![Misterius Ai System [End Vol.1]](https://asset.asean.biz.id/misterius-ai-system--end-vol-1-.webp)
Para kelompok yang membuat kerusuhan menyipitkan matanya, melihat satu rombongan masih duduk diam tak bergeming. Serasa mereka telah di remehkan...
Namun ketika mereka mendekat mereka meliat kelompok Jimmy yang cukup di segani dikota, membuat nyali mereka menciut. Mereka merupakan kelompok yang sering membuat ulah tingkatan mereka berada di tahap Penyempurnaan Qi *5 namun sudah belaga sebagai seorang penguasa.
Banyak pedagang kecil yang selalu diperas dan kadang kala mereka bermain wanita.
Namun tidak lagi dengan sekarang, mereka telah salah menyinggung orang. Mereka bertiga mengeluarkan kringat dingin, sambil berjalan mundur.
"Enak saja kalian berani kabur, kalian sudah mengganggu nafsu makan ku" ucap pemuda di sisi rombongan Jimmy dan kawan-kawan. Dengan tatapan acuh tak acuh terlihat begitu sombong.
"Sialan siapa kau" ucap salah satu petualang itu membentak.
Para kelompok itu tidak merasakan aura kultivasi. Jadi mereka sangat yakin bahwah pemuda tersebut hanya warga biasa.
"Di sisi lain teman-teman jimmy, habis sudah orang yang tidak seharusnya kalian singgung justru pria bertopeng tersebut" gumam semua anggota party.
"Sungguh bodoh aura kultivasi tidak dapat dilihat antara orang itu memang benar warga biasa yang tidak berkultivasi dan yang kedua kultivasinya terlalu tinggi" gumam caroline mengeleng-gelengkan lepalanya.
Salah seorang bernama Hou, ia merupakan anak dari salah satu penatua di skete bangau. Itulah hal yang mendasarinya berbuat semena-mena terhadap banyak orang.
__ADS_1
"Kalian berdua bunuh pria bertopeng itu, dan untuk wanitanya biar aku yang mengurusnya" ucapnya lantang.
Belum sampai sepersekian detik...
Keduanya merasakan dingin dikedua lengan mereka.
Bruk... (suara tangan yang jatuh terlepas dari tubuhnya)
Arhhhhh..... Kedua orang suruhan Hou terjatuh dengan ekspresi takut dengan raut muka menahan sakit.
Tapi tidak berhenti disitu.
Kedua orang suruhanya kembali mengerang kesakitan.
Arhh... "Mohon nyawa kami, kami hanya disuruh tuan Hou" ucap salah seorang yang putus asa.
Sebenarnya Lin Vee sekilas terlihat tetap duduk dikursinya, namun dengan kecepatan diluar nalar dan tidak dapat diikuti oleh mata. Gerakan tersebut seperti hanya sebuah hembusan angin.
Tentu kakek tua yang berada satu meja makan hanya menyaksikan, ia dapat melihat gerakan luarbiasa dalam hitungan sepersekian detik. Karena keberadaan kakek tua merupakan keberadaan yang seharusnya tidak ada di alam rendah, bahkan alam tingkat sembilan.
__ADS_1
"Kalian terlalu berisik" wes wes, tebas... dua kepala terputus dari tubuh dan darah berceceran di mana-mana.
Lin Vee menoleh menghadap tuan muda Hou dengan tatapan yang mengerikan.
Hou yang di tatap oleh pria bertopeng itu merasa dirinya berhadapan dengan kematian, kringat dingin bercucuran. Ia tak mengira hari ini akan kena karma.
"Jangan berani-berani kau menyakiti ku, aku merupakan anak salah satu penatua skete bangau" ucapnya menyombongkan diri.
"Dasar pengecut, hanya berani bersembunyi" ucap Lin Vee dengan muka datar.
Merasa pria didepanya tak bergeming, ia merasa percaya diri bahwa pria bertopeng itu takut oleh latar belakangnya. Tapi sayang sekali ia salah sasaran.
"Baiklah aku akan mengampuni mu jika kau bersedia memberikan gadis lacur itu untuk semalam, aku akan menjaganya. Tentu saja aku akan memberimu banyak harta" Ucap hou dengan tertawa.
Caroline sudah mengepalkan tangannya seperti siap menerkam pemuda yang merendahkan tuan serta dirinya. Auranya sedikit merembes yang membuat klompok jimmy berdidik ngeri.
puk...
Lin Vee menepuk pundak caroline sambil berkata " biar aku yang mengurusnya" sambil menampilkan wajah yang menyeramkan..
__ADS_1