Misterius Ai System [End Vol.1]

Misterius Ai System [End Vol.1]
Ch-030. Pulang


__ADS_3

Sesosok pria muncul di belakangnya dengan senyum lebar siap menerkam


plak...


Lin Vee dengan muka datarnya serta bekas tangan yang nampak di pipi kanan nya, sehabis kena tamparan maut.


"Maaf vee gege, lagian ini semua salah mu" ucapnya sambil mengembungkan pipinya.


***


Di kekaisaran duan 3 hari lagi akan mengadakan turnamen generasi muda untuk mendapatkan jenius. Acara ini dilakukan setiap 5 tahun sekali.


Di kediaman Lin sedang mempersiapkan untuk ikut berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Namun beberapa kali mengikuti turnamen, keluarga Lin selalu urutan terakhir.


Turnamen di hadiri dari berbagai tempat benua rendah


"Patriak persiapan segera selesai" ucap pelayan


"Baiklah lanjutkan sisanya" ucap patriak


"Baik" pelayan itu mengundurkan diri


Terlihat jelas patriak sedang memikirkan anaknya yang pergi sudah genap 2 bulan, sebagai orang tua tetap memproritaskan pilihan anaknya.


Boommm....


Ledakan yang berasal dari pintu gerbang


"Gawat patriak kita di serang" ucap prajurit


***

__ADS_1


Di sebuah penginapan


Lin Vee menjecubit pipi Line'er yang sejak tadi menggembung.


Aw...


"Vee gege itu sakit..." sambil memegang pipinya


Lalu vee mengusap kepala line'er sambil berkata, " besok kita akan pulang"


Caroline hanya menganggukan kepalanya


Setelah bersiap siap vee dan caroline pergi meningalkan kekaisaran hanzo. Melesat dengan kecepatan yang tak dapat di lihat oleh mata, karena malas Lin Vee mengeluarka profound ark nya dan menaikinya bersama line'er di susul kake tua.


Di sela waktu luang Lin Vee sering kali melakukan kultivasi untuk menyetabikan pondasinya agar tidak goyah, begitu pula dengan Caroline yang tak mau kalah.


Sedangkan kakek tua yang santai di dek profound ark.


Waktu berlalu terus berputar, perjalanan dari benua barat ke kediaman Lin memakan waktu 2 haru dengan kecepatan stabil. Tak terasa kurang 10 menit lagi sampai di kekaisaran duan.


"Line'er kita telah sampai..." ucap memanggil caroline


Tidak ada respon, akhirnya vee menuju kamar caroline. Lin Vee menyipitkan matanya melihat Line'er sedang molor dengan air liur nya.


pikirnya "Dasar wanita satu ini" sambil kedua tanyanya di pingang.


Lin Vee menjailinya dengan menutup hidungnya.


Tak lama mukanya memerah dan...


Hah... hah... ha...

__ADS_1


"Ahah... vee gege kau jahat..." ucapnya marah


"Ku pikir aku akan mati tadi" ucapnya lagi


Vee tertawa puas


"Lagian kau bisa-bisanya tertidur dimanapun. Memang kebo..."


"Ayo turun kita sudah sampai" ucap Lin Vee


Lalu mereka menuju gerbang kekaisaran, seperti biasa cek identitas. Karena para prajurit telah tau itu merupakan tuan muda keluarga Lin jadi Lin Vee dengan mudah memasuki kota.


Sesaat memasuki kota tak sengaja vee mendengar kediaman Lin sedang diserang oleh kekaisaran yang dulu ia bantai saat membunuh kawanan moster di hutan berkabut.


Lin Vee melesat dengan kecepatan yang tak terduga, spontan caroline terkejut dan heran mengapa tuanya terlihat terburu-buru.


Dengan sigap caroline melesat dengan kecepatan maksimal dengan perasaan campuraduk.


***


Di kediaman Lin tampak kacau banyak korban berjatuhan dan luka luka, banyak prajurit kekaisaran Chen yang menyergap kediaman Lin dimalam hari di pimpin oleh permaisuri kekaisaran chen. Orang tua Lin Vee beserta petinggi dan anak-anaknya di tawan dan di siksa.


Terutama Orang tua Lin Vee yang di siksa supaya memberikan informasi dimana letak anaknya, namun mereka bersih keras.


Disisi lain Lin Vee telah sampai dan melihat kediamanya hancur namun ia sadar orang tuanya berda di ruang bawah tanah yang merupakan penjara dan ruang penyiksaan.


Di sekitar kediaman pun masih banyak prajurit


Dengan emosi yang meluap-luap karena berani menyentuh keluarganya dengan kecepatan cahaya vee memenggal tiap prajurit dan menebasnya menjadi dua bagian.


Tak terlihat dan tak terasa, para prajurit tiba tiba tertebas satu persatu, prajurit yang melihatnya berdidik ngeri dan kocar kacir.

__ADS_1


"Kalian akan ku bantai sampai keakar..." ucapnya


"Berani menyentuh keluargaku sama dengan membuka jalan kematian...." ucapnya


__ADS_2