Misterius Ai System [End Vol.1]

Misterius Ai System [End Vol.1]
Ch-044. Menetaskan Binatang Dewa


__ADS_3

"Hah system kau becanda..." ucap lin vee


Tentu hal itu membuat lin vee shock, mengerami telur.


"System tidak adakah cara lain"


[Tidak ada tuan]


"Sial.." gumamnya


Di dunia dalam dantian nya tak berefek dengan waktu dunia nyata, singkatnya mau bertahun-tahun vee berada dalam dunianya ketika ia pulang kedunia nyata waktu seakan berhenti.


Lin Vee tampaj mondar mandir memikirkan cara lain, namun hingga menjelang petang ia tetap tak menemukan ide.


"Huh.. seperti nya memang itu pilihannya" gumamnya


"System temukan sebuah gua dengan suhu lembab"


[Tuan pergi kearah timur 120 Mil, terdapat sebuah gua cukup besar dan lembab]


Lin Vee tanpa menunggu lama langsung melesat menuju gua yang di tunjukan system sesuai kordinat.


Tak butuh waktu lama cukup dalam 2 menit vee telah sampai. Ia membeli selimut sangat tebal untuk mendasari telur agar hangat mirip seperti sarang burung.


[Tuan juga harus mengaliri qi tuan, namun lebih cepat jika tuan memberi poin kehidupan]


Dengan bantuan system vee cukup terbantu, yah dia tak pernah menetaskan sebuah telur sebelumnya.


Sudah satu bulan vee siang dan malam menjaga telur tersebut belum ada tanda-tanda telur akan menetas.


"Hei telur sialan,.. berapa lama kau akan tertidur didalam sana" ucap lin vee yang mulai sedikit tidak waras berbicara denga telur


Namun ternyata itu berefek membuat telur itu bergerak walau pelan.


"Bagus ya... kau di hina baru muncul" gumam lin vee kesal

__ADS_1


Namun vee tak menyerah ia terus memberi kehangatan seperti seorang induk naga mengerami telurnya. Tentu dengan mengaliri poin kehidupan membuat mempercepat penetasan.


***


7 bulan kemudian...


Vee tertidur karena kelelahan di samping telur itu, tak lama telur itu bersinar keemasan...


Krak...


Kaki menendang cangkang telur yang tebal


Sampai terlihat bayi naga keemasan terlihat begitu imut, bayi itu melihat lin vee yang sedang tertidur dan merasakan qi dan poin kediupan dan menganggap vee sebagai mamanya.


Naga kecil itu menjilat muka lin Vee terus menerus...


tes.. tes..


Lin Vee merasakan ada air yang membasahi wajanya, ketika ia tersadar...


Dengan sigap naga itu menggigit tangan kanan Vee dan timmbul kontrak.


"Agh.. ,sial itu sakit..." guamam lin vee yang tak siap di gigit naga kecil


[Selamat tuan berhasil menjalin kontrak denan Binatang Dewa, Tuan telah menyelesaikan salah satu misi tersembunyi system]


[Tuan mendapatkan 1 kartu pemanggilan bawahan]


Lin Vee mengerutkan leningnya, ternyata telur tersebut Binatang Dewa dan lagi ia mendapatkan 1 kartu panggilan bawahan. Baru kali ini vee mendengar ada kartu dan misi tersembunyi sistem.


Tiba-tiba...


"Mama.. Mama" Suara terdengar di kepala Lin Vee


Lin Vee melihat kesekitar dan melihat naga itu bermain mengejar ekornya dengan ceria. Lalu mendekat ke vee...

__ADS_1


"Mama.. mama..." ucap naga kecil


Vee yang merasa di panggil, "Aku? mama?.., tidak panggil papa" ucap lin vee


Seolah naga itu paham "Papa.. papa..." ucap naga kecil yang masih polos


Vee tak menyadari di luar dunianya mengalami kekacauan bedar dengan mendatangkan hujan pertir kalpa yang menghancurkan desa-desa sekitar. Berita tentang fenomena itu menyebar keseluruh daratan dengan cepat.


Beberapa mengetahui kejadian langka tersebut merupakan fenomena lahirnya binatang dewa atau binatang suci.


Yang mereka heran adalah mana mungkin ada sebuah binatang dewa berada di alam rendah. Namun mau tidak mau mereka harus mempercayainya yah fenomena itu terjadi di depan mata mereka sendiri.


***


Lin vee tetap merawat naga kecil itu mengunakan tubuh bayanganya.


Lin Vee pun keluar dari dunianya, dan membuka pintu tampa line'er sedang tidur di kursi depan aula menjaga sesuai dengan printah vee.


Dengan lembun vee mengangkat bagaikan putri keatas ranjang, dan menyelimutinya.


Lin Vee mencium kening caroline sambil berkata "Aku mencintai mu" lalu pergi meninggalkan kamar Line'er


Lin Vee masih tidak berani untuk mengungkapkan langsung isi hatinya terhadap Line'er, karena vee belum memiliki pengalaman tentang cinta ataupun pacaran.


Di dunia sebelumnya vee terlalu fokus mengejar karir hingga melupakan tentang mencari pasangan.


Dalam hal pertarungan Lin Vee boleh jago namun dalam hal percintaan Nol besar, Ia juga menyadari ketidak mampuanya.


...


Sebenarnya Caroline mendengar itu semua, ia terbangun saat seorang mengangkat tubuhnya. Namun ia menyadari bahwa ia sedang di angkat oleh vee, dengan.mencium bau tubuhnya caroline sudah hafal.


Dan ketikaendengar pengakuan cinta lin vee, mulai lah timbul benih-benih cinta yang terus menumpuk dan suatu saat akan meledak pada waktunya.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2