
Bagi seorang wanita kesempatan ketiga itu sudah tidak ada, jika kesalahan itu terus di ulangi. Kali ini Martin melakukan kesalahan yang sama lagi, Denisa mulai mencium gelagat aneh dari parfum yang Martin kenakan
Tercium wewangian parfum yang menyengat pada jas yang di kenakan oleh Martin, sebuah parfum yang biasa para wanita gunakan untuk berkencan, bukan parfum yang sering di gunakan oleh para pria pasa umumnya.
Kecurigaan Denisa memuncak seiring banyak sekali kejanggalan yang terjadi di antara mereka, selain parfum yang menempel di jas, kini ponsel Malvin pun di curigai oleh Denisa.
Denisa mengecek ponsel yang berbeda dari yang biasa Malvin pegang, Ia mengetahui bahwa ada kejanggalan yang di lakukan dari gerak-gerik Martin selama Denisa sedang menyantap makan malam bersama di sebuah restoran yang selama ini mereka selalu kunjungi bersama.
Terlihat Martin yang sedang sibuk dengan ponselnya, Denisa dengan cerdik melihat bahwa ponsel itu bukanlah ponsel yang seperti biasa ia kenakan bahkan saat tadi dia berdekatan dengan Martin ada bau parfum yang menyengat di lengan jas yang Martin kenakan membuat Denisa ingin mengambil ponsel milik Martin dan mengecek isi chat apa saja yang membuat Martin cengar-cengir memperhatikan layar ponselnya.
"Sayang, kenapa kamu cengengesan seperti itu?" tanya Denisa
"Oh, Aku lagi happy sayang." Ucap Martin
"Happy kenapa??" tanya Denisa
"Aku menang tender besar, jadi wajar aku senang banget." Ucap Martin
"Oh, jadi karena itu kamu cuekin aku dari tadi." Ucap Denisa
"Maaf sayang, bukan maksud aku cuekin kamu, tapi aku sedang bahagia mendapat tender besar." Ucap Martin
__ADS_1
"Iya deh yang lagi bahagia beda
"Nanti AK traktir kamu makan plus shopping ya, tapi sebelum itu aku ke toilet dulu ya
Sementara Martin ceroboh menaruh ponsel dalam meja, Denisa pun langsung mengambil dan mencoba untuk menemukan kode dari ponsel tersebut
Denisa sangat berpikir keras kode pin apa yang di gunakan oleh Martin, Akhirnya ia mencoba memasukan kode hari ulang tahun dirinya. Namun gagal, Ia pun berpikir kode lain yaitu tanggal jadian mereka, Alhasil tetap gagal lagi, dan terakhir kalinya Denisa coba lagi dengan memasukan kode pin hari ulang tahun Martin
Glek...
Terbuka kunci
Dia nggak menyangka bahwa kode pin tidak ada satu pun yang menyangkut dirinya
Kedua tangan Denisa mengepal dengan erat, dadanya terasa sesak melihat isi dalam chat tersebut menunjukan bahwa selama ini sikap Martin yang baik dan berubah itu hanyalah palsu demi Denisa tidak memberitahukan kebejatannya kepada Marisa
"Kesabaran gw ada batasnya, Gw akan ungkapkan semua masalah yang terjadi ini kepada Tante Marisa."Ucap Denisa
Ketika kekecewaan Denisa melanda, Martin kembali untuk mengambil ponsel yang tertinggal. Namun sayangnya ponsel tersebut sudah dalam keadaan semula, lalu tiba-tiba saja Denisa berdiri dari tempat singgahnya untuk menampar Martin.
Plak!
__ADS_1
Sebuah tamparan keras di labuhkan tepat di pipi putih milik Martin
"Kenapa sih kamu tiba-tiba nampar aku? salah aku apa?"tanya Martin
"Kamu masih bisa ya setenang ini setelah aku gampar kamu untuk bisa kamu sadar. Apa perlu aku gampar lagi biar kamu sadar?" tanya Denisa
"Sadar?? aku memang sadar kok." Ucap Martin
"Kamu ini nggak sadar juga ya sama kesalahan yang kamu buat lagi ke aku." Ketus Denisa
"Katakan saja salah aku apa??" tanya Martin
"Kamu nipu aku dengan semua cinta yang kamu ucapkan nyatanya janji kamu bisa kamu ingkari."Ucap Denisa
"Maksud kamu apa? aku nggak ngerti dengan semua yang kamu bicarakan." Ucap Martin
"Kamu masih saja mengelak ya, Aku sudah tahu kalau kamu masih berhubungan sama Aulia! kekasih gelap kamu itu!"geram Denisa
Bersambung ..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...