![Misterius Ai System [End Vol.1]](https://asset.asean.biz.id/misterius-ai-system--end-vol-1-.webp)
Mari kita lanjukan kembali...
Barang ke-3
"Batu misterius, kami tidak dapat mengkonfirmasi batu tersebut. Langsung saja 100 koin emas, kenaikan harga 50 koin emas. Lelang di mulai..." ucap host
Nampak tak ada yang menawar batu tersebut, yah dikarenakan batu tersebut tidak tau buat apa.
[Tuan beli batu itu, batu itu adalah sebuat telur ras naga]
Lin Vee menyipitkan matanya mendengar AI mengatakan nya. "hah ras naga?.."
"150 koin emas..." ucap vvip 5
"Karena tidak ada yang menawar, selamat vvip 5 berhasil mendaparkan batu misterius." ucap host
Banyak peserta lelang yang menganggap ruang vvip 5 adalah orang bodoh yang membeli batu yang tak berguna. Lain cerita jika mereka tau batu itu adalah telur ras naga.
***
Selang beberapa waktu sampailah di 5 barang terakhir.
Barang ke-16. Host pembawa acara membawa kotak kayu, saat di buka aroma pil menyebar dan sangat harum.
"Barang kali ini adalah 5 botol pil penempa lv.5 Tingkat sempurna. Tentu sudah tau kegunaan pil ini, pil ini dapat menempa jiwa sangat penting bagi alkemis." ucap host
"Harga 10 Juta koin emas per botol, tiap botol berisi 10 pil. 5 botol \= 50 Juta Koin emas, kenaikan harga tak kuranf 10 Juta. Lelang dimulai..." ucap host pembawa lelang
"500 Juta koin emas..." ucap vvip 5
"Sialan aku harus mendapatkanya" ucap gadis di ruang vip 8
600 Juta koin emas... vip 8
700 Juta koin emas... vvip 3
800 Juta koin emas.. vip 8
"Tidak ada lagi yang menawar?" wajah senang nampak di wanita muda di vip 8. saat ketukan kedua seorang menawar.
"1 Milyar..." ucap VVIP 1
"Gila 1 Milyar koin emas" ucap seorang dari lantai 1.Penonton lelang riuh, harga yang fantastic
"haha" tawa seorang pemuda.
"Nona Xion aku akan memberikan pil itu jika kau menikah dengan ku"
vip 8, merasa jijik terhadap pangeran Peng yang dari dulu ingin menikahinya dengan berbagai cara. Tapi ia butuh pil itu untuk alkemis di keluarga nya untuk menyembukan ibunya yg terkena racun yang mematikan.
"Sial, aku hanya membawa 1 Milyar koin emas" gumam putri Xion.
Namun beberapa saat kemudian...
"2 Milyar..." ucap vvip 5
Memecah keheningan "siapa kau berani-beraninya menantang ku" teriak vvip 1
"Tawarlah jika kau masih memiliki uang..." ucap vvip 5 tak lain Lin Vee
"3 Milyar..." ucap vvip 1 dengan kesal
"5 Milyar..." ucap vvip 5 Dengan nada datar
Disisilai jiwa miskin para peserta lelang lain meronta-ronta, "Apa-apaan mereka ini" ucap seorang yang melihat harga yang gila.
"Anak penghabis harta mana yang berfoya-foya segila itu membuang milyaran emas hanya untuk sebuah pil?" itu yang ada di otak mereka.
"Sialan" ucap geram pangeran peng
"10 Milyar..." ucap vvip 1.
beberapa saat.., Lin Vee terdiam tidak menawarnya lagi.
"Sepertinya tidak ada yang menawar. selamat tuan vvip 1 memenangkan lelang barang ke-16." ucap host
vvip 1 meremehkan vvip 5 "Kehabisan uang? hah berani sekali menantang ku" ucap pangeran peng dengan arogan
vvip 5 hanya terkekeh kecil... yang tak lain Lin Vee
"Bodoh" gumam vee
__ADS_1
Dilain sisi vip 8 nampak sedih iya takut harus menikahi pangeran peng baru bisa menyembukan ibunya. karena pil itu satu satunya kunci.
"Bagaimana nona xion apakah menerima tawaran ku untuk menikah?" dengan wajah penuh nafsu..
Beberapa detik sebelum menjawab, Ada suara telepati yang mengatakan...
"Aku punya banyak pil penempa jiwa lv.5 tingkat sempurna" Ucap seorang pemuda yang nampak dari suaranya dan xion mengenalinya seperti suara vvip 5. Xion terkejut karna telepati hanya bisa digunakan ketika berada di tahap prajurit alam
"Bagaimana nona xion?" mendengar suara tersebut menyadarkan dari keterkejutanya. baiklah aku butuh bantuan mu.
"Aku tidak sudi menikahi mu" ucap vip 8
"Haha tidak mengira bahwa pangeran peng ditolak mentah-mentah" ucap vvip 4. Seorang kakek tua, melihat drama bucin di depanya.
"Wanita jala*g, akan ku ingat" gumam pangeran peng yang dimerasa di hina di muka umum.
***
Sesaat kemudian Barang ke-17.
Tiba-tiba 4 orang menggotong sebuah kandang besi yang yang tertutup kain hitam. Barang kali ini, saat di buka kain hitam. Sebuah nudak elf, para bangsawan bersorak dengan tatapan nafsu.
Yah di dunia itu masih ada perbudakan, untuk budak laki laki akan di jadikan sebagai pekerja kasar sedangakan budak perempuan akan di jadikan sebagai pembantu dan pemuas nafsu. Diskriminasi terhadap budak sangatlah tinggi, mereka di anggap hewan.
"Elf ini merupakan kultivator berada di tahap Penyempurnaan Qi *7 serta masih Peraw*n...", ucap pembawa acara. Harga 5 Juta koin emas, kenaikan harga tidak kurang 1 Juta koin emas. Lelang di mulai...
"6 Juta..."
"7 Juta..."
Tiba-tiba system berbicara...
[Tuan beli budak elf itu, elf itu merupakan putri kerajaan elf yang di culik dan memiliki bakat yang luar biasa dan system merasakan suatu yang aneh]
Lin Vee mengerutkan keningnya, "ternyata begitu..."
Harga sudah melambung tinggi hingga harga ratusan juta. Yah karena elf tersebut berparas cantik dan masih mulus.
"450 Juta..."
"500 Juta..." ucap vip 7
...
"1 Milyar..." ucap vip 7
Vip 7 merupakan salah satu anak bangsawan di kekaisaran Ling. Kebiasaanya adalah meniduri para wanita, bahkan nama baiknya sudah di cap buruk di kekaisaranya. Wajah penuh nafsu menatap budak elf, Ia sudah membayangkan nya.
Saran system selalu memberikan keuntungan, tentu vee tidak akan melewatkanya, dan juga elf itu emang sangat cantik. "System berapa poin tukarku sekarang"
[Poin tukar tuan 431.560]
"Tukarkan dengan koin platinum"
[1 poin tukar \= 10.000 koin platinum]
"Baiklah tukarkan 200.000 poin tukar"
[Berhasil menukar 200.000 poin tukar menjadi 2 Milyar koin platinum]
***
Sesaat ketukan ketiga Vee melancarkan aksinya.
"10 Juta..." ucap vvip 5
"Tuan apa tidak salah, harga sekarang sudah mencapai 1 Milyar koin emas", ucap host.
vip 7 menertawai ruangan vvip 5.
Semua peserta lelang juga bertingkah demikian.
"Ah tidak... itu merupakan 10 Juta koin platinum... " ucapnya lagi vvip 5
Semua orang yang ada di pelelangan terkejut, karena koin platinum hanya di miliki keluarga kekaisaran dan juga keluarga kekaisaran tak akan memiliki kekayaaan sebanyak itu.
Semua orang menebak-nebak siapa yang berada di ruangan vvip 5. Tentunya vip 7 mengerutkan keningnya dan berniat merebut budak elf setelah pelelangan usai.
Selamat vvip 5 memenangkan barang ke-17.
"Mari kita lanjutkan ke barang ke-18. 5 botol pil penempa tulang lv.5 tingkat sempurna. Harga 50 Juta, kenaikan harga tak kurang 10 juta. Lelang dimulai." ucap host
__ADS_1
"60 Juta.."
"70 Juta.."
Harga naik hinga di dapatkan oleh peserta vvip 3, dengan harga 800 Juta koin emas.
Sisanya tak menarik bagi Lin Vee, pelelangan pun selesai. Vee berjalan ke tempat pembayaran pembayaran ruang vvip terpisah tiap ruangan memiliki tempat pembayarannya sendiri untuk menjaga identitas.
Saat masuk ruangan terdapat manager yang menyambut.
"Berapa yang harusku bayar" ucap vee
"Setelah semuanya tuan tidak perlu membayar dan ini 2 Milyar koin emas" ucap manager sambil memberikan cicin penyimpanan.
Lin Vee menghadap ke budak yang tertunduk. Setelah memasangkan segel budak dan mendapatkan semua barang vee meninggalkan pelelangan Dewa Bulan.
***
Ditengah keramaian kota, Lin Vee beserta budaknya berjalan menuju kekediamannya. merasa ada yang mengikuti, Ia berinisiatif menuju hutan.
Dirasa tempat yang cocok
"keluar kalian aku tau kalian mengikuti ku"
Munculah 5 orang berpakaian hitam dan ranah kultivasinya berada di tahap penyempurnaan Qi *5 dan 1 Penyempurnaan Qi *9, selangkah lagi menuju tahap Penyempurnaan Roh.
Melihat sosok bertopeng memiliki Penyempurnaan Qi *1, pemburu bayaran dengan pd
"Berikan budak itu dan patahkan tangan mu kami akan membiarkan mu hidup" ucap salah satu pembunuh bayaran.
"Hanya Penyempurnaan Qi *9 saja terlalu sombong" ucap pria bertopeng
"Aku sendiri yang akan membunuh kalian" ucap vee
Para pembunuh bayaran saling menatap dan tertawa terbahak-bahak, tahap Penyempurnaan Qi *1 menantang tahap Penyempurnaan Qi *9 . Tentunya mereka tertawa...
Tanpa basa basi, Vee mengeluarkan pedang tingkat diamon lalu menebas kaki semua pembunuh bayaran tampa serangan balik.
Dasar sampah bahkan aku hanya mengeluarkan 10% kekuatanku kalian tidak mampu merespon.
Melihat kaki mereka terpotong membuat semua pembunuh bayaran menatap ngeri pemuda bertopeng. Lalu Lin Vee membuka aura kultivasi ke tahap Prajurit Alam *1.
Membuat tentara bayaran memohon belas kasian. Karena hidup mereka dengan mudah di ambil pria itu.
"Maaf? Sudah terlambat" ucap vee sambil membuat wajah mengerikan.
Vee memotong tangan suara jeritan kesakitan terus berbunyi. hah kalian berisik sambil menaik lidah pembunuh bayaran dan memotongnya. "Nah begini lebih baik tenang damai"
Dalam batin pembunuh bayaran "sial jika tau target mereka merupakan Prajurit Alam mereka tidak akan mau menerima misi tersebut" gumam para tentara itu.
"Hah aku sudah bosan" ucap vee
Lalu Lin Vee memenggal semua pembunuh bayaran. Budak elf yang melihat kejadian tersebut memandang pria bertopeng dengan tatapan ngeri dan juga iya sudah berfikir akan menjadi pemuas ranjang peria bertopeng tersebut.
Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak elf tersebut. Dan membawanya kesebuah penginapan serta menyuruhnya membersikan diri.
Setelah membersihkan diri elf tersebut duduk di ranjang dengan gugup.
Terdengar suara pintu terbuka dan nampak pria bertopeng menatapnya. Lalu vee membuka topengnya dan nampak pemuda tampan.
"Siapa nama mu?" ucap vee
"Perkenalakan tuan nama hamba cintia" ucap budak itu dengan wajah menunduk.
Lin Vee menjentikan jarinya dan segel budak menghilang, melihat segel budak menghilang membuat budak elf terkejut.
"Aku memberimu 2 pilihan. pertama tetap mengikutiku, kedua pergi dari sini atau bebas" ucap vee yang mengejutkan cintia
Budak elf terkejut karena orang yang membelinya berbeda. Sebenarnya ia bisa saja bebas namun ia berfikir mengikuti pemuda di depanya tidaklah buruk, Tanpa berfikir panjang cintia mau mengikuti tuan.
"Bagus" ucap vee
"Mari kita tidur" ucap vee pelan namun bisa didengar cintia. Wajahnya menjadi merah merona.
"Besok kita akan bertemu nona Xion" ucap Lin Vee.
Lalu vee merebahkan badanya di ranjang dan tertidur.
Melihat tuan barunya tidak bereaksi apa-apa cintia membranikan diri menoleh dan ia melihat tuanya sudah tertidur dengan pulas.
"Memang tuan kali ini berbeda, dari orang-orang lainya" gumam cintia lalu ikut tertidur di sebelah Lin Vee.
__ADS_1