Misterius Ai System [End Vol.1]

Misterius Ai System [End Vol.1]
Ch-031. Mengancam?


__ADS_3

Terjadi ledakan dimana-mana satu demi satu prajurit tebelah menjadi dua tanpa perlawanan.


"Mengerikan, sosok apa yang permaisuri singgung" ucap salah satu prajurit


Dan ia pun tak lama merasa tubuhnya dingin di bagian bawah


Sras...


Darah mengucur, dan prajurit itu terpotong menjadi dua.


Setibanya Caroline di kediaman Lin ia dapat melihat vee melakukan pembantaian ke para prajurit yang mengepung rumahnya.


Ia menggelengkan kepalanya, "orang bodoh mana yang berani menyentuh keluarga vee gege. Menyentunya sama saja mencari kematian".


Tak mau kalah Caroline ikut membantu dengan kecepatan tak kalah dari vee dengan colab pembantaian makin terasa lebih cepat.


Lin Vee yang melihat Line'er ikut membantu merasa senang dan ia meningkatkan fristlenya.


Srang...


BoomM...


Keduanya sangat serasi melakukan fristle mengunakan pedang menebas tubuh serasa memotong sebuah kertas.


Boommm...


"Ampuni nyawa kami, kami hanya mengikuti printah" ucap prajurit yang merinding ketakutan.


"Tak ada kata maaf..." ucap vee yang seperti angin karna kecepatan tingkat tinggi.


Teriakan kesakitan dan teriakan ketakutan mengemparkan kota dimana kediaman Lin berada.


***


Keributan di atas terdengar hingga dalam penjara, hingga seorang prajurit datang melapor.


"Permaisuri ada dua orang dengan kekuatan mengerikan sedang membantai semua prajurit kita" ucap prajurit itu


"Dasar tidak becus mengurus dua orang saja tidak bisa" ucap permaisuri kesal sambil menyambuk ibunda Lin Vee


Aghhh... (Menahan sakit)

__ADS_1


"Siapa yang berani mengusik ku, akan ku beri tau siapa penguasa sebenarnya" gumam permaisuri


Tak lama dari gumamnya...


Boomm...


Pintu penjara bawah tanah hancur berkeping keping...


Lin Vee mengedarkan kesadaranya mencari keberadaan orang tuanya.


"Ketemu, Tapi siapa satu orang lainya itu" gumam dibenaknya.


Tanpa berfikir ia melesat dengan santuy menebas satu persatu prajurit yang menghadangnya.


Gerakan Lin Vee tak terlihat, yang terlihat seperti vee hanya berjalan dan prajurit yang mendekat akan tertebas oleh angin. Pada kenyataan itu merupakan gerakan tingkat tinggi.


Jendral melapor...


"Seorang pria bertopeng mendekat, sepertinya orang itu yang membantai prajurit kita" ucap jendral itu.


Permaisuri mengerutkan keningnya


"Jika bisa bawa hidup-hidup kedepan ku, aku ingin lihat siapa yang membantai prajurit kesayangan ku" ucap permaisuri


Jendral itu melihat pemuda itu seperti memiliki aura yang membuat filingnya menyuruhnya mundur dan ia merasakan bahaya, namun ia tak bisa melihat tingkatanya.


Tak larut dalam pikiranya jendral itu melesat namun sayang usahanya sia-sia yang dia lawan bukan lawan yang sebanding. Jendral itu tercincang hingga menjadi debu...


Permaisuri yang melihat kengerian itu berdidikngeri dan berkeringat dingin.


"Tahan, berhenti disana jangan bergerak" perlahan mundur ia merasa nyawanyadengan mudah di ambil pria itu


Pemaisuri mencari celah kabur


Lin Vee melihat ayah dan ibunya dengan kondisi memprihatinkan banyak luka lebam dan luka tusukan dan luka bakar serta banyak sayatan dari bekas cambukan.


"Dasar Jala*g beraninya kau menyentuh orang tua ku" ucap Lin Vee keras menggema


Tampak keaadaan orang tua vee yang telah banyak kehilangan darah dan sekarang sedang kehilangan kesadaran.


Permaisuri melihat bahwa pria itu merupakan orang yang di carinya namun dengan kekuatanya ia tak mampu mengalkanya.

__ADS_1


"Jangan mendekat, jika mendekat aku akan membunuh orang ini sambil mengacungkan pisau di leher ibundanya" ucapnya gemetar


"Hix hix jangan bunuh ibuku ku mohon" ucap Lin Vee sambil tertunduk


Permaisuri merasa terlalu gampang mempengaruhi pria bertopeng itu, merasa puas diri dan ia merasa sudah percaya diri.


"Bunuh dirimu sendiri, aku akan menjamin orangtuamu selamat" ucap permaisuri dengan senyuman


Tiba-tiba suara tawa muncul yang membuat permaisuri mengerutkan keningnya.


Dalam tunduknya Lin Vee tertawa berbahak-bahak


"Mengancam ku? Kau pasti becanda" ucapnya


Lalu Lin Vee tanpa ragu melesat dengan kecepatan tingkat tinggi memotong Kedua tangan permaisuri.


Sras... (Darah muncrat...)


Dua potong tangan berjatuhan terpisah dari tubuh.


Aghhhh.....


"Sialan... kau- kau beraninya baji*gan" teriak permaisuri dengan kedua tanganya terpotong


Sran...


Aghh...


Triakan kembali terdengar, satu kaki putus dari tubuh permaisuri.


Lin Vee melakukan segel penguncian jiwa, itu aggar permaisuri tidak dapat mati tanpa seizin vee dan juga supaya iya dapat merasakan siksaan.


Sebelumnya ia telah menyuruh Line'er untuk menolong orang tuanya dan meminuminya pil pemulih.


Penyikasan terus berlanjut, Lin Vee tak pandang bulu sekalipuun itu seorang wanita.


Ia mencongkel kedua matanya.


"Bunuh aku ucap, kumohon" ucap permaisuri merintih...


Ia lebih baik mati dari pada di siksa seperti ini

__ADS_1


"Kematian terlalu mudah untuk mu..."


Dengan senyum mengerikan yang tampil di wajah Lin Vee entah apa yang difikirkanya...


__ADS_2