Misteri Queen Mafia

Misteri Queen Mafia
markas.


__ADS_3

kini setelah 30 menit perjalanan anggun dan boy sudah sampai di depan gerbang markas milik MS mafioso yang berjaga pun melihat mobil boy langsung membukakan pintu gerbang untuknya, pintu gerbang yang sudah terbuka pun langusng membuat boy masuk ke dalam.


kini boy turun dari mobil dan membukakan pintu belakang mobil untuk anggun, Mafioso yang berada diluar pun penasran siapa yang dibawa boy karena ia sempat mendengar akan ada tamu di markas mereka, namun tak semua Mafioso tau soal kedatangan anggun.


kini anggun turun dari mobil mmebuat Mafioso yang berada diluar terbengong bengong dengan apa yang ia liat, anggun pun langsung masuk kedlaam markas dengan Mafioso yang di suruh oleh boy membawa anggun masuk ke ruangan milik than.


sedangkan boy masih berada di luar setelah anggun masuk ada beberapa Mafioso yang mendekat pada boy dan bertanya.


"boy siapa gadis jelek itu? apa itu calon istri mu hahah..


(tnya slh stu Mafioso Disna.


"jaga mulut mu..


"emngnya kenapa, mata mu sepertinya minus boy haha..


" jga ucupan mu, dia adalah wanita milik king ..


sektika pengakuan boy membuat Mafioso yang bertanya dan ikut tertawa pun langusng memghentika aksinya dan ucapannya seketika.


"ha baru diam kalian...


"tunggu boy..


(cegah slaah stu Mafioso saat boy ingin masuk markas.


"a-apa itu benar wanita king?...


"iyaa aku yg di perintah langusng oleh king untuk mengantarkannya kemarkas...

__ADS_1


"apa king memiliki ganggua mata?...


"rupanya selera king kini turun..


( bisik Mafioso itu.


" jaga ucapan Klian jika tak ingin mulut Klian dirobek oleh king..


" baiklah boy..


( ucap kompak Mafioso itu dan langsung kembali menuju pekerjaannya masing masing.


disisi lain kini anggun sudah berada di ruangan milik than ia mencoba membuka beberapa komputer milik than disana, sebelum ia masuk Mafioso yang berada di dalam pun sempat terkejut akan penampilan wanita itu bnyak yang menyinggung dan membicarakan anggun belakangnya namun ucapan itu terhenti saat boy memberitahu jika wanita yang dibicarakan mereka adalah queen mafia tepatnya wnita milik king, tentu itu membuat semua orang terkejut dan seketika berhenti membicarakan anggun dan semua kembali ke pekerjaannya masing masing.


kini anggun sudah membuka komputer milik than ia menelusuri situs web yang berada disana dengan ditemani boy disisinya tentu boy terkesima dengan apa yang dilakukan anggun didepannya, ia tak menyangak akan otak yang dimiliki anggun dengan menjebol keamanan mafia BDR yang tak bisa ia tembus dan than tembus tapi dengan cepatnya anggun menembus situs web itu.


disisi lain kini anggun meretas cctv yang berada di Prancis ia melihat adiknya yang sedang duduk di depan mesion dengan membawa foto 2D saat bersama, tentu itu membuat hati anggun terluka ia harus menjauh dari Anggi sementara untuk bisa menemukan dalang yang sebenarnya dan juga sekalian membuat Anggi dewasa dan tidak tergantung lagi pada anggun setiap saat.


kini tak terasa air matanya jatuh tak seperri Anggun yang biasanya selalu kuat dan tak pernah meneteskan air mata, seketika tangisan itu di hpus paksa oleh anggun ketika ia mendapat tlfn dari than.


"hallo than..


"hai syng knpa menangis..


(ucap than tentu than tau karena ada cctv si ruangan than.


"tak apa aku hnya merindukan adik ku...


"tenang lah sayang...

__ADS_1


"iya..


"bagaimana jika kita makan siang biar aku jemput kau ke markas, bagaimana?..


"aku gak membawa ganti baju..


"tenang semua aku sudah siapkan..


"baiklah ku tunggu...


setelah itu tlfn dimatikan oleh than, dan tak lama itu boy masuk dengan membawah barang barang.


"apa itu boy?...


"ini kiriman untuk nona dari tuan..


"taruh di kamar sana..


"iya nona..


"ternyata nona ini sama sama dingin deperti king, nasib ku begini sekali...


(batin boy.


boy pun melihat apa yang dibawah kingnya itu, ia membayangkan anggun memakai baju dan peralatan itu ia rasa ini tak cocok karena kulit anggun yang hitam, karena ia tak mau protes ia hnya menaruh dan setelah itu ia keluar.


"sudah nona..


anggun pun langusng masuk tanpa menjawab boy, sedangkan boy ia menunggu di sofa ia takut jika anggun akan kabur akhirnya memutuskan untuk menunggu anggun di sofa yang berada di ruangan than.

__ADS_1


__ADS_2