
Malvin sampai ternganga tak percaya jika seorang gadis yang cantik jelita menyatakan perasaannya terlebih dulu, bahkan mau menerima statusnya sebagai suami orang lain
"Hmmm, Aku terima kamu jadi kekasih aku, tapi kamu harus sabar menunggu aku berpisah dengan Melda
"Aku mengerti, Aku akan selalu menunggu kamu." Ucap Lolita
Mendengar perkataan dari Lolita membuat Malvin tercengang pilu, Ia merasa di cintai oleh seorang wanita secara tulus.
"Aku beruntung di cintai secara tulus oleh wanita secantik kamu, Lolita." Ucap Alvin
"Aku juga lebih beruntung kok dapat cinta dari seorang pria sebaik kamu." Puji Lolita
"Hmmm, untuk merayakan hari jadian kita ini bagaimana kalau kita makan pizza? apa kamu suka pizza?" tanya Alvin
"Aku suka pizza kok." Ucap Lolita
"Bagus, kalau begitu kita sekarang ke sana untuk merayakan hari jadi kita." Ucap Alvin
"Iya." Ucap Lolita
Dua insan sejoli yang sedang di mabuk kasmaran itu merayakan dengan begitu mesra di sebuah pizza ternama di kota x.
Mereka berdua pun duduk manis dan memesan sebuah pizza dengan ukuran sedang, tak ketinggalan mereka juga memesan dua minuman kesukaan mereka.
__ADS_1
"Aaaaaa," Ucap Alvin menyodorkan garpu besi di mulut Lolita
"Jangan seperti ini, Aku bisa sendiri kok. " Tolak Lolita
"Ayolah, satu suap saja." Bujuk Alvin
"Sial, Aku malu sekali di suapi oleh Alvin si tompel dan berjerawat, kalau bukan karena dia lagi menyamar aku si ogah " Umpat Lolita dalam hatinya
"Hmmm, Baiklah." Ucap Lolita
Akhirnya dengan menghela nafas panjang Lolita pun menuruti keinginan Alvin untuk membuka mulutnya dengan lebar lalu Alvin menyuapi pizza kecil yang sudah ia potong kecil hingga masuk dalam mulut Lolita yang mungil.
"Gimana rasanya di suapi aku? pasti lebih enak kan?
"Kamu bisa saja! tentu saja di suapi pacar lebih enak," ucap Lolita dengan senyum smirk.
Di sisi lain di kota A, seorang wanita duduk termenung di sebuah balkon rumah kontrakannya yang sempit, tidak sebanding dengan mansion yang dulu ia sempat singgahi.
"Bunda, kapan Ayah bisa bebas?" tanya Melda
"Bunda juga tidak tahu, Nak. Apa Kamu merindukan Ayah kamu ya, Nak?" tanya Bu Maria
"Iah, Bunda. Melda sangat merindukan Ayah." Ucap Melda
__ADS_1
"Bunda yakin sekali kalau Ayah kamu tidak mungkin korupsi." Ucap Ibu Maria
"Melda juga sangat yakin kalau Ayah tidak pernah melakukan tindakan curang seperti itu, tapi Melda binggung harus cari di mana bukti mengenai kasus ini " Ucap Melda
"Nanti setelah kamu selesai kuliah, Kamu bisa selidiki kasus Ayah kamu dengan bekerja di tempat Ayah kamu sebelumnya." Ucap Ibu Maria
"Apa mungkin bisa, Bunda? " tanya Melda
"Bisa, Asal kamu tidak pernah menyebut nama Ayah kamu dalam interview." Ucap Ibu Maria
"Baik, Bunda akan aku lakukan apa pun demi membebaskan Ayah karena Melda nggak tega liat Bunda tiap hari selalu bersedih." Ucap Melda
"Kamu memang anak Soleha, Nak. Ayah pasti bangg mendengar misi kamu. Sekarang lebih baik kamu jengguk Ayah kamu dan menanyakan kasus yang di terimanya." Ucap Maria
"Oke, Bunda. Aku pamit dulu ya ke kantor polisi untuk jenguk Ayah sekalian aku bawain makanan untuk Ayah karena Melda yakin di sana makanannya tidak enak." Ucap Melda
"Oke, Nak. Hati- Hati di jalan ya." Ucap Maria
Bersambung ...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1