
"Oke, Aku senang kalau itu hanya emosi saja mengatakan putus karena aku nggak akan rela kehilangan kamu." Ucap Riko
"Sama, Aku juga nggak rela kehilangan kamu hanya karena penjual latto-latto asongan itu selalu saja ada di dekat kita dan membuat kita bertengkar." Ucap Melda.
"Dia itu Mr. Latto-Latto yang membantu kita dapat tiket gratis. Kamu jangan menghina dia, nggak baik" Ucap Riko
"Iya-Iya, Aku salah bicara."Ucap Melda
********
Kejadian kontes itu sudah satu Minggu berlalu, Kini Saatnya berlibur dengan voucher tiket pesawat gratis yang sudah di tuker oleh kebaikan hati Alvin.
"Hei, kamu siap untuk pergi berlibur ke pantai yang membuat kamu merasa bahagia?" tanya Riko
"Tentu, sayang! Aku sangat bahagia melihat pantai yang bisa membuat aku sangat nyaman." Ucap Melda
Sementara Melda sedang sibuk untuk
π±kring!!
π"Riko, mama dan papa peringatkan satu kali lagi ke kamu! Tolong menjauh dari keluarga Kusuma! mereka itu hanya akan bikin keluarga Trajaya malu karena kasus yang di alami Prabu Kusuma sampai sekarang belum ada titik terang." Ucap Triono.
π"Sampai kapan pun, Riko akan terus bersama Melda dan menentang keinginan kalian berdua." Tolak Riko.
π"Jangan kurang ajar kamu! Apa kamu tidak kangen dengan fasilitas yang papa berikan untuk kamu?" tanya Triono
π"Fasilitas bisa aku cari sendiri tapi cinta sejati sulit di cari." Ucap Riko.
__ADS_1
Tut..
******
Sementara itu di sudut sisi putih, Ada seorang wanita menatap lirih ke arah Riko yang sedari tadi memperhatikan juga mendengarkan
"Aku terharu sekali Riko berbicara seperti itu melalui ponsel pintarnya dengan kedua orang tuannya. Dia memang lelaki yang setia dan bisa aku andalkan dalam segala aspek kehidupan aku." Gumam Melda
"Sebenarnya gw memang kangen banget sih sama semua fasilitas yang papa dan mama selalu berikan, tapi aku belum dapat apa yang aku mau dari Melda, jadi aku harus lebih bersabar untuk mendapatkan keinginanku." Gumam Riko dalam hatinya
Kebanggaan seorang wanita terhadap pria yang saling mencintai bisa musnah dan hancur ketika badai silih berganti mendera akan datang di depan mereka.
"Sayang liat pantainya indah banget ya."Ucap Melda
"Iya, Sayang. Ini indah banget seperti tubuh kamu." Goda Riko
"I like your body." Said Riko
"Akh, Kamu bisa saja bikin aku terbang ajah." Ucap Melda
"Sayang, Kita langsung ke kamar hotel ajah yu! Aku udah nggak tahan," ajak Riko sambil memegang tangan Melda.
"Mau apa? kamu ajak aku ke kamar hotel?? Aku nggak ngerti apa maksud kamu? kamu kok jadi aneh sih??" tanya Melda
"Nanti saja aku kasih tahu kalau kita sudah sampai kamar hotel." Ucap Riko
"Hmmm, Kamu jangan aneh-aneh ya." Ucap Melda
__ADS_1
"Iya, nggak apa-apa lah aneh-aneh juga kan kita saling cinta. Memang kamu nggak mau aku bahagiain?" tanya Riko
"Tentu ajah aku mau kamu bahagiain
******
flashback on
^^^Pesan Teks^^^
^^^Ting!^^^
^^^[Bro, lu nyusul gw ke Bali ya, gw butuh bantuan lu untuk sesuatu. Gw akan transfer uang tiket pesawatnya]^^^
[Bukankah lu nggak dana?]
^^^[Ada kok dana dari sisa tabungan gw, Tiket nya kan ternyata di beri dua,a jadi gw nggak perlu keluar lagi dana. Lu bisa pergi untuk bantu gw, Gw tunggu di Bali.]^^^
"Akh, ngapain sih! gw harus nyusul orang lagi pacaran, Nggak tahu apa gw itu iri melihat banyak pasangan yang selalu saja bermesraan di depan mata gw." Gumam Alvin
flashback off
Bersambung..
...Jangan lupa ya untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1