
"Saudara Farhan, ada tamu yang menunggu kamu di depan," seru brigadir membuka gembok jeruji sel besi itu.
"Siapa, Pak?" tanya Farhan
"Anda lihat sendiri saja di depan, " ucap brigadir dengan mengikuti langkah kaki Farhan menuju ruang berkunjung.
"Ayah, maaf Melda baru bisa jenguk Ayah di sini," seru Melda dengan memeluk sang Ayah
"Nggak apa- apa, Nak! Ayah mengerti kamu pasti sangat sibuk dengan dunia kuliah kamu." Ucap Farhan
"Kok Ayah kurusan sih? Apa Ayah tidak di beri makan di sini?" tanya Melda
"Di beri kok, Nak. Hanya saja Ayah tidak nafsu untuk memakannya." Ucap Farhan
"Melda mengerti, Ayah pasti belum biasa dengan masakan di sini maknya sekarang Melda membawa makanan kesukaan Ayah, ada ayam goreng isi ikan teri dan sayur asem kesukaan, Ayah." Ucap Melda
"Wah, sudah lama sekali Ayah tidak makan Ayam goreng isi ikan teri dan sayur asem. Kamu memang anak Ayah yang the best." Ucap Farhan
"Akh, Ayah bisa saja. Coba sekarang Ayah cicipi dulu masakannya," ucap Melda dengan menyodorkan tiga tahap rantang isi nasi di panci pertama, lalu yang kedua ada ayam goreng serta teri, dan yang terakhir isi sayur asem yang masih terbungkus plastik agar tidak tumpah.
"Gimana? enak nggak?" tanya Melda
__ADS_1
Farhan makan dengan lahap semua isi yang sudah di sediakan oleh anaknya.
Nyam-nyam..
"Enak banget, Ayah suka banget makan ayam ini. Kamu sengaja membuatnya?" tanya Farhan
"Iya, Ayah! Melda dan Bunda memang sengaja membuatnya secara special hanya untuk Ayah bisa tersenyum seperti ini " Ucap Melda
"Kenapa Bunda tidak sekalian menjenguk Ayah di sini, Nak?" tanya Farhan
"Bunda sibuk, Ayah. Dia sedang membuat masakan catering untuk langganannya." Ucap Melda
"Oh, jadi sekarang Bunda Hana sudah buka catering." Ucap Farhan
"Ini semua gara-gara Ayah di penjara kalau tidak Bunda kamu tidak akan sesusah ini membuka catering untuk mencukupi kebutuhan hidup kalian sehari-hari." Lirih Farhan
"Ayah, tenang saja Bunda sudah kuat menjalani hidupnya seperti ini dan aku juga akan mencari bukti agar Ayah bisa bebas secepatnya dari sini karena aku yakin Ayah tidak mungkin melakukan korupsi." Ucap Melda
"Makasih, Nak. Kamu sudah percaya sama Ayah kalau Ayah tidak melakukan seperti yang di tuduhkan." Ucap Farhan
"Iya, Ayah. Sekarang Melda ingin tahu nama perusahaan apa yang telah tega memfitnah Ayah seperti ini?" tanya Melda
__ADS_1
"Nama perusahaan tempat Ayah dulu bekerja adalah Atmaja Group di kota x." Ucap Farhan
"Apa?! Atmaja Group yang sekarang terkenal sebagai perusahaan nomer satu." Kaget Melda
"Iya, itu nama perusahaan yang Ayah dulu bekerja. Kok kamu kaget begitu? kamu kok sampai nggak tahu Ayah di sana?" tanya Farhan
"Lupa, Aku Ayah! nama perusahaan tempat bekerja Ayah dulu." Ucap Melda.
"Kamu ini masih muda tapi sudah pelupa." Cibir Farhan
"Maklumi saja dong Ayah kalau aku juga sibuk dengan dunia kuliah yang super banyak tugas dan ujian." Ucap Melda
"Alasan kamu ini selalu saja benar dan Ayah nggak bisa bantah."Ucap Farhan
"Maaf, jam kunjungan anda sudah habis." Ucap Brigadir
Dengan raut muka yang di tekuk, akhirnya terpaksa menuruti keinginan Brigadir untuk pulang.
"Oke, Ayah baik-baik di sini ya! Melda pamit dulu. Melda yakin akan segera mencari cara untuk membebaskan Ayah dari sini," bisik Melda lalu mengecup tangan sang Ayah untuk berpamitan
Bersambung ..
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...