang benar saja aku tak mau tau cari dokter yang hebat untuk menyembuhkan kakak ku segera, aku sudah lelah harus mengurus perusahaan ini...
(ucap Anggi sedih.
"nona...
(ucap Jordi dengan dilihat oleh than dan juga boy.
"ada apa?...
"kami mendapat undangan pernikahan ziko besok malam...
(ucap Jordi.
__ADS_1
"apa besok? kakak ku seperti ini bagaimana bisa kita melakukan rencana ini...
(ucap Anggi.
"sudahlah percayakan ini semua pada aku dan boy kami sudah mengurus soal itu juga...
(ucap than.
"benarkah?..
"ya sudah tapi kakak tetap di mension ya?...
seketika anggun melirik ke arah Jordi dan Agra.
"queen tidak bisa ditinggal nona, queen juga harus dibawah lagian pasti queen juga ingin lihat besok malam...
"benarkah kak?...
kini anggun mengedipkan matanya membuat Anggi mengerti bahwa kakaknya juga ingin ikut di pernikahan ziko.
"baiklah baiklah aku akan membawah kakak, namun aku akan bawah Mafioso untuk menjaga kakak ketat...
(ucap Anggi.
"terserah nona saja..
(ucap Agra.
__ADS_1
"apa tidak bahaya jika nona anggun ikut dengan kita...
(saut boy membuat ia terkena tatapan tajam milik anggun.
"iya juga ya, tapi kak anggun ingin ikut aku akan membuat kakak terjaga sangt ketat agar tak ada yang bisa menyakitinya....
(ucap Anggi.
kini boy melihat ke arah anggun dengan tatapan membunuhnya membuat boy merasa ingin dibunuh disana.
"apa hanya perasaan ku ya? nona anggun seperti menatap ku dengan tatapan ingin membunuh ku, sudahlah mungkin hanya perasaan saja....
(batin boy.
kini Agra dan Jordi pamit dari sana sedangkan kini disana ada Anggi than dan juga boy untuk menjaga anggun, namun tak lama menjaga itu boy diharuskan pergi ke markas utama BDR untuk melihat Mafioso Mafioso nya.
memang beberapa hari lalu mafiosonya berlaporan sangat nyaman dan senang berada di markas itu, selain Mafioso bdr yang ramah setelah ia tinggal disana sudah tak ada yang melihat mereka dari sisi pangkat.
semua di mata Mafioso bdr sama tak ada yang membeda bedakan diantara Mafioso bdr dengan Mafioso miliknya, tentu boy dan than senang jika Mafioso miliknya juga nyaman di markas itu karena awalnya than dan boy hanya khawatir jika Mafioso miliknya tak akan suka untuk tinggal di markas utama BDR, namun nyatanya kini mereka sangat nyaman disana membut than dan boy lega.
walau pun mereka senang dan nyaman disana Boy ataupun than juga harus sering melihat Mafioso miliknya disana, walau terkadang hnya mengecek kondisi dan pergerakan Mafioso miliknya itu semenjak ia disana juga makanan mereka ditnggung oleh Mafioso bdr walau Mafioso than sering menolak namun akan tetap di belikan oleh Mafioso bdr karena menurutnya Mafioso than adalah tamu special queen mereka harus bertanggung jawab terhadap mereka juga.
kini setelah boy meninggalkan mension tersisa hanya Anggi dan than disana, mereka hanya mengajak anggun mengobrol tanpa dijawab oleh anggun tapi anggun selalu mendengarkan apa yang mereka ucapkan tanpa menjawab perkataan mereka.
memang anggun sedih melihat kedua orang yang mereka sayangi harus bersedih dengan keadannya saat ini, namun bagaimana lagi demi berjalannya rencana ia juga hrus melakukan ini anggun juga yakin adiknya dan than pasti bisa mengerti kondisi ini.
setelah beberapa jam mereka mengobrol kini Anggi membawa anggun untuk beristirahat kamar miliknya, begitu juga than disana mereka menaiki lif semenjak anggun lumpuh mension dibangun kembali dengan ditambah adanya lif untuk anggun agar ia tak kesulitan untuk menuju kamarnya di lantai 2.
__ADS_1