
Dengan langkah gontai, Denisa pun mulai membuka pintu berwarna hitam itu, seketika dirinya tercengang melihat sosok yang begitu mencintainya sedang melakukan hubungan yang terlarang di ruang kantor.
"Apa yang kalian lakukan ini di luar norma! apa lagi kalian melakukannya di kantor!" geram Denisa
"Denisa?!" Kaget Martin
"Aku nggak nyangka kamu selingkuh di belakang aku seperti ini." Ucap Denisa
"Asal lu tau ya! lu itu hanya alat yang hanya di butuhkan saat si perlukan saja. Mending lu pergi aj ganggu kesenangan kita ajah." Ucap Aulia
"Dasar perempuan murahan!" geram Denisa
"Kamu sendiri juga murahan!" cecar Aulia
"Sudah kalian jangan ribut di kantor aku, lebih baik kalian berdua keluar dari ruangan aku." Ucap Martin
"Katakan kenapa kamu tega mengkhianati aku? Aku sudah lakukan semua yang kamu mau!!" geram Denisa
"Selama ini gw hanya manfaatin lu ajah, tapi sekarang lu sudah tidak berguna jadi untuk apa aku bersama kamu lagi yang tidak sama sekali berguna." Ucap Martin
Plak!!
__ADS_1
Pipi berwarna putih itu seketika memerah akibat tamparan yang di lakukan oleh Denisa terhadap Martin, Ia tak tahan menahan rasa kecewa yang bergejolak di dalam dadanya.
"Argh!!" rintih Martin
"Sakit tamparan itu nggak seberapa sama luka yang kamu berikan untuk aku." Ucap Denisa
"Gw nggak peduli apa yang lu lakuin karena yang jelas gw udah nggak butuh lu lagi! nggak berguna."Ucap Martin
"Sayang, harusnya kamu kejar wanita itu karena bagaimana pun kalau di mengungkap kebenaran mengenai dirinya yang tidak hamil anak Malvin, bagaimana?"tanya Aulia
"Hmmm, kamu benar! aku lupa mengenai masalah itu."Ucap Martin
"Kamu sih malah bicara seperti itu di depan dia lagi terung-terang begitu."Ucap Aulia
"Lebih baik kamu kejar dan minta maaf deh dari pada semua rencana kita gagal." Ucap Aulia
"Oke-oke." Ucap Martin
Cacian serta makian membuat Denisa tidak bisa berpikir secara radikal, Keinginannya untuk mengungkapkan kebenaran kepada keluarga Atmaja semakin tercuat
"Aku harus mengungkapkan kebenaran mengenai Martin kepada tante Marisa." Gumam Denisa
__ADS_1
Ketika hendak Denisa menganyunkan langkah kakinya untuk memanggil taksi online, tiba-tiba saja tangan besar mencekalnya dari belakang
"Lepaskan," pekik Denisa sambil mendorong tangan besar itu
"Tunggu! kamu harus dengarkan penjelasan aku dulu." Ucap Martin
"Penjelasan apa lagi? Aku sudah tidak mau mendengar lagi caci maki dari kamu!" geram Denisa
"Aku minta maaf, Denisa! kita bisa bicara baik-baik, tidak emosi seperti ini." Ucap Martin
"Kamu mau apa lagi sih?! Aku sudah muak dengan drama kamu. Sekarang aku akan beritahukan semua hal gila yang kamu rencanakan kepada Tante Marisa." Ancam Denisa
"Aku mohon, jangan bicara apa pun mengenai rencana yang sudah kita bangun! bukankah kamu juga ingin mendapatkan bagian dari hak warisan aku?" tanya Martin
"Aku nggak peduli! semua sudah terlambat dan Aku sudah terlanjur sakit hati sama apa yang kamu lakukan di belakang aku selama ini." Ucap Denisa
"Ayolah, Denisa! kita sama-sama ingin mendapatkan harta itu! aku akan bagi dua sama kamu."Pinta Martin
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...