
kini dimarkas itu masih jam 12 siang beberapa dari ke 7 orang itu masih tertidur lelap mungkin karena cape akan tugas tugas semalam, bnyak Mafioso yang bertanya tanya karena baru ini mereka melihat bos bosnya ini telat bangun.
namun tak bnyak yang mereka ucapkan jika ada yang tau atau melaporkannya ke atasan mungkin nyawa mereka tak akan selamat, akhirnya semua memutuskan untuk diam dan mengerjakan tugas tuga mereka pada siang itu.
disisi lain tepatnya dikamar anggun terlihat anggun yang baru bangun melihat than yang masih terlelap tidur, anggun pun segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah beberapa menit ia selesai dan keluar lengkap dengan baju santai yang ia pakai.
kini anggun keluar dari kamar mandi terlihat than yang baru saja bangun duduk di tepi kasyr itu.
"morning syang..
"morning too than..
"sana cepatlah mandi..
"yah aku tau itu...
kini than pun berjlan masuk kedalam kamar mandi sedangkan anggun ia berjalan keluar dari kamar untuk menuju ruang tengah, disetiap perjalanan menuju ruang tengah anggun selalu disapa oleh Mafioso namun anggun hanya diam dan fokus berjalan.
namun saat ada salah satu Mafioso menyapa anggun ia pun menanggapi nya.
"siang queen...
"yah, apa kalian sudah makan siang?..
"belum queen, tuan Robby belum memesan makanan..
"dimana dia?..
"saya tidak melihatnya queen...
"ya sudah pakai ini dan beli lah makanan untuk yang lain..
(kata anggun dengan memberikan kartu miliknya.
"baik queen trimakasih..
kini anggun hanya diam ia duduk di sofa panjang ruang tengah itu, bosan jika hanya duduk disana akhirnya ia menuju dapur membuka kulkas mungkin saja ada yang bisa ia lakukan, ternyata isi kulkas itu penuh bnyak sekali sayuran dan buah buahan kini anggun pun berinisiatif untuk membuat makan siang.
kini anggun mulai memasak apa yang ada di dalam kulkas itu, tak butuh waktu lama anggun untuk memasak selain anggun memang orang yang cekatan dalam bertarung anggun juga cekatan dalam memasak dan sebagainya jadi tak perlu waktu lama untuk menyelesaikan itu, dan sangat kebetulan ke 6 orang itupun sudah turun.
"emm baunya enak, kakak masak?..
(tanya Anggi.
"yah..
"yasudah aku makan ya kak...
(tanya Anggi.
"yah..
sedangkan Dinda,broyen dan Robby ingin pergi ketempat Mafioso makan, Disana dihentikan oleh anggun.
"mau kemana kalian?..
(tnya anggun pada ke 3 orng itu.
"makan queen..
__ADS_1
"makan ini saja, aku masak terlalu bnyak..
"t-tapi q-queen..
"tidak ada penolakan..
kini akhirnya ke 3 orang itu ikut duduk bersama yang lain, mereka semua makan hingga setelah beberapa menit kini mereka sudah menyelesaikan makan mereka membuat anggun langsung bertanya pada than.
"than kau mau kemana?..
"ah iya syang aku harus ke cabang perusahaan ku disini bersama boy ada yang harus aku urus Disana...
"yah sudah baiklah...
kini than dan boy keluar meninggalkan markas utama BDR sedangkan yang lain kini sudah kembali duduk disofa panjang ruang tengah markas itu.
"apa kalian tidak ada misi?..
(tnya Anggi kepada 3 orang itu.
"kami tidak ada nona, sudah menyelesaikan semua dari beberapa hari yang lalu..
"ya sudah baiklah..
"em kita harus mengirim sesuatu pada king srigala read itu, sesuai janji yang ku buat di surat itu..
"yah aku masih ingat kak, jadi kita skrng menemui tangan kanan itu...
"yah..
kini ke 5 orang itu berjalan menuju ruang bawah tanah tepatnya ruang penjara tangan kanan Niko, Mafioso yang berjaga disana pun langsung menyapa kehadiran ke 5 tuan dan nona nona nya itu.
sampai ketika tangan kanan itu mendengar langkah beberapa orang masuk kedalam kamar itu membuatnya bertanya tanya.
"siapa kalian, apa urusan kalian pada ku...
kini anggun mulai berjalan menuju lilin yang menyala ia matikan lilin itu dan tiba tiba
klek.. lampu diruangan itu menyala tangan kanan itu melihat ke 5 orang yang berada di dlama ruangnnya saat ini.
namun ia terkejut dengan wajah Dinda yang tak familiar dimatanya membuat ia tersadar bahwa wanita ini adalah wanita yang sempat ia buang setelah insiden malam itu, disana lelaki itu terus bertanya pada ke 5 orang yang berdiri didepannya sekarang.
"lepaskan aku, kalian 3 wanita di club' itu kan...
(kata orang itu yang sudah menyadari wajah ke 3 wanita itu.
"dan kalian ber 2 laki laki yang menjebakku dikamar mandi..
"ternyata ingatan mu cukup tajam tuan..
(ucap Robby.
"apa urusan mu dengan ku ha?...
"aku tak punga urusan dengan mu, namun saudara ku sepertinya membenci mu..
kini terlihat Dinda dengan mata kemarahan miliknya menatap tajam lelaki itu, ia mengingat jelas kejadian malam itu saat melihat wajah lelaki didepannya itu, namun Dinda berusaha agar tidak terbawah emosi saat itu.
"siapa kalian sebenarnya...
__ADS_1
"apa kau benar benar ingin tau kami tua ?..
(tanya Anggi.
"yah siapa kalian..
kini ke 4 orang itu menatap ke arah anggun membuat anggun hanya menganggukkan kepalanya saja, yang mengartikan jika ia boleh memberitahu identitas mafia ini lagian juga orang itu akan mati juga sama seperti ke 9 Mafioso malam itu.
kini Anggi mulai berbicara pada lelaki yang tak sabar ingin tau siapa mereka sebenarnya.
"yah kami adalah neraka bagi semua orang jahat..
(kata Anggi
"apa maksud, tak ush bnyak omong cepat katakan siapa kalian...
"kami mafia BDR..
deg ....
kata kata itu membuat lelaki itu terkejut ia kini hanya bisa merutuki kebodohannya atas kesalahan semalam, coba sjaa ia tak melakukan itu mungkin ini tak akan terjadi padanya.
"apa kau terkejut?..
(kata Dinda.
"siapa wanita yang ku bunuh?..
"dia saudara kami, tepatnya tangan kanan ku..
(ucap Anggi.
"apa kau queen mafia ini?..
"tidak, aku adaalh saudara kembar dari queen..
"a-apa kalian twins?..
"yah, kau benar...
"lalu mana queen itu...
"sepertinya ada yang memanggil ku..
(tanya anggun yang awalnya terdiam di belakang tak sebrapa terlihat wajahnya kini ia berjalan kedepan lelaki itu
"a-apa kau queen nya..
"yah kau benar...
"tolong lepaskan aku..
"aku tak berhak melepaskan mu, keputusan ada di tangannya....
(kata anggun dengan melirik ke arah Dinda.
kini lelaki itu hanya bisa pasrah namun ia awal bertemu dengan wajah anggun terpesona karena kecantika queen itu dengan mata biru miliknya, Anggi pun cantik namun tak lebih cantik dari anggun aura mereka berbeda satu sama lain membuat bnyak perbedaan namun sama di fisik saja.
kini semuanya lebih memilih pergi dari ruangan itu, kini ruangan itu tersisa Dinda dan lelaki itu saja sengaja ke 4 orang yang lain keluar agar Dinda bisa puas membalaskan dendamnya itu pada lelaki Yang ada didepannya saat ini, anggun sa dari tadi tau jika Dinda dari tadi menahan amarah yang ada ditubuhnya saat itu,mngknnya ia memutuskan untuk meninggalkan Dinda dan lelaki itu sendiri di ruangan itu.
__ADS_1