
GORESAN WARNA PELANGI
WARNA KEDUA - JINGGA
___________________
Anggun mencoba memahami seluk beluk pekerjaannya secepat mungkin. Anggun menyukai pekerjaannya, walaupun sedikit ribet tapi gajinya cukup menggiurkan. Lagi pula sekarang Anggun mulai bisa sedikit demi sedikit melupakan Bimo dengan mengalihkan perhatiannya pada pekerjaan.
Rentetan dan jadwalagenda kerja Arya kembali disusun oleh Anggun agar lebih jelas. Wajah Anggun terlihat begitu serius saat mengerjakan semua pekerjaannya, sesekali ia menggoyangkan penanya agar beradu dengan buku, menimbulkan bunyi aneh yang berirama.
Tak terasa sudah 3 bulan berjalan, Anggun telah dinobatkan menjadi sekretaris terlama yang pernah menjabat pada era kepemimpinan Arya di perusahaan. Arya juga semakin cocok dengan cara kerja Anggun yang cekatan. Bahkan sekarang Arya sering mengajak Anggun menghadiri meeting dan acara-acara dinas.
Arya kini juga tak lagi datang ke kantor dengan wajah kusut dan juga baju yang berantakan. Anggun bisa mengatur jam kerja Arya dan membuat pria itu tak harus lembur setiap harinya. Hal inilah yang paling membuat Arya menghargai kinerja Anggun.
***
“Nggun!!” teriak seorang wanita saat Anggun tengah berjalan membawa nampannya.
“Olin?!” Anggun balas menyahut panggilan itu dengan seruan keras.
“Wah, gila, lo! Gue kaget pas denger lo kerja di sini! Kok lo nggak ngabarin gue, sih?” cerca Caroline panjang lebar. Caroline adalah sahabat Anggun sejak kecil.
“Pengennya ngabarin elo! Tapi kerjaan gue banyak banget, gila! Ini aja gue baru bisa settle.” Anggun membawa nampannya dan duduk pada meja panjang di dekat jendela. Suasana jam makan siang pada kantin perusahaan memang selalu riuh, jadi mau nggak mau mereka harus cepat-cepat duduk agar tak kehabisan tempat.
“Lo hebat! Gue salut! Nggak ada yang betah sama Pak Arya lebih dari sebulan. Dan rekor lo tiga bulan!! Sumpah keren!” Caroline bertepuk tangan untuk Anggun.
“Aish, lo bisa aja. Udah buruan makan, keburu ngantor.” Anggun menyendok lagi sesuap nasi.
“Gue seneng lo udah kembali ceria, Nggun.” Tiba-tiba pembicaraan mereka mengarah ke sisimelakonis.
__ADS_1
“Nggak ada gunanya juga gue nangisin Mas Bimo terus. Gue masih punya Ibu yang mesti gue jaga.” Anggun menghentikan makan siangnya.
“Bener, Nggun. Lo mesti kuat, ya. Masih banyak pria di dunia ini. Dan lo pasti bakalan dapet pengganti Bimo.” Caroline menggenggam tangan Anggun.
“Emang ada, ya? Pria yang jauh lebih sempurna dibandingin sama Mas Bimo?” tanya Anggun dengan nada kecewa.
“Ada, Boss kita. Hahaha!!” tawa Caroline.
“Gila lo!” Anggun ikutan tertawa.
“Yuk, makan! Sudah hampir habis jam istirahatnya.”
“Yuk!”
— GORESAN WARNA PELANGI—
Anggun masuk ke dalam rumahnya dengan lesu. Ia melepas sepatu heels-nya sembarangan dan merebahkan badannya ke atas sofa empuk pada ruang keluarga.
“Ini minum teh hangat dulu.” Sukma membawakan Anggun secangkir teh hangat.
“Makasih, Bu.”
“Bagaimana kerjaanmu hari ini, Nduk?” tanyanya, Sukma sedikitcemas melihat anaknya pulang dengan kelelahan setiap hari.
“Super sibuk, Bu. Banyak banget jadwal dan dokumen yang harus Anggun kerjakan,” jawab Anggun, sekejap kemudian ia langsung meneguk habis secangkir teh manis buatan ibunya.
“Sudah makan belum?”
“Sudah, Bu. Tadi dengan Pak Arya.”
__ADS_1
“Ibu lihat-lihat kamu sekarang sering pergi dengan yang namanya Arya, apa kalian ada hubungan?” goda Sukma.
“Ngaco aja, sih, Ibu ini. Diakan boss Anggun, Bu. Ya, sudah pasti sering keluar dinas dengan beliaunya.”
“O ….” Angguk Sukma tanda mengerti.
“Seperti apa, sih, orangnya? Pasti tampangnya sudah kelihatan tua, ya? Habis sibuk terus begitu,” ledek wanita tua ini lalu tergelak.
“Ibu salah. Pak Arya itu wajahnya tampan, lagian dia masih muda. Wajahnya mirip kayak artis Korea, apa lagi pas dia lagi serius kerja, Bu. Gemesin gimana gitu,” puji Anggun panjang lebar.
“Emang berapa umurnya?”
“Baru 28 tahun.”
“Muda sekali,” jawab Sukma kaget.
“Iya, Bu dan perusahaannya banyak banget bikin susah atur jadwalnya.”
“Hebat, anak muda zaman sekarang memang harus begitu. Berprestasi.”
“Ya, sudah Anggun mandi trus istirahat, ya, Bu.”
“Iya, Nak.”
— GORESAN WARNA PELANGI —
IG @dee.Meliana
Please Like and Comment
__ADS_1
Vote if you like
Love, dee