Mr. Latto-Latto Mencari Cinta Sejati

Mr. Latto-Latto Mencari Cinta Sejati
24. Rasa Khawatir Alvin


__ADS_3

"Kenapa sampai saat ini Raider sulit sekali di hubungi, padahal gw sangat memerlukan bantuan dia mengenai masalah Melda, apa yang sebenarnya terjadi kepadanya?? Kenapa dia menghilang begitu saja," gumam Alvin dalam hati kecilnya.


Ribuan pertanyaan terbesit dalam benak sang Mr. Latto-Latto, Ia tak pernah menduga perlakuan Jack bisa senekat ini untuk mencari tahu keberadaan Tuan muda Malvin Atmaja hingga dirinya mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala, tangan, kaki, dan terutama di bagian wajah yang lembab penuh dengan darah di sekujur area bibir


Perjuangan Raider tidak sampai berhenti sampai di situ, setelah ia tersadar dari pingsan, Ia sempat mengelabui para pengawal untuk mengambil sebuah ponsel miliknya dan mencoba menghubungi Malvin


^^^Pesan Teks^^^


^^^[Tuan muda, Tolong berhati-hati karena Nyonya besar sudah mengetahui Tuan muda ada di kota A ini, Beliau bermaksud ingin membawa pulang Tuan muda secara paksa.]^^^


"Pantas selama ini Raider menghilang. Apa dia di sekap oleh para pengawal Mommy?? Aku harus mencari tahu di mana lokasi Raider berada saat ini."Gumam Malvin


*******


Sementara di sisi televisi pengintaian milik Jack, dia sudah tahu akan niat terselebung Raider mengelabui para penjaga, dengan senyum smirk Jack menghela nafas panjang.


"Dasar bodoh kamu Raider!" cibir Jack


Jack memang sengaja menyuruh para pengawal team dua untuk berpura-pura lengah agar Raider bisa mengambil ponsel miliknya dan mengirimkan sebuah pesan kepada sang majikan dengan maksud Malvin akan keluar dari tempat persembunyian dan menyelamatkan Raider di sebuah gudang tua di kota A tersebut.

__ADS_1


*


*


*


Sementara itu, Alvin yang merasa aneh dengan pesan yang di kirim Raider terus mondar-mandir dalam ruangan yang sempit tanpa sebuah pendingin ruangan


Malvin mulai menghidupkan layar besar berukuran 12 inci itu dengan tombol power, lalu mulai menekan sebuah aplikasi di mana keberadaan Raider itu terlihat dalam monitor


"Hmmmm, Gw harus menahan diri gw untuk tetap tidak ke gudang tua itu, Gw yakin ini hanya jebakan untuk gw pulang ke mansion dan menjelaskan masalah yang terjadi antara gw dan denisa, lebih baik gw nggak ke sana, walaupun gw sangat khawatir mengenai kondisi Raider di sana." Gumam Alvin


Drrrt....drrrrrt..


"Ada apa?" tanya Alvin


"Kenapa kamu pulang nggak ajak aku?" tanya Melda


"Lah? kamu nanya?"celetuk Alvin

__ADS_1


"Ia, Aku tnya! serius ini! kenapa kamu ninggalin aku di kampus?" tanya Melda lagi


"Ada urusan mendesak, jadi aku nggak pamit. Sorry."Jawab Alvin


"Kita itu sudah sah jadi suami dan istri harusnya kamu kasih tahu dong kamu itu mau kemana ajah." Ucap Melda


"Kita suami dan istri hanya di kertas saja kan! lagi pula setelah kamu di nyatakan tidak hamil. Aku nggak bisa terikat sama kamu lagi karena aku juga ingin mencari cinta sejati." Ucap Alvin


"Duh dari kemarin kamu bahas mengenai aku hamil atau tidak! yang jelas itu nggak pentung. Aku nggak mau itu terjadi juga. Pernikahan ini aku lakukan agar aku di anggap wanita yang baik tidak keluar dari norma agama yang berlaku serta mencoreng nama baik keluarga aku." Ucap Melda


"Penting! makanya aku bahas sekarang biar kamu ngerti kalau di antara kita ini hanya status saja tidak akan pernah lebih


"Idih, kepedean! siapa juga yang berharap kamu selamanya jadi suami aku!" ucap Melda


"Bagus deh, Aku juga udah lelah menghadapi sikap kamu yang seperti ini! apa karena aku ini miskin kamu tidak sama sekali berharap kalau aku bisa jadi suami kamu selamanya?" tanya Alvin


"Iya, Aku sebagai wanita normal memang nggak suka sama kemiskinan!" geram Melda


Bersambung....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih banyak sampai hari ini kalian tetap setia untuk mendukung karya saya, semoga karya ini bisa menghibur kalian semua ya....


__ADS_2