
Malvin pun kecewa, matanya terbelalak mendengar perkataan naas yang di ucapkan oleh bibir manis Lolita yang selama ini di pikirkan mengenai cinta yang tulus itu salah. Kenyataannya dia merasa tidak akan ada cinta yang tulus selain cinta seorang ibu kepada anaknya
"Ternyata dia sudah tahu kalau gw ini Malvin, Bodoh banget gw selama ini di tipu oleh wanita berhati ular seperti dia, lebih baik aku pergi dari sini dan tidak perlu bertemu dengan Lolita lagi" Gumam Malvin
Malvin pun pergi begitu saja tanpa kata pamit atau makian, mulutnya terkunci rapat hingga tidak sanggup lagi untuk berbicara langsung kepada Lolita
Sementara itu, Lolita tengah usai berbincang-bincang. Ia pun merapihkan kembali make up tebalnya serta menaruh kembali ponsel miliknya di dalam tas agar Malvin tidak curiga bahwa dirinya sedang menelepon kekasih hatinya.
Dua jam kemudian..
"Malvin di dalam kamar mandi sedang buang hajat atau dia sedang mandi sih? lama banget sama aku harus menunggu dia selama dua jam. Aku telepon saja deh." Gerutu Lolita
Berkali-kali Lolita menghubungi malvin melalui ponsel pintarnya. Namun tidak ada sahutan bahkan Lolita pun berkali-kali mengirimkan sebuah pesan singkat untuk Malvin segera membalasnya. Namun semua hanya sia-sia belaka saja.
^^^Pesan Teks^^^
^^^[Malvin, kamu di mana? kenapa lama sekali dama toilet?]^^^
^^^[Malvin, kamu baik-baik saja?]^^^
__ADS_1
^^^[Malvin, tolong balas pesan aku]^^^
^^^[Aku nyusul kamu ya ke kamar mandi]^^^
Lolita pun bergegas mencari keberadaan Malvin yang sudah di tunggu lama tidak muncul juga. Dia mulai kelabakan untuk mencari sosok pria yang belum sempat dia kuras hartanya.
Biasanya Lolita menebar pesona kepada tiap pria untuk mendapatkan keinginan hatinya yaitu memanfaatkan pria itu dengan cara membelikan dia barang branded edisi keluaran terbaru.
"Sial, belum juga aku dapatkan berlian yang aku incar untuk dia belikan malah dia udah kabur. Apa jangan-jangan dia mendengarkan pembicaraan aku dengan Doni." Umpat Lolita.
********
Prang!!!!
Malvin melemparkan sebuah gelas ke lantai untuk melampiaskan kekesalannya kepada Lolita yang tidak bisa d ungkapkan oleh kata-katanya.
"Kenapa dia terus menghubungi aku sih, lebih baik gw kirim pesan singkat agar dia tidak terus menganggu aku," ucap Malvin dalam kamarnya
^^^Pesan Teks^^^
__ADS_1
^^^[ Lolita, Aku nggak nyangka kamu tega melakukan ini sama aku. Aku sudah mendengar apa yang kamu bicarakan dengan kekasih kamu itu. Hubungan kita cukup sampai di sini saja, dan tolong jangan pernah kamu ganggu aku lagi atau pun bertemu dengan aku lagi. Anggap kita tidak saling mengenal]^^^
^^^[Akhirnya kamu balas juga pesan dari aku Malvin, dengarkan dulu penjelasan aku. Kita perlu bertemu]^^^
^^^[ Aku sudah bilang! Aku tidak mau bertemu dengan wanita ular seperti kamu, jadi tolong mengerti!!!]^^^
^^^[Aku tahu kamu kecewa sama aku. Maafin aku, Malvin]^^^
^^^[Aku tidak bisa maafin kamu, Aku mohon jangan ganggu aku lagi!!!]^^^
Nomer ponsel Lolita pun, akhirnya Malvin blockir begitu saja. Dia tidak berharap lagi kepada wanita ular yang telah mempermainkan perasaannya.
Dengan hati berat Malvin pun berhenti mencari cinta sejati.
"Lebih baik, Aku berhenti mencari cinta sejati, dan menerima takdir bahwa Melda adalah takdir cinta. Aku harus belajar mencintai dia mulai sekarang aku akan batalkan isi perjanjian tersebut dan memulai hidup baru bersama dengan dia." Gumam Malvin
Bersambung ...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...