![Misterius Ai System [End Vol.1]](https://asset.asean.biz.id/misterius-ai-system--end-vol-1-.webp)
Hantaman keras dari lesatan pukulan caroline, padahal ia telah menahan kultivasinya ke tahap Raja Alam *3. Namun memang dalam kontrol caroline masih perlu menyetabilkan kultivasinya agar tidak goyah.
"Beraninya kau..." ucap salah satu penatua skete Kalajengking Salju
Melihat murid jeniusnya menghantam pagar pembatas dan nampak mengenaskan, tentu sebagai skete yang masuk jajaran top 10 akan malu dengan penghinaan ini.
Mau di taruh mana muka skete bahkan tak mampu melawan wanita, di dunia itu deskriminasi terhadap wanita sangat tinggi. Wanita selalu di rendahkan dan tak dipandang.
Lin Vee yang di sebelah podium menatap orang yang berkata barusan dengan aura membunuh nya tanpa sungkan dan hanya memfokuskan di penatua Kalajengking salju.
Bruk...
Penatua skete tersungkur...
Penatua itu bernama Huo Lan, Ia sepertitertimpa puluhan gunung. Ia yang berada di tahap Half Menengah tetap memuntahkan seteguk darah.
"Sialan siapa yang berani menekan ku..." sambil mencari orang yang menekan nya.
Sampai ia memfokuskan ke seorang pria yang familiar. Hou Lan mengerutkan keningnya...
"Bukan kah itu pemuda di arena 7, kenapa ia menekan ku" gumamnya
"Apa-apaan kekuatan ini, mustahil bocah itu dapat menekan ku. Kultivasiku bahkan jauh di atasnya" gumamnga sambil menggertakan gigi
Penatua Hou Lan melihat bocah yang tak lain Lin Vee berda di Penyempurnaan Qi tingkat 1. Makanya ia berani beragumen seperti itu, jika ia tau bahwa pemuda itu berda di tahap Immortal emperor pasti ia akan menjatuhkan rahangnya.
Lin Vee sambil menyilangkan kedua tangannya menatap tajam penatua Kalajengking salju
Beberapa penatua dan murid yang duduk di dekat penatua Hou Lan heran mengapa penatua seperti di tekan sesuatu. Mereka tau akan kekuatan penatua hou sudah berda di half menengah.
"Apa yang terjadi pada mu penatua Hou?" tanya penatua Juan Xi
"Dia... pemuda di seberang" sambil menujuk pemuda yang duduk dengan arogan
__ADS_1
"Sial entah apa yang mendasari pemuda itu menekan ku" gumamnya
Juan Xi menyipitkan matanya dan berfikir
"Seberapa kuat pemuda itu bisa menekan penatua hou yang sudah di tahap Half Menengah, dan masalah apa yang dilakukan penatua hou hingga menyingungnya" gumamnya
"Bukanya pemuda itu hanya berada di Penyempurnaan Qi" gumamnya
Sesaat ia baru menyadari...
"Sial pemuda itu..." Di terkejutanya penatua Juan Xi berdiri di atas kursi
"Di- Dia... Menyembunyikan kultivasinya bahkan aku tidak dapat melihat tikat kultivasinya, Mustahil. Penatua Juan sebenarnya dapat melihat 5 tahap kultivasi, sedangkan ia sekarang berada di tahap Kesatria Suci *9 selangkah menuju tahap Half Rendah.
Paling tidak pemuda itu berada di tahap Holy Dao atau malah di atasnya. Sial sungguh mengerikan dan kenapa seorang sekuat itu berada di alam rendah ini. Kenapa penatua hou menyinggung orang yang semengerikan ini" gumamnya merinding sambil menatap penatua Hou
***
Tiba-tiba suara terdengar di kepala penatua Hou
"Jangan berani-berani kau membentak wanitaku" ucap Lin Vee dengan telepati yang dapat di dengar penatua hou.
"Hah..? wanita? kapan aku pernah menyinggung wanita pemuda itu?" gumamnya
"Apakah wanita yang mengalahkan murid jeniusnya merupakan wanita pria itu. Sial..." gumamnya
Lin Vee lalu menarik auranya dan tak lagi menghiraukan penatua itu.
Penatua Hou lega aura itu sungguh mengerikan, enatah berada di tahap apa pemuda itu dan entah berapa juta yang sudah di bunuhnya hingga punya aura membunuh yang pekat.
Ia juga merasakan itu bukan kekuatan sebenarnya.
Penatua Hou langsung mermeditasi memulihkan dirinya dari tekanan tersebut.
__ADS_1
Beberapa saat...
"Huh..."
"Kita jangan menyinggung pemuda itu, jika bisa kita harus menjadi skekutu pria itu" ucap nya kepada penatua lainya.
Penatua lain nya paham dan mengangguk mengerti...
***
Caroline tampak senang terlihat dari raut mukanya yang bersinar.
"Vee gege ternyata peduli terhadap ku, aku tak akan membuatnya menunggu lama" guamamnya
Boommm...
Ledakan keras membuat arena 1 hancur parah, semua peserta lengser dan menyisakan caroline saja.
Setelah caroline di umumkan sebagai pemenang ia lalu melesat ke arah vee gege, langsung memeluknya manja.
"Ada apa ini kenapa kau begitu manja..." Lin Vee heran dengan line'er namun ia tak terganggu.
Disisi lain nona xion melihat pertempuran Lin Vee semakin terpukau namun di sisi lain ia merasa iri terhadap caroline yang selalu dekat dengan Lin Vee.
Ia juga sadar Caroline pantas di sandingkan dengan Vee dari segi kecantikan dan juga kekuatan tidak ada aspek yang kurang dari caroline.
Kaisar melihat tatapan murung dari anaknya mengarah ke pemuda yang ia juga tau itu siapa.
Pemuda itu sedang bermesraan dengan wanita yang biasa denganya, dan melihat anaknya cemburu.
"Hah... Masa muda....
...Bersambung......
__ADS_1