Misterius Ai System [End Vol.1]

Misterius Ai System [End Vol.1]
Ch-09. Masalalu Budak Elf


__ADS_3

Dijalanan kota, nampak pria bersama 1 wanita berjalan santai menuju penginapan. Tiba di sebuah penginapan yang benama sinar bulan.


Pemuda dan wanita tersebut masuk berserta wanita di belakangnya, setibanya di depan meja resepsionis.


"Tuan ada yang dapat kami bantu" ucap pelayan.


"1 kamar termahal disini untuk 1 minggu" ucap Lin Vee


"Harga 20 koin emas" ucap pelayan


Lalu Lin Vee melemparkan sekantung koin dan dicek, silahkan tuan saya antarkan.


Setibanya di kamar, "cukup mengagumkan dekorasi kamar yang sangat mewah namun elegan" gumam Lin Vee


Lalu iya merebahkan dirinya di kasur, namun itu hanya sesaat lalu bangkit kembali dan duduk di sofa.


"Cintia kemari" ucap Lin Vee memanggil sambil menepukan tangan di sofa di sebelahnya


Seolah mengisaratkan untuk duduk di sebelahnya. Setelah duduk Lin Vee menatap serius Cintia, merasa di tatap Cintia menjadi tersipu.

__ADS_1


"Bagamana kamu bisa menjadi budak, tak perlu menutupi apa pun, aku tau kamu seorang putri kerajaan elf" ucap Lin Vee


Sambil menatap cintia lalu menyambung lagi


"Aku juga tau nama mu bukanlah Cintia" ucap Lin Vee


Lin Vee telah memasang array suapaya orang luar tidak dapat mendengarkan pecakapannya.


Mendengar apa yang dibicarakan Lin Vee, Cintia tidak bisa menyangkalnya. Sudah 4 hari ia bersama tuanya, Ia juga di perlakukan secara layak di beri pakaian dan makanan. Cintia memantapkan dan menceritakan kenapa iya bisa menjadi budak.


"Perkenalkan sebelumnya nama hamba Viska Caroline XVII, putri dari kerajaan elf"


"Kerajaan elf begitu damai hingga 10 tahun silam ras iblis menyerang kerajaan kami, perang terjadi berbulan-bulan. Tidak hanya ras Iblis namun terdapat ras manusia yang menjadi dalangnya, Kekaisaran elf hancur. Untuk elf pria di siksa lalu di bunuh sedangkan elf wanita di jadikan pemuas nafsu lalu di bunuh"


"Hemm.. ras iblis, ternyata di dunia ini ada iblis juga" gumamnya berfikir.


"aku akan memanggilmu caroline" ucap Lin Vee, disusul angukan Caroline.


"Aku akan memberikan kamu kesempatan memilih kembali, Jika kau mengikuti ku bertambalah kuat dan akan banyak marabahaya yang akan menghampiri, pilihan kedua bebas dan aku akan memberikan mu rumah beserta uang yang banyak" Ucap Lin Vee.

__ADS_1


"Tidak tuan, aku akan tetap mengikutimu. Ini merupakan takdirku mengabdi untuk tuan" ucapnya dengan mata tanpa keraguan didalamnya.


"Baik lah, besok kita akan berburu moster dan aku akan melatih mu" ucap Lin Vee


Caroline merasa bersemangat ia akan berusaha menjadi kuat agar tidak menjadi beban bagi tuannya. Siapa tau dengan mengikuti tuanya ia dapat membalaskan dendamnya.


"Baiklah kita tidur" ucap Lin Vee yang sudah merebahkan badanya di ranjang.


Walau pun sudah beberapa kali tidur disebelah tuanya Caroline belum terbiasa jantungnya berdetak lebih kencang daripada biasanya. Tiba-tiba Lin Vee mengigau dan tanpa sadar ia memeluk Caroline sebagai guling. Carolin yang merasakan di peluk Lin Vee tidak dapat tidur semalaman.


***


Dipagi hari yang cerah Lin Vee bangun tidur dan melihat Caroline dengan lingkaran hitam dimatanya (mata panda)


"Kenapa matamu menjadi hitam" ucap Lin Vee sambil menyipitkan matanya.


Caroline hanya diam, Ia ga mungkin menceritakan kejadian semalam.


"It- itu salah tuan" ucap nya menundukan mukanya yang merah.

__ADS_1


Lin Vee mengerutkan keningnya, "apa sih?, wanita emang sulit dimengerti" gumamnya


Kita akan berangkat berburu ucap Lin Vee dengan semangat...


__ADS_2