Misterius Ai System [End Vol.1]

Misterius Ai System [End Vol.1]
Ch-025. Mendaftar Menjadi Petualang l


__ADS_3

Di sebuah gua yang cukup jauh dari pemukiman, seorang pria yang sedang menatap seorang wanita yang masih tertidur dengan nyenyak.


Mulai ada pergerakan dari klopak matanya, sesaat caroline melihat tuanya memandanginya.


"Pagi Line'er" ucap lembut Lin Vee serta senyum manis.


Caroline masih mencoba ngumpulin nyawanya dulu sebelum tersadar sepenuhnya. Ia berfikir ia sedang berhalusinasi.


Ia mengucek-ngucek kedua dan menatap kembali Lin Vee.


Eh...


"Vee'gege, sudah berapa lama kau melihat ku" sambil mengelap air liur yang kluar.


"Lumayan lama" ucapnya lalu memegang pucuk kepala Line'er.


"Ayo kita akan jalan-jalan" Lin Vee sambil berdiri.


***


Pak tua sekarang merupakan penjaga bayang dari Lin Vee karena membawa kake tua kemana-mana itu aneh.


"System dimana lokasi Asosiasi Obat, ku dengar ada sebuah asosiasi di benua barat"


[Asosiasi terletak di ibukota kekaisaran, kearah utara 72 mil]


"Baiklah" Lin Vee mengeluarkan fround ark


Ia naik bersama line'er, perjalan memakan waktu 2 jam.


Waktu berlalu begitu cepat tak terasa beberapa mil lagi akan sampai pinggiran ibukota kekaisaran Jiling.


Baiklah kita turun...


Caroline mengikuti Lin Vee dengan kecepatan stabil melesat menuju gerbang kekaisaran.


Seperti biasa ada dua pintu masuk satu nampak antrian panjang dan kedua tampang senggang.


"Ah.. sial aku lupa mendaftar di guild petualang" gumamnya


Memiliki kartu rank B keatas dapat bebas kluar masuk kekaisaran manapun tanpa membayar pajak.


Di sela mengantrinya


"System apakah ada guild petualang di kekaisaran Jiling" penasaran


Jika ada itu akan membuatnya simple tidak perlu bolak balik pergi ke kekaisaran Hanzo.


[Ada tuan, Guild Blood Moon]


"Jelaskan"


[Guild blood Moon merupakan guild yang memiliki kekuatan yang bisa di pertimbangkan, dari segi kekuatan,ekonomi. Guild ini memiliki cabang lainya di alam tengah, atas, bahkan alam nirwana aggung untuk tinggkat selanjutnya. Otoritas tuan belum mencukupi.]


Sampai didepan penjaga gerbang ia langsung melempar 1 koin emas.


"Ambil saja sisanya" Lin Vee


"Terimakasih Tuan" ucap dua penjagga

__ADS_1


Lin Vee melirik caroline nampak kurang beremangat, ia berinisiatif manggandeng tangan caroline.


Bluss...


Tampak dengan jelas dalam tunduknya mukanya telah merah merona.


Caroline perlahan menatap pria di sampingnya yang sekarang sedang mengenggam tanganya, kemudian ia hanya tersenyum.


Kemesraan pasangan muda itu di lihat banyak mata, banyak dikumpulan kaum hawa iri dengan gadis itu begitu pula sebaliknya.


Lin Vee menarik tangan caroline


"Line'er ayo kita bersenang senang" ucap Lin vee sambil tersenyum lembut


Caroline juga membalas senyuman lembut tersebut.


***



Hari mulai malam, jalan mulai ramai di padati orang yang berlalu-lalang. Banyak hal yang dilakukan mereka berdua membeli berbagai pakaian, membeli aksesoris semuanya untuk melepaskan penat.


Lin Vee hanya ingin melihat senyuman itu tercipta untuknya, entah sejak kapan ia terakhir kali merasakan cinta. Di kehidupan lalu tak merasakan kasih sayang kedua orang tua sejak lahir, cinta nyaris sama sekali tak pernah merasakan cinta.


"Line'er kita pergi ke guild petualang baru setelah itu Asosiasi obat, ku fikir pengaruh guild juga penting"


Mereka berdua telah tiba di sebuah gedung yang sangat megah berlantai 7.


"Pantas saja memiliki cabang didunia atas" gumamnya.


Mereka berdua masuk bangunan guild banyak mata yang melihat mereka, Lin Vee mengabaikanya saja. Ditengah ruangan tersebut ada sebuah meja resepsionis.


"Kami berdua mendaftarkan diri menjadi petualang" ucap Lin Vee


petugas resepsionis mengeluarkan bola kristal yang dapat mengukur rank atau tingkatan kultivasi calon petualang.


Silahkan letakan tangan lalu alirkan mana ke bola kristal ini.


Lin Vee tidak menahan sama sekali..


krak...


Boom...


Bola kristal hancur berkeping-keping...


Tidak mungkin, bola kristal ini dapat mengukur hingga tahap Kesatria Suci *3.


Banyak orang yang sedang duduk dan sedang melihat-lihat papan misi menatap kearah keributan di meja resepsionis.


Salah satu petualang tahap Raja Alam berkata, "coba ganti bola kristal mungkin bola kristal itu rusak" lalu dia tertawa dan kawan-kawanya.


Lin Vee mengabaikanya.


Bola kristal trus hancur dan semua persedian bola kristal telah habis. Semua orang di guild tercengang dan menerka-nerka seberapa kuat pemuda itu.


"Line'er ayo kita duduk di kursi itu"


Caroline telah duduk ketika Lin Vee hendak duduk ia di panggil petualang tahap Raja Alam yang meremehkanya tadi, petualang itu bernama Jack.

__ADS_1


"Hei bocah kemari" ucap Jack


sudah kebiasaan mengerjai anak baru...


Lin Vee mengacuhkanya dan duduk dengan tenang sambil menunggu resepsionis melaporkan ke atasannya.


"Sialan, Jack menghampiri Lin Vee"


5 meter sebelum sampai..


Bruk....


Tubuh jack jatuh tak berdaya seperti di tekan oleh puluhan gunung, beberapa tulangnya patah. Ia menatap pemuda itu.


Lin Vee mengeluarkan aura yang sangat besar bertujuan supaya ketua guild keluar, sebelumnya systemnya memberi tahukan tentang ketua guild.


Ia juga telah berubah ke mode yang sangat mengerikan merubah penmpilan versi raja serigala darah kepala 3 dengan symbol di dahinya, namun mode ini hanya bisa di lihat bagi mereka yang memiliki rank Holy Saint keatas


***


Resepsionis yang melihat pengujian Lin Vee berlari menuju ketua guild.


"tok.. tok..."


"Masuk"


"Ada apa" ucap ketua guild


"Kami menemukan dua orang calon petualang memiliki kekuatan tak terukur bola kristal pengukur kita hancur saat ia mengalirkan kekuatannya.


"Apa" ketua guild menghentakan meja hingga patah.


Namun ada aura merembes yang sangat besar, ketua guild yang berada di tahap Tyrant *7 tau betul aura ini.


"apa yang terjadi di bawah" ketua guild merasakan aura familiyar.


Ia segera turun...


Ia melihat seorang pemuda iya tau itu Jack yang sedang di tekan oleh sesuatu.


Saat ketua guild melihat orang yang menekanya terkejut bukan main ketua guild.


Ia tanpa ragu langsung bersujud, menyembah dengan penuh hormat.


"Yang Mulia Aggung telah kembali" ucap ketua guild sambil bersujud.


Vee melihat ketua guild bersujud merasa risih...


"Kenapa kau bersujud didepan ku, berdirilah" ucap Lin Vee dengan nada datar


"Hamba tidak berani Yang Mulia" ucapnya dalam posisi semula


"Apa kau dapat melihat wujut asli ku?" tanya Lin Vee walau ia udah tau.


Ketua guild hanya menganggukan kepala, dalam posisi bersujud.


Ketua guild sangat paham tentang wujud itu, wujud indah nan Aggung namun mengerikan dibaliknya.


Semua orang di guild hening tidak ada suara sama sekali, Jack yang sedang di tekan mendengan ucapan ketua guild memanggil pemuda di depanya Yang Mulia Aggung.

__ADS_1


Apakah hidupnya akan berakhir....


__ADS_2