Misterius Ai System [End Vol.1]

Misterius Ai System [End Vol.1]
Ch-063. Pengakuan


__ADS_3

Caroline tersipu malu dengan menundukan kepalanya...


Setelah itu Lin Vee mengajak Caroline kesuatu tempat dan menghilang dari kediaman Caroline.


Mereka bedua muncul di sebuah gunung dengan pemandangan langit malam tanpa awan.


Lin Vee menyiapkan sebuah karpet diatas hamparan rumput hijau.


"Mari duduk.." ucap lin vee


"Ah ya.."


Lin Vee sangat menikmati suasana malam dengan menatap langit dengan hamparan bintang yang begitu cantik.


"Line'er mau mendengarkan sebuah kisah?" ucap vee memecah kecanggungan


"Boleh..." ucap Line'er


Mulai lah Lin Vee bercerita...


"Di tempat yang sangat jauh, hidup seorang pria yang hidupnya sebatang kara. Sejak kecil ia tak punya tempat dimana pun, bahkan mungkin teelahir kedunia itu merupakan sebuah kesalahan.


Hingga pemuda itu tumbuh dan bekerja dan sebuah kecelakan menghantam nya, dan pria itu meninggal di tempat. Hal sangat menakutkan Tak pernah mengalami kasih sayang, tak ada yang mengkhawatikarkanya, tak ada yang mencintainya hingga semua yang tidak ia dapatkan dikehidupan sebelumnya.


Hingga sebuah secercah cahaya memberinya kehidupan yang baru dan memberikan semua yang tak di milikinya dan menemukan wanita yang di cintai dan mereka bejuang bersama lalu..."


"Selesai" ucap Lin Vee


Caroline yang mendengarnya cukup sedih dan merasa sangat iba terhadap pemuda itu.


"Siapa pemuda itu vee gege?" tanya caroline


Lin Vee melirik, dan menghadap kelangit sambil menghembuskan nafas...


"Pemuda yang ku ceeitakan itu adalah aku" ucap vee


"Lalu wanita itu kamu, Line'er" ucap Lin Vee dengan serius

__ADS_1


Bluss...


Wajah Caroline langsung memerah seketika dan tersipu.


"Eh sebentar..." caroline berfikir sejenak tentang kisah vee gege


Hal itu mengejutkan Caroline, ia berfikir "Kehidupan sebelumnya?" gumam caroline sambil menatap Vee gege yang mesih memandangi langit


"Apakah di kehidupan sebelumnya vee gege meninggal karna kecelakan pesawat?" ucap spontan di lontarkan caroline


Sejenak Lin Vee sangat terkejut...


"Hah? mengapa ia bisa tau" pikir Lin Vee. Lalu vee bertanya "Mengapa kau menayakan itu" ucap Lin Vee.


Caroline tampak diam sesaat...


Kemudian ia mulai menceritakanyan tentang pengalamanya juga.


"Vee gege...


Sebenarnya aku juga merupakan seorang dengan ingatan kehidupan sebelumnya" ucap line'er


"Bagaimana kematian terakhirmu?" ucap Lin Vee dengan penasaran


"Aku bekerja di sebuah prusahaan AI di kota Semarang tahun 4120, Saat itu sebuah pesawat menabrak gedung prusaan kami dan aku tewas saat itu juga..."


"...Sebenarnya aku cukup curiga dengan mu vee gege, Nama mu dan nama nya sangat sama" ucap kembali Caroline


Lin Vee memegang kedua bahu caroline dengan tatapan tidak percaya apakah ini kebetulan atau takdir...


"Apakah kau Ceylina?" ucap Lin Vee dengan nada sedih


Caroline malah menjadi orang yang paling shok, ia tak menyangka pria di depanya merupakan pria di kehidupan sebelumnya.


Penyesalan terakhir Caroline dan Lin Vee di kehidupan sebelumnya adalah karna mereka tidak bisa mengungkapkan perasaan mereka ke orang yang dicintainya. Namun ternyata Tuhan berkehendak dan mempertemukan mereka meski telah berbeda dimensi.


Hix..hix.. (Caroline yang tersedu-sedu menangis)

__ADS_1


Lalu ia mendekap Lin Vee dengan erat seolah tak akan melepaskanya. Begitu pula dengan vee yang memeluk lembut caroline.


"Terima kasih tuhan enggkau telah mempertemukan kami" dalam lubuk hati yang terdalam.


Jujur saja ini sangat kebetulan ini takdir, bahkan kematian tidak dapat memisahkan kami.


(Caroline masih tersedu-sedu menangis bahagia)


"Line'er...


...Line'er aku ingin berbicara serius" ucap Lin Vee


Caroline Lalu melepaskan pelukanya dan mengelap semua air matanya.


Melihat caroline, vee berhalusinasi menatap wajah caroline di kehidupannya yang lalu.


"Huff..." (Vee menghembuskan nafas)


"Aku sebenarnya sudah menyukaimu di kehidupan yang lalu, aku pecundang" ucap Lin Vee


Caroline mengulurkan kedua tanganya di kedua pipi Lin Vee dan menatapnya dengan kasih sayang.


"Tidak kamu tidak pecundang, kamu berani berbicara tanda kamu berni" ucap caroline


"Baiklah,... (Lin Vee terduduk sambil mengambil sebuah cincin dari inventorynya)


"Line'er maukah kau menikahiku?" ucap Lin Vee


Dengan perasaan yang campur aduk dengan kebahagian yang meluap-luap, entah mengapa ia dapat di pertemukan dengan lelaki yang di kasihinya.


"Ya aku mau, Vee gege" ucap nya sambil mengangguk


"Namun kita akan menikah di alam bawah, sementara kita bertunangan dulu" ucap Lin Vee


Carolin hanya mengangguk dengan wajah tersipu.


(Saling memandang)

__ADS_1


Mereka mendekat dan bercumbu di bawah sinar bulan dan hamparan bintang yang gemerlap.


__ADS_2