Mr. Latto-Latto Mencari Cinta Sejati

Mr. Latto-Latto Mencari Cinta Sejati
21. Sandiwara Cinta


__ADS_3

"Katakan lagi! ini semua hanya bohong kan?! kalian hanya bersandiwara kan?! untuk mengelabui aku?" tanya Riko


Mereka pun mulai saling melirik dengan tatapan tajam satu sama lain


untuk mengisyaratkan bahwa Melda mulai menunjukan sebuah aksinya dengan sandiwara cinta di antara mereka berdua agar dapat mengelabui Riko yang sudah kebakaran jenggot melihat aksi spontan dari ucapan mereka berdua.


"Kenyataanya memang begitu! Aku dan dia memang sudah resmi berpacaran."Ucap Melda


"Ini nggak mungkin, Aku nggak percaya kamu semudah itu berpaling dari aku." Ucap Riko


"Makanya kalau lu ambil keputusan di pikir dulu, jangan asal mutusin anak orang, sekarang nyesel kan kalau sudah di ambil orang lain," cerca Alvin sambil menepuk bahu Riko.


"Diam lu! jangan pegang-pegang gw!" geram Riko


"Yeah ngambek segala, ini memang kenyataan yang harus lu harus telen." Ledek Alvin


"Sayang, Hayu kita pergi saja dari sini, Aku sudah lelah dengan rengekan dia seperti bayi besar." ledek Melda


Keduamya menujukan rasa saling memiliki meskipun sandiwara cinta ini hanya di tunjukan untuk Riko saja, tapi bukan untuk orang lain

__ADS_1


Alvin pun mulai merangkul bahu Melda agar terlihat mesra di depan mata Riko yang sedang ketar-ketir melihat dua sejoli yang sedang berakting ala drakor.


"Ingat ini hanya sandiwara, Lu jangan ambil kesempatan dalam kesempitan." Bisik Melda


"Aku mengerti kok, ini semua aku lakuin demi bantu kamu jauh dari pria itu saja," ucap Alvin tanpa melepaskan rangkulannya untuk menambah kesan romantis.


"Aku pastikan Melda akan menjadi milik aku kembali," geram Riko lalu pergi meninggalkan mereka berdua


Sesudah itu Melda segera membeli


sekotak perlengkapan berisi obat untuk mengobati luka lembab yang berada dekat ujung bibir Alvin yang sudah bengkak akibat pukulan yang layangkan oleh tangan Riko


"Makanya jadi orang jangan belaga menjadi pahlawan kesiangan segala pakai nggak ngelawan segala."Ledek Melda


"Bilang ajah kamu memang nggak bisa bela diri," ledek Melda dengan menempelkan kapas putih alkohol kepada ujung bibir untuk membersihkan luka


"Argh, sakit" pekik Alvin


"Tahan sebentar! kamu ini pria atau wanita sih! begini saja sudah meringis kesakitan,"ledek Melda dengan menekan area lembab dengan sedikit sentuhan kasar.

__ADS_1


"Argh, Sakit," rintih Alvin dengan tanpa sengaja memegang lengan Melda dan mereka pun saling menatap satu sama lain


"Apa sih, Modus banget pakai pegang tangan gw segala." Ucap Melda


"Sorry, nggak sengaja."Ucap Alvin


"Bilang ajah lu memang cari kesempatan dalam kesempitan


"Gw nggak seperti yang lu pikirkan, mana ada gw mengambil kesempatan. Itu memang benaran nggak sengaja." Ucap Alvin


"Sial banget gw punya suami model kaya lu gini." Ucap Melda


"Kalau gitu kita berpisah saja, lagi pula pernikahan ini tidak berdasarkan sebuah rasa cinta di antar kita." Ucap Alvin


"No! Aku nggak mau jadi janda sebelum aku selesai menyelesaikan kuliah di sini." Ucap Melda


"Baiklah, jika sandiwara cinta di kampus ini telah usai dan kenyataanya kamu tidak mengandung anak aku, lebih baik kita sudahi saja pernikahan tanpa ikatan rasa cinta ini karena aku ingin mendapatkan cinta sejati bukan cinta yang di pakaa menikah hanya karena sebuah kecelakaan." Ucap Alvin


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2