
Satu Minggu berlalu, Martin mendapatkan perawatan insentif terbaik di rumah sakit Premier History di mana rumah sakit ini adalah rumah sakit terkenal dengan berbagai fasilitas lengkap seperti:
*Rawat Jalan
*Unit Gawat Darurat
*Rawat Inap
*ICU
*Kamar Operasi
*Medical Check Up
*Farmasi
*Ambulance
*Fisioterapi
*Laboratorium
*Radiologi (USG,Dental X-Ray)
*Drill Evacuation
__ADS_1
Keadaan Martin mulai membaik, Ia sudah bisa membuka kedua bola matanya yang sempat lama tertutup, dan Denisa terus mendampingi Martin dalam keadaan tersulit seperti ini membuat Martin merasa terharu akan sikap dan perbuatan Denisa yang sangat peduli terhadapnya bahkan Denisa sampai rela tidak pulang ke kota A hanya untuk terus menemani Martin agar kembali pulih seperti sediakala.
Semakin lama kedua pasangan sejoli ini terlihat sangat mesra. Mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan ingin menerkam. Namun niat Martin terkurung kala seorang suster jaga mendatangi mereka.
"Kamu ini nakal banget sih, baru juga membaik malah ingin macem-macem."Ucap Denisa
"Iya nggak apa-apa dong di sini kan mainnya, jadi lebih romantis." Goda Martin
"CK! ada-ada ajah! tapi ingat ya kamu jangan sentuh lagi Aulia selingkuhan kamu itu. Aku nggak suka kepunyaan aku di bagi dua dengan dia." Ucap Denisa
"Iya-Iya, Aku janji nggak akan seperti itu lagi." Ucap Martin
"Aku senang kamu bisa berubah menjadi lebih baik."Ucap Denisa
"Tentu aku setia menunggu kamu untuk pulih." Ucap Denisa
Dua sejoli ini memang selalu ingin bersama di setiap kesempatan, setelah badai menerkam. Akhirnya Denisa memutuskan memaafkan Martin dan memberikan kesempatan kedua baginya untuk bisa berubah, tak main api. lagi di belakang punggungnya, hingga Denisa pun memutuskan untuk berjanji tidak memberitahukan rahasia mereka kepada Marisa
"Baguslah, sekarang Denisa sudah percaya bahwa aku benar-benar mencintainya."Gumam Martin
Ketika Denisa berpamitan kepada Martin untuk mengurus kepulangannya serta ingin membelikan sebuah kotak makan siang untuk mereka santap bersama sebelum Martin pulang ke mansion keluarga Atmaja.
Setelah Kepergian Denisa, dengan cepat Martin mengambil ponsel miliknya di dalam nakas, lalu mengusap layar ponselnya untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Aulia.
Ting!!!
__ADS_1
^^^Pesan Teks^^^
^^^[Sayang, Aku berhasil untuk meyakinkan Denisa kalau dia satu-satunya wanita yang aku cintai]^^^
[Baguslah dengan begitu rencana kita berdua akan berjalan mulus, tapi ingat ya setelah Denisa berhasil melakukan misinya, Kamu harus kembali sama aku, sementara aku mengalah dulu]
^^^[Tentu, Sayang cinta aku hanya untuk kamu seorang]^^^
[Aku percaya cinta kamu hanya untuk aku saja]
Kepercayaan mudah di robek bagaikan kertas kosong yang berwarna putih, tidak ada yang akan tahu jika warna itu mudah memudar dan mudah untuk di robekan.
Sama halnya dengan kepercayaan Denisa kepada Martin, Ia begitu percaya hingga memberikan sebuah kesempatan kedua bagi Martin untuk singgah kembali ke dalam hatinya yang telah Martin robek.
"Sayang, ini makan siang kita. Aku sengaja membeli di laur rumah sakit karena aku tahu kamu nggak suka dengan semua makanan di rumah sakit ini."Ucap Denisa
"Makasih, sayang! akhirnya aku bisa menikmati makan siang dengan menu yang aku suka juga."Ucap Martin
"Sama-sama sayang."Ucap Denisa
Bersambung....
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1