Misterius Ai System [End Vol.1]

Misterius Ai System [End Vol.1]
Ch-023. Misteri


__ADS_3

Kabar keadaan anak penatua skete bangau telah sampai ke berbagai tempat. Topik tentang tuan muda Hou jadi perbincangan tiga hari belakangan.


Dikabarkan tuan muda Hou telah salah menyinggung seorang pria bertopeng di suatu penginapan di kota Bou.


Namun banyak orang yang mengira orang bodoh mana yang sengaja menyinggung anak penatua dari skete Bangau. Sudah pasti tamat pria bertopeng tersebut.


***


Disebuah aula yang cukup besar berkumpulah penatua dan petinggi skete Bangau membicarakan kasus Hou putra dari penatua Du.


"Sialan siapa yang berani melukai salah satu jenius kita" ucap salah seorang mengawali percakapan.


"Sepertinya orang yang di singgung putra mu tidak sederhana" ucap seorang penatua sambil mengelus jenggotnya.


"Aku melihat ada array pengunci jiwa, yang berarti nyawa anak mu sepenuhnya berada di pria bertopeng itu" timpalnya kembali.


Sebagian penatua dan petinggi memakai muka serius, mereka tau teknik pengunci jiwa bukan sesuatu yang di anggap remeh. Pemakainya harus memiliki jiwa tingkat grand master keatas, sedangkan menempa jiwa lebih sulit dibandingkan meningkatkan kekuatan.


"Sial.., apa tidak ada kesempatan" ucap penatua Du yang sudah emosi dan dendam. Membuat anak jenius dan kebanggaan nya menjadi sampah tak berguna.


"Ada satu cara, kita harus memanggil leluhur" ucap salah satu petinggi.

__ADS_1


"Tapi leluhur sedang melakukan kultivasi tertutup, dan ini sudah lebih dari 1000 tahun" ucap salah satu penatua.


"Namun itu juga pilihan kita, baiklah sudah di putuskan"


***


Lin Vee muncul dari kekosongan di sebuah gua yang cukup jauh dari pemukiman. Ia membeli ranjang yang cukup untuk empat orang.


Tak lupa ia memasang penerangan dan penghangat ruangan serta array tingkat tinggi di mulut gua agar moster tidak masuk saat tertidur dengan lelap.


"Line'er tidur duluan lah" sambil menunjuk kedalam gua.


Melihat itu, caroline lalu masuk saja nurut. Walaupun selama ini tuanya cuek terhadapnya namun ia dapat melihat bahwa tuannya kadang menunjukan rasa kawatir terhadapnya.


Diberikan sedikit perhatian saja sudah merupakan kebahagian tersendiri bagi caroline.


Lin Vee melirik, melihat bahwa Line'er telah tertidur.


"Pak tua" ucapnya


set...

__ADS_1


Muncul seorang pak tua duduk di sampingnya, mereka nongkrong diatas gua.


brak...


Muncul sebuah meja dan dua buah botol sake, "pak tua aku ingin tau kenapa saat pertama bertemu kau tak langsung menyerang ku"


Sambil meminum sake..


"Hah.. entah lah aku merasa familiar dengan aura di tubuhmu"


"Jadi begitu kukira ada alasan lain" ucap Lin Vee sambil memandangi langit berawan.


Ia tak menyangka sudah mengalami banyak hal, ia sudah 7 bulan sejak ia direngkarnasi.


Sebenarnya ia merasa banyak kejanggalan, ia terkadang diperlihatkan sebuah ingatan di aula yang sangat besar dan banyak orang berkumpul dan tunduk ****sensor... dan kepalaku menjadi pusing.


Setiap kali ku menanyakan prihal penglihatan itu kepada system hanya mengatakan "Tuan akan segera tau"


Jawaban ambigu dari systemnya membuatnya binggung, lalu ia memutuskan dalam beberapa waktu kedepan ia akan naik kedunia atas untuk mencari tau penglihatan tersebut.


Ia juga pernah menanyakan kepada pak tua prihal penglihatanya, saat pak tua berbicara serasa ada suatu kekuatan yang membekokan waktu dan itu membuatku semakin yakin terlalu janggal.

__ADS_1


"Baik lah pak tua, 1 bulan dari sekarang aku akan naik kedunia atas" ucap Lin Vee sambil menatap langit...


__ADS_2