Misterius Ai System [End Vol.1]

Misterius Ai System [End Vol.1]
Ch-066. Sparing


__ADS_3

Semua murid sekte yang di latih telah berkembang pesat dan meninggkat pula respect mereka terhadap guru mereka yang tak lain Lin Vee


...***...


Daerah yang tak jauh dari Camp Latihan, munculah sepasang lelaki dan perempuan yang tak lain adalah Lin Vee dan Caroline.


"Line'er apakah kamu merasakan qi ini" tanya Lin Vee


"Aku juga merasakanya" ucap Caroline


"Mari kita menuju kesana" ucap Vee sambil menggandeng tangan Caroline.


Dengan kecepatan penuh hanya perlu sekitar 2 menit saja untuk menempuh 741 Mil.


Disisi lain para murid terkejut oleh hawa kehadiran yang kuat, walau tampak samar sama namun itu bukan hawa kehadiran dari satu orang saja, melainkan dua orang.


Serentak semua murid berkumpul di halaman latihan karena merasaakan hawa familiyar.


Muculah sepasang orang yang melayang di ketinggian langit dan perlahan turun hingga menyentuh tanah.


"Salam kepada patriak" disambung


"Slaam kepada guru" Ucap serentak semua murid dengan salam beladiri.


Lin Vee mengankat tanganya menandakan supaya sudahi hormat mereka.


"Baiklah kalian boleh kembali latihan seperti biasa, Jadi lah terkuat agar kalian bisa menggapai puncak dan melindungi orang yang kalian lindung" ucap Lin Vee memberi semangat.


Karena kata-kata kecil itu membangkitkan semangat para murid yang 80% merupakan dari golongan biasa bisa di sebut warga sipil. Warga sipil atau rakyat jelata sering terdekriminasi sering di hina, di caci maki dan banyak hal pahit yang mereka lalui.


Hanyak sekte Pengungasa Langit yang di dirikan Caroline yang tidak memandang kasta atau elemen dalam masyarakat, semuanya tidak ada yang berbeda.


Itulah mengapa Sekte Penguasa Langit menjadi sekte terbesar di Alam Atas, Tidak ada perbedaan bahkan pemerintahan kerajaan sangat menghormati sekte penguasa langit sejak 400 tahun terakhir.


...***...


Xuan Fan di barisan paling belakang merasa sangat jengkel terhadap gurunya karena melihat orang yang di sukainya sangat dekat dengannya.


Namun Xuan Fan bukan orang yang serakah, ia lebih suka melihat dari kejauhan walau hatinya sakit. Gurunya merupakan sosok yang membuatnya kuat dengan pelatihan bak neraka namun semua itu efektif.


Xuan Fan melamun hingga ia berdiri mematung di area lapangan.


Setelah para murid bubar, perhatian Lin Vee beserta Caroline tefokus terhadap papan ranking. Lin Vee cukup terkejut baru dua hari ia meninggalkan camp pelatihan, sudah ada yang mencapai Ranah Teranseden?!


"Luar biasa" gumam Lin Vee


Gumaman itu terdengar dengan jelas oleh Caroline yang berada di sampingnya. Sebenarnya caroline juga kagum terhadap murid yang menerobos Ranah Teranseden.


Tapi Caroline sudah merasa yakin bahwa murid itu mampu, karena merupakan salah satu murid favorit dan jenius di sektenya.


Melihat Lin Vee melamun, Caroline menepuk pundak nya "Vee gege apa yang kau pikirkan?"

__ADS_1


"Ahh.. aku heran saja mereka sangat berkembang pesat" ucap Lin Vee


"Kukira kau memikirkan hal lain" ucap Caroline


"Line'er apa kau tau siapa murid yang bernama Xuan Fan itu" ucap Lin Vee


"Vee gege seharusnya sudah mengenalnya" ucap Caroline


"Siapa?" tanya Lin Vee penasaran


"Bukanya Vee gege yang menyelamatkan nya waktu murid itu di serang musuh" ucap Caroline


"Dia juga salah satu Jenius di sekte" ucap kembali Caroline.


"Jadi begitu, ternyata anak itu" gumam Lin Vee


"Vee gege..." ucap Caroline memanggil sambil menunjuk kearah arena latihan


"Ada apa" Sambil menengok kearah Caroline dan melihat kesekeliling apa yang ditunjuk Caroline.


"Kebetulan sekali..." gumam Lin Vee sambil berjalan mendekati pemuda yang berdiri di arena tanpa bergerak sedikit pun.


"Mau pergi kemana Vee gege" ucap Caroline penasaran.


"Aku ingin menemui pemuda itu, sebaiknya kamu berlatih saja. Apa lupa yang aku katakan saat perjalanan" ucap Lin Vee serius.


Melihat respon dari Lin Vee ia sampai lupa percakapan nya di perjalanan. Isi percakapannya Caroline di suruh berlatih untuk memanfaatkan qi 10000x lebih tebal dari biasanya, itu sangat menguntukan bagi caroline.


...***...


Xuan Fan masih berdiri dan melamun dan tak sadar seorang memperhatikanya dan mendekat hingga hanya berjarak 1 meter.


Akhirnya ia tersadar saat seorang tangan memegang pundaknya.


"Hahh... " respon Xuan Fan teekejut hingga jatuh.


"Kau tidak apa" ucap Lin Vee mengulur tangan nya.


"Ternyata guru... Mengagetkan ku saja" ucap Xuan Fan berdiri.


"Keamanan mu terlalu lemah" ucap Lin Vee


"Maafkan Murid, Murid menyadari kesalahan murid" ucap Xuan Fan tegas


"Bagus... aku suka sikap mu. Pertahankan" ucap Lin Vee


"Baik!!" Kembali ucap Xuan Fan tegas


Sebenarnya Xuan Fan kurang yakin dalam kekuatanya ia melompati 1 ranah itu gila, itu mustahil namun takada yang mustahil jika dia di latih oleh Lin Vee.


"Guru.. apakah murid ini dapat meminta sesuatu terhadap guru?" ucap Xuan Fan tegas tanpa ada keraguan sedikit pun.

__ADS_1


Melihat mata itu, Lin Vee menjadi penasaran apa yang murid ini mau, "Menarik, kau merupakan orang pertama yang memintaku sesuatu" ucap Lin Vee


"Ma-maaf kan murid ini jika lancang terhadap guru" ucap Xuan Fan yang terbata-bata


(Bodonya aku mengapa aku begitu lancang terhadap guru, aku tidak berhak meminta. sudah di perlakukan layak saja aku sangat bersyukur. Guru sudah sangat baik bahkan mengumbar-ngumbar sumberdaya yang belimpah, aku tau sumberdaya itu sangat mahal. Bodohnya aku..) gumam Xuan Fan sambil menyalakan dirinya


"Aku tidak dapat memenuhinya, Aku akan mendengarkanya sehingga dapat mempertimbakanya" ucap Lin Vee


Sontak itu membuat raut wajahnya tampak senang.


"Aku ingin Bertarung melawan Guru, maaf jika murid ini lancang. Murid hanya ingin melihat sudah sekuat manakah murid ini berkembang" ucap Xuan Fan bersemangat


"Hahahah..." Tawa keras Lin Vee


"Kenapa guru tertawa" tanya takut Xuan Fan


"Ah tidak apa, kau memang sesuatu. Baik lah aku akan membawamu kesuatu tempat" ucap Lin Vee sambil memegang Xuan Fan


"System Pindahkan aku ke dunia C"


[Proses pemindahan ke dunia C, berjalan dalam 3 detik...


1...


2..


3... Proses selesai ]


Xuan Fan dan Lin Vee mengilang seperti tertelan oleh sesuatu.


...***...


Dunia C


Xuan Fan nampak kebingungan melihat dataran yang tak di kenalnya.


"Ini dimana guru?" tanya Xuan Fan bingung


"Ini merupakan salah satu dunia yang ku ciptakan, dan di sini kita bebas bertarung tanpa adanya penganggu." ucap Lin Vee


"Dan 1 lagi jangan menahan diri" Ucap Lin Vee


"Baik" ucap Xuan Fan


Seolah mengegerti Xuan Fan menjaga jarak sebelum mereka berduel.


"Guru juga jangan segan sagan terhadap murid" ucap Xuan Fan seolah memprovokasi.


"Hahah... Menarik" ucap Lin Vee


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2