Misteri Queen Mafia

Misteri Queen Mafia
#3


__ADS_3

"k-kaliann awas saja....


"kalin serang...


(ucap pak Gilang yang tiba tiba banyak seseorang yang berdatangan menyerang orang orng milik anggun.


pak gilamgpun kembali berdiri dan menyandra anggun disebuah ruangan Yaang cukup jauh dari yang lain bersama putrinya, sedangkan yang lain masih bertarung diruangaan itu semua sudah mencoba untuk mengejar namun nihil selalu dihalangi orang orang milik pak Gilang.


dilain sisi anggun didorong menuju disuatu ruangan gelap tak bercahaya di sisi ruangan itu bersama putrinya yang kini sudah terlihat kebencian dimatanya.


"papa cepat bunuh wanita ini...


(kata Zhu yuu.


"kita harus bersabar syaang, lagian dia lumpuh total tak akan bisa apa apa dia bisa kita jadikan senjata...


"terserah papa saja aku ingin pergi mandi dulu...


kini Zhu yuu pergi masuk kedalam kamar mandi sedangkan pak Gilang masih berada di sisi anggun.


"hei nona bagaimana perasaan mu mengetahui kematian orang tua mu langsung dari ku, tapi kau tak bisa berbuat apa apa...


"hahahah sungguh ironis...


kini pak Gilang mendekat ke arah anggun memegang leher milik anggun berkata.


"andai saja ayh mu tak merebut ibu mu dari ku dan perusahaan ku pastinya kau tak akan seperti ini...


"aku tau jika kau lumpuh karena ancaman ku, untuk melindungi adik mu itu hahahaha...


#flashback on.


beberapa menit anggun telah siuman hanya Agra yang tau itu dan belum memberi tau siapa pun, anggun hanya ingin memberi kejutan karena kesembuhannya tiba tiba saja.


drett drettt


yah telfon milik anggun berbunyi dan langsung di angkat oleh anggun karena tak ada nama dari si penelefon.


"hallo siapa ini...


"hahah tak perlu kau tau siapa aku, ikuti perintah Ku adik mu akan selamat...

__ADS_1


"jika tidak kau tak akan pernah bertemu lagi dengannya...


"siapa kau, beraninya kau...


kini orang itu mengirim sebuah foto Anggi yang sedang duduk di taman dekat kantor, dan terlihat beberapa penembak jitu di sekitarnya.


"jangan sakiti adik ku, katakan apa kau mu...


(ucap anggun gelisah.


"buat tubuh mu lumpuh total, aku akan melepaskan adik mu ....


"k-kau...


"apa nona tak mau?...


"okeh okeh akan aku lakukan, tapi lepaskan adik ku...


"baiklah...


dan setelah itu telfon dimatikan.


dan beberapa jam selnjutnya Anggi dan than datang dan anggun pun memilih melompat dari balkon ruangan miliknya itu.


kini anggun berdiri saat pak Gilang melihat ke arah luar cendela diruangan itu, anggun pun langsung berkata padanya.


"sungguh pak Gilang ini orang yang naif sekali...


deg...


kini pak Gilang kaget dan melihat ke arah anggun yang kini sudah berdiri tegak di hadapannya dengan memainkan jari jari miliknya.


"k-kau siall....


"terimakasih kau sudah mengakui kesalahan mu, itu akan sangat berguna untuk memperkuat aku membunuh mu...


tiba tiba saja Zhu yuu keluar dari kamar mandi dan juga ikut terkejut melihatnya, dan segera berlari ke belakang punggung pak Gilang.


"rupanya gadis ini tak seberani saat ia mengucapkan untuk membunuh ku...


"k-kenapa kau bisa berdiri...

__ADS_1


(tnya Zhu yuu ketakutan.


"menurutmu?...


"k-kenapa kau tak lumpuh?..


"harusnya kau lumpuh sesuai dengan ancaman ku..


"pak Gilang yang terhormat aku bukanlah anak kecil yang gampang untuk kau tipu...


"kau sudah tua tapi isi otak mu seperti anak kecil yang gampang untuk ditipu...


"selama ini?..


"yahh kau fikir saja sendiri..


"awalnya aku ingin mengikuti printah mu tapi aku sadar jika itu telfon dari mu, membuat ku ingin bermain main...


"dasar wanita iblis..


kini anggun mengambil pistol yang ada di kaki miliknya dan mengarahkan ke arah pak Gilang bisa dibilang pistol itu sangat kuat bisa mati jika terkena sekali tembak.


"apa ada ucapan terakhir?...


(tanya anggun dingin.


"tolong ampuni aku...


(ucap pak Gilang.


"apa gantinya jika aku melepaskan mu hm?...


"kau boleh membunuh anak ku ini...


(ucap pak Gilang dengan mendorong Zhu yuu kedepan.


"p-papa...


(ucap zhu yuu ketakutan.


"ironis sekali...

__ADS_1


(ucap anggun yang kini memegang dagu milik Zhu yuu.


__ADS_2