
"dia kenapa? tiada kah?...
(ucap sengaja Ilona,yg ingin melihat ekspresi Anggi.
seketika semua murid tegang ketika mendengar gurunya berbicara tiada, kini terlihat jelas kemarahan di mata Anggi namun Anggi tetap menahan hingga membuat tangannya tergores oleh bulpoin yang ia remas hingga hancur.
Anggi pun langsung kluar kelas dengan tangan yang berdarah, langkah Anggi terhenti saat ilona itu berbicara kearahnya.
"mau kmna kau?...
"UKS!..
(jawab singkat Anggi.
"ya cepat lah kmbali...
kini Anggi pun langsung berjalan kasar keluar kelas, namun Anggi tidak berjalan menuju UKS namun ia berjalan menuju kursi taman yang biasa ia duduki dahulu saat bersama dengan anggun.
"dimana kau kak...
(batin Anggi dengan menatap langit langit yang tak sengaja air mata itu jatuh.
disisi lain saat Anggi keluar dari kelas terlihat Ilona cemas, akhirnya Ilona memberi tugas pada yang lain dan beralasan untuk kekamar mandi.
kini ilona mengikuti Anggi yang tak berjalan menuju UKS melainkan ketempat biasa mereka duduk saat bersekolah, melihat adiknya menangis dalam diam sedikit menggores hatinya.
ingin sekali ia memeluk tubuh adik kecilnya itu namun keadaan tak bisa membuat itu terjadi, Ilona pun tau pasti musuh nya sedang mengawasi Anggi kapan pun jadi ia mencoba tegar agar rencana dirinya dapat berhasil dengan sukses.
"ingin sekali kakak mu ini memelukmu...
(batin Ilona yang melihat ke arah Anggi.
kini Ilona mencoba kuat dan berjalan menuju arah Anggi yang kini masih setia duduk dengan tangisan diamnya itu.
__ADS_1
"Anggi...
(kata Ilona.
suara itu sama dengan suara anggun tentu membuat Anggi terdiam sejenak ia mengenali suara itu, awalnya ia sangat bahagia ia berbalik badan.
"ka-kakak...
(namun ucapan itu terhenti saat ia melihat Ilona bukan kakak yang ia rindukan itu.
"kakak? apa kau ada masalah nak?..
(tanya Ilona.
"t-tidak Bu...
"lalu kenapa kau disini?bukannya ini jam pelajaran...
"ya sudah masuk lah kekelas, dan ya obati luka mu itu...
"baik Bu..
(ucap Anggi yang kini meninggalakan Ilona ditaman itu.
kini terlihat Ilona yang duduk di kursi itu menatap tajam ke arah depan, ia sangat sedih karena harus berpura pura di depan adiknya itu hingga akhirnya ia dihampiri oleh pak lendra yang tak lain adalah than.
"kenapa kau Ilona?...
"tak apa hnya ingin menghirup udara segar saja...
"sudahlah tak usha berbohong pada ku, aku tau kau sedang sedih melihat adik mu menangis kenapa kau tak memberi tahu dia saja namun suruh ia untuk menyembunyikan identitas mu itu...
"tidak, aku tak mau mengambil resiko besar akan ini semua, cukup melihat dia dari jarak dekat ini aku bisa melindungi nya....
__ADS_1
"ku lihat ia sangat sopan pada mu, kukira ia akan tetap dingin walau dengan orng yang lebih tua sekali pun...
"tidak emnglah sikap ia berubah, namun ia akan menjadi Anggi yg hangat pada orang yang lebih tua walau ia sedang marah ataupun emosi ia bisa mengontrol itu semua...
"cukup bagus..
"sudahlah kembali lah bekerja, aku akan kembali ke kelas...
"ya sudah...
kini pak lendra dan Ilona pun pergi menjalankan tugas mereka masing masing, dilain sisi Anggi kini suda berada di kelas ia pun di beri tau oleh 2D soal tugas yang di berikan Bu Ilona.
setelah beberapa menit Anggi masuk kelas kini Ilona datang kekelas melihat keberadaan Anggi yang sudah ada dikelas sedikit membuat ia lega, kini Ilona bertanya pada murid murid.
"apa ada yang ditanyakan tentang soal yang ku berikan?...
"tidak Bu..
(jawab salah satu murid.
"baiklah jika tidak ada, jika ada yang selesai bisa langsung kumpulkan dan beristirahat...
"yah Bu..
kini akhirnya Ilona selesai dari tugas dia, setelah istirahat kini giliran lendra karena setelah istirahat kelas Anggi akan ada pelajaran olahraga.
Ilona kini sedang duduk di dalam kantor ia duduk ditempat duduk miliknya namun ia melihat beberapa bunga yang berada di laci meja miliknya.
kini Ilona dibuat bingung siapa yang memberi ia bunga, ada ada saja baru saja masuk mengajar sudah ada seperti ini.
kini Ilona mengecek jawaban jawaban yang ada dibuku Anggi, terlihat bnyak jawaban yang salah disana itu membuat bingung Ilona, kenapa nilai Anggi turun drastis biasanya Anggi akan mendapat nilai bagus kini sekarang ia mendapat nilai jelek.
disisi lain terdengar guru guru yang membicarakan Anggi yang benar benar bahwa nilai Anggi merosot semnjak kepergian dirinya itu, kini Ilona sangat sedih melihat adiknya itu ia bertekat untuk membuat Anggi mendapat nilai seperti biasanya.
__ADS_1