
Alvin menekan nomer pin untuk membayar dua gaun mahal yang membuat orang-orang di sana tercengang melihat black card yang tidak semua orang bisa punya
"Nggak nyangka dia terlihat biasa ternyata luar biasa."Bisik para penjaga
"Sekarang kalian semua percaya kan? kalau suami saya ini bisa membeli baju-baju mahal di sini,"ucap Melda dengan bangganya
Para penjaga mulai gigit jari, merasa tercengang melihat apa yang telah terjadi hari ini kalau seorang gembel bisa mempunyai black card yang hanya orang terpandang yang memilikinya.
"Maafkan kami Tuan telah merendahkan anda." Ucap penjaga
"Tidak apa-apa, lain kali jangan menilai orang hanya karena penampilan luarnya saja." Ucap Alvin
"I-iya, Tuan. maafkan kami."Ucap penjaga
Untuk kesekian kalinya para penjaga. meminta maaf kepada Malvin yang telah lancang untuk mengusir mereka sebelum mereka masuk ke dalam toko tersebut.
*
*
__ADS_1
*
Masih menenteng belanjaan, Melda terus menatap tajam ke arah samping. Namun yang di samping selalu saja bersikap dingin seperti batu es, tak pernah memandang ke arah samping karena Malvin malas sama sang istri yang sama saja dengan gadis lain yang hanya bisa menghabiskan uangnya saja
"Penasaran banget siapa sebenarnya Mr.Latto-latto yang ada di samping gw ini. Kenapa bisa dia memiliki black card."Gumam Melda
"Di mana-mana semua cewek sama ajah, matre dan gila belanja, Gw harus cari kemana ya cewek yang tulus. Gw coba aplikasi jodoh lagi saja deh." Gumam Alvin
Mereka berjalan dengan pikiran yang berbeda-beda yang satu penasaran akan siapa sosok sebenarnya Alvin, dan yang satu lagi selalu berpikir negatif karena trauma akan masa lalunya.
******
Pagi itu Denisa sengaja untuk bangun lebih awal dari biasanya, Ia mulai sibuk di dapur kecilnya untuk memasak makanan kesukaan Martin dan memasukannya pada paper bag yang sudah tersedia, lalu pergi dari kota A ke kota x.
******
Setibanya Denisa di kantor Atmaja Group dengan menenteng paper bag, Ia mulai menyapa para karyawan dengan sangat ramah karena setau para karyawan Denisa adalah calon istri dari Malvin Atmaja sehingga mereka sangat menghormati kedatangan Denisa di kantor Atmaja.
"Bu Denisa, Ada yang bisa saya bantu?" tanya Zakia sang sekertaris Martin
__ADS_1
"Saya ingin bertemu dengan Martin, apa dia ada di ruangannya?"tanya Denisa
"Beliau sedang ada tamu, Bu." Ucap Zakia
"Apa?! tamu? maksud kamu klien dia?" tanya Denisa
"Bukan, Bu. Setahu saya itu pacar Pak Martin." Ucap Zakia
"Apa Ibu kenal dengan Bu Aulia? Beliau sering sekali datang kemari untuk membawa kotak makanan. Apa Bu denisa belum mengetahui banyak mengenai calon adik ipar yang sudah memiliki seorang kekasih yang cantik."Ucap Zakia
"Kamu lancang ya bicara seperti itu kepada saya! Kamu tahu sendiri saya ini sibuk dengan kuliah saya di kota A, Apa lagi sekarang Malvin sedang menghilang, jadi saya ingin menemui Martin, Kamu jangan coba-coba untuk halangi saya bertemu calon adik ipar saya." Ucap Denisa
"Maaf, saya tidak mungkin berani Bu
sihlahkan masuk ke dalam saja
"Terima kasih." Ucap Denisa
Bersambung ...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...