![Misterius Ai System [End Vol.1]](https://asset.asean.biz.id/misterius-ai-system--end-vol-1-.webp)
Lin Vee memasuki arena banyak yang memandang remeh dirinya, sudah tradisi jika keluarga Lin mengikuti turnamen pasti tidak bisa lolos di babak pertama
"Heh lihat ada tuan muda keluarga lin, Untuk apa merka datang. Cuma malu doang yang mereka terima" ucap penonton
Para peserta di arena vee tertinggi berada di tahap Raja Alam *2
Mc
Oke waktu menunjukan akan dimulai, Hitungan ke tiga pertandingan dimulai.
3... 2... 1.... "Mulai"
Boom....
Ledakan keras di arena 46, ya itu arena vee. Semua perserta keluar arena dan menyisakan Lin Vee saja.
Padahal vee bergerak dengan kecepatan cahaya vee mengerahkan 15% kekuatanya dan memukul mereka semu keluar arena, yang akan di lihat penonton adalah sebuah hembusan angin. Lain cerita jika mereka yang sudah mencapai Half Menengah dapat melihat gerakan tersebut.
Banyak Penatua skete dari luar benua timur yang pandanganya langsung tertuju ke lin vee
"Sangat kuat, pemuda itu jenius" ucap salah satu penatua skete
Banyak yang mendengar ucapan penatua skete
Kaisar duan yang menonton di balik layar sudah menebak siapa pemenang tahun ini, ia tau kekuatan tuan muda lin. Semua orang akan setuju jika tanpa bertarung tuan lin menang, Jika mereka ikut melihat pertempuran di hutan berkabut.
"Sangat cepat bahkan belum 1 menit..." ucap penonton bersemangat
"Bukankah dia merupakan tuan muda Lin yang cacat?" ucap penonton lain
"Apa dia menyembunyikan kekuatanya selama ini" ucap penonton riuh dengan aksi vee
1 vs 69 dengan waktu sepersekian detik bahkan para perserta di arena 47 tak sempat melawan.
Di hadapan vee mereka hanyalah semut bahkan lebih lemah di bandingkan semut.
***
Pertandingan berlanjut hingga tersisa 350 orang dan siap di adu kembali.
Kali ini di bagi menjadi 8 untuk mengambil 24 besar.
1 arena berisi 25 peserta dan tiap arena akan di ambil 3 orang yang bertahan di akhir.
Kali ini peserta rata-rata berada di tahap Prajurit Alam bahkan ada yang mencapai Kaisar alam.
__ADS_1
Mc
Kuy... lah kita mulai pertandingan hari ini
Arena 1
Caroline menjadi sorotan beberapa pemuda yang tertarik padanya. namun ia mengacuhkanya, tidak ada manusia yang layak selain tuan nya.
"Nona boleh kah kita berkenalan" ucap Bai Huan
Caroline hanya mengacuhkanya
Merasa di acuhkan Bai Huan merasa kesal, sebelumnya ia tak pernah di perlakukan seperti ini. Ini penghinaan baginya...
Mc
Pertandingan Dimulai
Arena 6
"Hai tuan muda lin, sebaiknya kau menyerah sebelum terjadi hal yang tak di inginkan" ucap salah satu murid skete Teratai
Saut peserta yang lain,...
belum menyelesaikan kata-katanya
Vee melancarkan seranganya dan orang itu menghantam pagar pembatas dan pagar itu hancur. Peserta yang lain melihat itu membuat mereka tak mengannggap remeh pemuda itu.
"Majulah kalian semua..." ucap Lin Vee sambil mengerakan tanganya menyuruh mereka maju sekaliggus aggar menghemat waktunya.
"Sialan... Sombong sekali kau... " Beberapa orang menyerang dengan skill mereka
"Dasar sombong tidak tahu ketinggian langit, berada di tahap Penyempurnaan Qi *1 saja sudah sombong" ucap Murid skete Ular Kehancuran
Lin Vee menekan kultivasinya ke tahap Penyempurnaan Qi *1, ia ingin terlihat low profil itu berguna agar tak memancing kekuatan lain yang tak di inginkan.
Segala serangan skill di lancarkan ke lin vee
Banyak orang di kursi penonton menyayangkan tindakan pemuda itu yang terlalu arogan.
"Habis sudah pemuda itu apa lagi berani menyinggung jenius skete Ular Dewa yang termasuk skete ke-2 di alam rendah" ucap salah satu penonton di susul banyaknya argumen
Di sisi lain caroline tak kawatir sama sekali, bagi tuan nya mengikuti turnamen seperti ini hanya mainan anak-anak tak layak di sebut sebuah pertempuran.
Semua serangan mengenai badan vee, kepulan asap menjulang tinggi. Para peserta mulai berbangga diri karena itu serangan gabungan sudah di pastikan pemuda itu tewas atau pun luka dengan mengenaskan.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya mereka ketika kabut asap mulai pudar dan memunculkan siluet pria yang tetap berdiri tak bergeming.
"Mustahil..." ucap salah satu peserta
"Apa?!.. semua serangan itu tak melukainya, bahkan tak menggores pakaianya" semua orang riuh dan bersorai
Lin Vee sebelumnya melapisi tubuhnya dengan qi sebagai pertahanan, walau tak di lapisi pun tubuh vee tak akan tergores karena serangan karena ia memiliki tubuh dewa naga.
Area lainya kehilangan fokus karena arena 7...
Para peserta mulai kringat dingin, mereka semua serempak berfikir "Habis sudah, dengan serangan gabungan saja tak melukainya"
Lin Vee hilang di kekosongan dan...
Boommm....
Ledakan bertubi-tubi para peserta di arena 7 terpental satu persatu keluar arena dengan tubuh mengenaskan dengan beberapa tulang yang remuk karena hentakan angin.
Vee berbelas kasih tidak memukul secara langsung melaikan hanya hembusan angin dari pukulanya, Ia berhenti 2 cm sebelum tekena bada peserta.
"Jenius... Ini gila. Aku harus mendapatkan nya apapun caranya" ucap penatua skete Teratai
"Sampah" ucap Lin Vee
Tersisa murid skete Ular Dewa dan 1 pertualang yang sudah berkeringat dingin ia merasa ngeri terhadap pemuda itu yang tak lain itu vee.
"Sialan dia menyembunyikan kultivasinya..." gumam Yun Xu murid skete ular dewa
"Aku harus berhati-hati dan mewaspadai orang itu, orang itu kuat sangat kuat. Lebih kuat dari guru dari auranya saja aku menyadari. Tapi kenapa orang sekuat itu mau ikut turnamen ini?" gumam peserta yang lolos je tahap selanjutnya di Arena 8.
***
Di sisi lain Caroline sedang bermain main peserta di arena 1.
Para penonton bersorai mentoraki caroline ada juga yang merasa kasian terhadap peserta arena 1 dipermainkan seorang wanita merupakan hinaan terbesar.
"Aku menyer-..." belum selesai mengucap
Bukk....
Booommm....
Seorang peserta melesat bagaikan peluru menghantam tembok dan membekas seperti jaring laba-laba
"Sialan beraninya kau...
__ADS_1