
"hentikan...
(triak than yang tiba tiba datang ke ruang itu.
Anggi pun menghentikan pedang yang akan ia tebas ke leher orang itu setelah mendengar than menyuruhnya berhenti, kini Anggi menoleh ke arah than dengan tatapan tajam membunuh.
"kenapa kau menghalangi ku kak than?...
"jangan bunuh dia sekarang Anggi, tunggu kakak mu sadar terlebih dahulu...
"apa urusannya dengan mu kak than? aku sudah cukup bersabar hingga detik ini...
"tenang kan hati mu nona, takutnya nona anggun akan sedih melihat nona seperti ini lagian orang ini bisa kita jadikan umpan...
(ucap boy.
kini anggun melirik tajam ke arah boy dan bergantian melirik orang itu awalnya boy benar benar dibuat takut oleh lirikan Anggi namun bagaimana lagi jika tidak berani bisa bisa dia yang akan ditebas.
"lumayan juga ide mu...
(ucap Anggi.
kini Anggi menghempaskan pedang miliknya hingga tertancam di salah satu kayu yang berada di ruangan itu, kini Anggi pun langsung berjalan keluar dengan emosi namun sebelum keluar ia menatap tajam ke 3 pria yang berada di ruangan itu, sedangkan Dinda ia pun langsung mengikuti Anggi yang kini berjalan keluar dari ruangan itu.
_________________________
disisi lain tepatnya ruang monitor disana mereka melihat cctv di ruangan itu melihat dan mendengar apa yang di ucapkan oleh Anggi, diruang monitor juga ada mafioso milik than itu juga ditugaskan oleh than walau mereka tamu mereka juga wajib menjaga ke amanan markas jadi jadwal penjagaan akan di bantu oleh Mafioso milik than sesuai giliran mereka di markas miliknya dahulu.
"a-apa nona itu katakan pada king kami...
(ucap Mafioso than.
"aku juga baru pertama melihat nona begitu marah hingga seperti itu...
__ADS_1
"aapa kau lupa? nona akan melihatkan sisi iblis miliknya jika kakaknya terluka oleh seseorang ia tak akan memandang seseorang itu siapa, namun siapapun yang melukai queen maka ia akan terbunuh di tangan nona Anggi...
"ternyata bnyak juga sisi rahasia pemimpin kalian...
(ucap lagi Mafioso than.
"begitulah namun wlaau begitu mereka tak akan melukai anggota mereka sendiri...
"Dengan aku bergabung disini aku serasa memiliki keluarga dan hidup ku sangat terjamin, uang dari misi itu akan di berikan pada yang menjalankan misi soal makan 3x sehari itu ditanggung oleh queen sendiri...
"benarkah?..
(ucap Mafioso than tak percaya.
"yah benar, kalian tak percaya tak apa tapi itulah kenyataannya...
_______________________
semua istirahat keruang masing masing ternasuk than dan juga boy, awalnya mereka ingin pergi ke ruangan anggun menunggunya diruangan itu namun sayang mereka dilarang oleh Agra, kata Agra lebih bagus jika queen ditinggal sendiri saat jam istirahat agar ia cepat pulih dari komanya.
karena than ingin anggun segera sadar dan sembuh ia terpaksa meninggalkan anggun diruangan itu sendiri, namun tak benar benar sendiri disana ada Agra dan juga perawat yang lainnya.
disaat itu Agra berjalan masuk keruangan anggun ia terkejut karena anggun tak berada di tempat kasurnya, ia melihat sekitar namun matanya tertuju di balkon itu terlihat anggun dengan infus miliknya yang berdiri disana.
"queen...
kini anggun menoleh ke arah Agra membelakangi balkon dan menghadap Agra disana, disitu Agra berbicara.
"panggil than dan Anggi kemari hanya mereka berdua...
"b-baik queen...
sedangkan than dan Anggi yang mendengar itu pun langsung berlari menuju ruangan anggun mengecek keadaannya apa ia benar benar sudah siuman atau tidak.
__ADS_1
disaat mereka masuk terlihat hanya ada anggun yang berdiri dibalkon itu, Agra pun sudah tidak ada disana kedua orang itu terlihat bahagia melihat anggun yang sudah sadar.
"kakak jangan terlalu bergerak kembalilah ke kasur mu...
"sayang bagaimana keadaan mu..
ucap kedua orang itu yang ingin mendekat ke arah anggun namun anggun tiba tiba berbicara.
"jangan mendekat, tetap lah kalian disana...
ucapan anggun spontan membuat kedua orang itu menghentikan langkah mereka.
"ada apa kak?..
"ada apa syaang?..
"than, Anggi lanjutkan sesuai yang pernah ku perintah kan...
"maaf kan aku...
(ucap anggun dengan meneteskan air matanya.
"a-apa ka...
(sebelum Anggi melanjutkan ucapannya than dan Anggi dibuat tertegun dengan kejadian yang ia lihat dihadapannya.
"kakakkk!.....
(triak Anggi.
"tidakkk syaang......
(triak than.
__ADS_1