
Denisa yang keras kepala dengan segala keinginannya pun bergegas pergi dengan taksi online serta menyelip di belakangnya seorang pria yang tidak pantang menyerah, Ia mengikuti taksi online Denisa dengan mobil balap warna merahnya
"Denisa...," panggil Martin dengan mobil yang berada tepat di samping taksi online
"Martin! ngapain kamu masih ngikutin aku?" tanya Denisa
"Aku nggak akan biarin kamu untuk memberitahukan masalah kita kepda Mommy Marisa.
"Pak, tolong tambah kecepatan. Jangan biarkan mobil warna merah itu menyalip kita.
"Siap, Bu." Ucap sang supir
Aksi kebut-kebutan pun terjadi antara mobil taksi online dengan mobil berwarna merah, mereka saling mengejar satu sama lain, hingga terjadilah hal yang tak pernah di inginkan yaitu insiden kecelakaan akibat keegoisan di antara mereka berdua mengakibatkan benturan di antara kedua mobil yang saling sikut yang cukup keras karena mobil saling menyalip.
__ADS_1
Mastin mengalami luka serius di bagian kepala, hingga darah pun mengalir di pelipis alisnya yang tebal, sedangkan Denisa yang duduk di belakang bangku penumpang hanya mengalami benjolan kecil karena benturan sesaat, lalu ia pun melihat mobil Martin yang rusak parah akibat di tabrak di depan taksi online dari belakang
"Martin..."Seru Denisa
Panggilan Denisa tak di sahut oleh Martin karena yang di panggi sudah pingsan di dalam mobil tersebut, bahkan beberapa kali Denisa sempat mencoba untuk membangunkan Martin dengan cara menampar kedua pipinya agar Martin bisa tersadar, namun hasil tetap nihil Martin tak bisa sadarkan diri juga.
Isak tangis Denisa pun mulai mewarnai area terjadinya kecelakaan. Orang-orang mulai datang berbondong-bondong menyaksikan peristiwa mencekam tersebut.
Martin yang tidak sadarkan diri, meski Denisa menangis tersedu-sedu, hal hasil Denisa pun berinisiatif untuk memanggil ambulance agar Martin bisa selamat dari peristiwa kecelakaan ini
Nguing-nguing.....
Suara sirine ambulance mulai datang, Martin di bawa oleh kedua petugas dengan brankar berwarna orange yang mampu menampung Martin masuk dalam mobil ambulance tersebut
__ADS_1
"Aku mohon kamu bisa sadar karena aku nggak rela kamu meninggal. Aku janji tidak akan membocorkan rahasia kita kepada Tante Marisa," bisik Denisa dalam mobil ambulance.
Janji yang di ucapkan Denisa mampu Martin dengar Karena kondisi Martin saat itu setelah memasang beberapa alat bantu pernafasan, Martin pun mulai setengah sadar bisa melihat Denisa yang menangis tersedu-sedu serta mengucapkan janji manisnya untuk tidak membocorkan rahasia mengenai kandungan yang berdasarkan manipulatif semata untuk menutupi kebusukan merek berdua di belakang punggung Malvin dan Marisa
Martin yang setengah sadar itu pun perlahan membuka perlahan kelopak matanya.
"Ka-kamu sudah janji dan kamu juga harus tepati," bisik Martin dengan mata yang sayu melirik tajam ke arah samping
"Iya, Aku janji. Sekarang kamu jangan banyak bicara dulu. Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit," ucap Denisa sambil menggenggam tangan Martin dengan erat
"Beruntung banget gw kecelakaan, hingga Denisa sudah berjanji akan merahasiakan ini semua kepada Mommy, dengan begitu semua rahasia ini akan aman dan aku akan mendapatkan semua harta Atmaja."Gumam Martin di lubuk hatinya yang terdalam.
Bersambung ..
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....