
LOVE AND CROWN
FLASHBACK 2
Imperial Palace Negeri Wei, Diamond Hall.
Diamond Hall merupakan Hall ke-2 setelah Emerald Hall tempat singgasana utama Raja berada. Diamond Hall lebih banyak digunakan sebagai tempat pertemuan untuk anggota dalam kerajaan. Sedangkan Emerald Hall untuk pertemuan Resmi acara kenegaraan yang juga berhubungan dengan rakyat dan dunia internasional. Hari ini Diamond Hall dipenuhi oleh para pejabat dan anggota tata usaha kerajaan.
"Hormat pada Yang Mulia Ratu Dyna Kielv." teriak seorang penatua yang mengiringi rombongan Ratu memasuki Hall.
"Hormat kami pada Bulan Agung Negeri Wei, Yang Mulia Ratu Dyna Kielv." semua pejabat juga pekerja kerajaan yang hadir bangkit dan membungkuk kan badannya.
Dengan anggun Ratu Dyna melangkah masuk dan duduk di atas singgasana nya, 6 orang dayang mengikuti langkah kakinya, berdiri di belakang sang Ratu. Marquess Oren sang tetua berdiri di samping Ratu Dyna, berperan sebagai penyampai pesan. Hari ini adalah pengumuman 10 orang wanita yang telah berhasil diseleksi oleh pihak tata usaha kerajaan. Sang Ratu ingin memantau sendiri siapa gadis beruntung yang akan dipilih oleh Yang Mulia Putra Mahkota.
"Hormat pada Yang Mulia Putra Mahkota." teriakan kembali terdengar saat Jayden memasuki hall.
"Hormat kami pada Putra Matahari Agung Negeri Wei, Pangeran Jayden Kielv ke-VII." para hadirin kembali bangkit dan membungkuk kan badan mereka.
Jayden terlihat begitu tampan dan gagah dengan balutan jas hitam slim fit, lengkap dengan beberapa aksesoris kenegaraan. Ia melangkah naik, mengecup punggung tangan dan pipi Ratu Dyna sebelum duduk di sampingnya. Ratu Dyna tersenyum dan menepuk lengan Jayden beberapa kali.
"Silakan duduk!" teriak Marquess Oren, semua pejabat tata usaha kerajaan kembali duduk.
"Bisa segera dimulai? Jadwal ku sangat padat hari ini." suara Jayden membuat semua pejabat langsung fokus pada pekerjaan mereka.
"Apa ada hal lain yang lebih penting dibanding mencari seorang istri sebagai calon Ratu-mu, Jay?" Dyna menatap tajam pada putranya.
"Hmm.. Tender jutaan dollar maybe.." jawab Jayden dengan malas. Jawabannya langsung membuat wajah Ratu Dyna berkerut sebal.
Sebenarnya Jayden bukannya tak peduli siapa yang akan menjadi calon istrinya. Dia hanya sudah menentukannya jauh sebelum pemilihan ini berlangsung. So.. Dia nggak peduli dengan 9 kandidat lainnya, karena hanya gadis itu yang dia inginkan. Jayden bahkan rela menebus seorang hacker yang hampir dihukum mati dari negara tetangga demi memasukkan nama gadis ini dalam daftar kandidat terpilih.
Satu persatu slide foto para kandidat gadis terbaik dari negeri Wei ditampilkan. Wajah-wajah cantik penuh prestasi menghiasi layar LED raksasa di depan hall utama. Di bawahnya ada keterangan tentang latar belakang dan prestasi mereka semua. Mulai dari pianis internasional, sampai atlet senam dengan tubuhnya yang mempesona. Kebanyakan berasal dari kalangan bangsawan, walaupun ada tiga kandidat yang berasal dari kalangan rakyat biasa.
Dengan malas Jayden menunggu dan mendengarkan keterangan dari para pejabat mengenai keseharian mereka. Jay hanya mengangguk-anggukan kepalanya, mencoba menghargai hasil kerja keras mereka.
"Dan yang terakhir.." penatua memencet tombol next dan keluarlah wajah gadis kandidat terakhir.
Semuanya melongo melihat wajah gadis itu, manis sih, tapi jauh dari kesan cantik. Kulitnya terlihat putih dan bersih, padahal sangat polos tanpa make up apapun. Fotonya juga sedang tersenyum sangat lebar, sampai kedua lesung pipinya terlihat. Rambutnya hitam dengan gelombang yang sangat indah. Tidak ada prestasi yang menonjol selain pintar di sekolah dan juga memenangkan lomba menyanyi di kampung tempat tinggalnya.
"Ughm..." Jay menahan tawa, wajah gadis itu terpampang sangat besar dan terlihat sangat lucu. Jay sangat menyukai-nya.
"Siapa yang memasukkan gadis ini ke dalam daftar kandidat?" tanya Ratu Dyna dengan mimik wajah yang cukup datar namun malah berkesan kejam.
"Padahal sudah di seleksi dengan benar. Sudah dipilih sesuai aturan." semua pejabat dan para pekerja istana berkasak khusuk dengan kejadian istimewa ini.
"Yang Mulia, maafkan kami. Akan kami seleksi ulang." Ketua penyelenggara langsung berlutut memohon ampun pada sang Ratu.
"Nggak perlu, aku pilih dia sebagai istriku." Jayden bangkit dari singgasana nya.
"JAYDEN?!" panggil sang Ratu, wajahnya masih berusaha tetap tenang, padahal emosi nya memuncak.
__ADS_1
"What?? Bukankah aku berhak memilih siapa yang akan menjadi istriku."
"Tapi harus sesuai kriteria."
"Bukankah 10 orang ini adalah kandidat yang TERPILIH? So?" Jayden balas bertanya pada Dyna.
"Jay, dia bukanlah wanita yang pandai dan berprestasi." sanggah Dyna,
"Bukankah dia bisa masuk nominasi? Apakah Yang Mulia Ibunda mempertanyakan kebenaran sistem dari negara-nya sendiri?"
"Permisi para tuan dan nyonya. Mom and son talk!!" Dyna dengan sedikit emosi menarik lengan Jayden dan mengajak-nya ngobrol.
"JAY!! Dia akan menjadi istrimu! Putri Mahkota! Calon Ratu di masa depan!" Dyna bangkit dan berbisik keras di telinga Jayden.
"Aku mencintainya, dan aku akan menikahinya. Relaks, Mom. Aku yang akan mendidik nya sendiri sebagai calon Ratuku." Jayden memandang Dyna dengan mata berbinar.
"Jangan memandang ku dengan mata anjingmu! Nggak akan mempan."
"Oh, Benarkah?" Jay memandang mata Ibunya sekali lagi, lebih berbinar manja.
"JAY!!"
"C'on Mom. Jay mencintainya, sama seperti Dad mencintaimu."
"Bagaimana bisa? Kau bahkan belum pernah menemui-nya?"
"Cinta pada pandangan pertama, maybe.." jawab Jay acuh sambil mengangkat bahunya.
"Huum." angguk Jayden.
"Oh Tuhan, candaan apa lagi ini?" Dyna mengelus dahinya kesal.
"Ayolah, Mom..! Mereka menunggu kita." bujuk Jayden.
"Baiklah terserah kamu, tapi ada syaratnya." Dyna mengatur naik turun napasnya. Ia selalu saja kalah teguh saat menghadapi keinginan putra tunggalnya ini.
"Apa?"
"Kalau dalam satu tahun dia nggak bisa memenuhi kriteria sebagai seorang Putri Mahkota, Kalian harus bercerai." Dyna menggenggam erat jari-jemarinya, mencoba menimbang apakah keputusannya tepat.
"Dan kalian dilarang punya anak dulu!" bisik Dyna.
"Kau tak ingin cucu, Mom?" bisik Jayden.
"JAYDEN KIELV!!"
"Jangan marah, Mom, ingat nanti kerutan di wajahmu bertambah banyak." cengir Jayden.
"Oh, ya, Tuhan. Tolong aku." Dyna mengelus dadanya dan mengambil napas dalam-dalam sebelum kembali duduk pada singgasana nya.
__ADS_1
Jayden mengambil napas dalam-dalam lalu berbicara dengan lantang, "saya hargai semua usaha keras dan dedikasi kalian dalam pemilihan ini."
"Sesuai dengan UU yang berlaku tentang pemilihan Putri Mahkota. Saya Jayden Kielv ke-VII memilih Renny Agazine sebagai Putri Mahkota kerajaan Wei." Jayden tersenyum saat mengakhiri keputusannya.
Keputusan Jayden disambut tepuk tangan dan sorak-sorai dari seluruh lembaga tata usaha Kerajaan. Entah kesalahan siapa sampai nama Renny Agazine bisa masuk ke dalam daftar kandidat terbaik. Tapi, satu hal yang pasti, mereka bahagia karena terbebas dari hukuman mengerikan dari Sang Ratu.
>>> LOVE AND CROWN <<<
Istana Puta Mahkota, Gold Jade Palace.
Jayden membuang jasnya dan membanting diri ke atas sofa. Rencananya untuk menikahi gadis pilihannya berhasil, ia tersenyum penuh kemenangan. Di depannya terlihat begitu banyak foto Renny Agazine yang ter tempel pada dinding kamar rahasia itu. Jay memang ter obsesi pada Renny, tergila-gila padanya. Jayden merasa harus memilikinya walaupun harus mengorbankan segalanya untuk itu.
Tok.. Tok..
Suara pintu diketuk.
"Yang Mulia." suara Kai terdengar dari luar.
"Ada apa, Kai? Masuklah!"
"Harus saya apakan pria itu?" Kai menunggu instruksi dari Pangerannya terhadap nasib hacker kemarin.
"Biarkan saja dia hidup, berikan nama dan identitas baru." Jay menoleh pada Kai.
"Baik, Pangeran."
"Tunggu, Kai!! Pastikan juga kau potong semua jarinya agar dia tidak bisa melakukan tindakan kriminal lagi."
"Baik, saya undur diri dulu."
"Pergilah, Kai."
Jayden bangkit dan merenggangkan tangannya. Berdiri di dekat foto-foto Renny, memandangnya dengan sorot mata yang penuh penantian.
"My Girl.." senyum Jayden penuh arti.
>>> LOVE AND CROWN <<<
___________IG. @dee.Meliana__________
Jadi begitulah..
Jayden sendiri yang memasukan nama Renny dalam kandidat istrinya.
Kok bisa sih suka sama Renny?
Emang kapan mereka bertemu?
Renny aja nggak pernah merasa mengenal Pangeran Tamvan ini, kok.
__ADS_1
Tunggu jawabannya di next episode, ya ^^