MUSE S3

MUSE S3
LAC 2


__ADS_3

LOVE AND CROWN


FLASHBACK


OKE sampai di mana cerita kita kemarin?


oh.. Sampai Renny Agazine terpilih menjadi seorang Putri Mahkota.


Bagaimana bisa, ya? Kata Renny, Dia bahkan tak mendaftarkan dirinya.


Baiklah kita flashback dulu ceritanya, mungkin satu minggu yang lalu...


Hmm.. kurang mundur, harusnya flashback ke satu bulan yang lalu.


1 bulan yang lalu...


SMA Negeri 1, Nam, Ibu kota Kerajaan Wei.


"Hoam..." Renny menguap beberapa kali sebelum akhirnya menyerah dan menutup buku pelajarannya. Kenapa tabel unsur-unsur periodik Kimia harus di hafal-kan? Memang-nya ada faedahnya bagi kehidupan umat manusia kalau Renny berhasil menghafalkannya?


"Gaes, cek beritanya..!" Kimmy, teman sebangku sekaligus kawan seperjuangan Renny ini tiba-tiba berteriak histeris. Jemarinya yang gemuk mengetuk layar smart phone beberapa kali.


"Apaan?" Wen-Wen dan Sena langsung menoleh ke belakang, beranjak dari bangku mereka.


"Wah gila, usia pangeran menginjak 21 tahun, saatnya dia mencari Putri Mahkota." Wen-Wen membaca head line news pada layar ponsel.


"Buruan daftar!" teriak Sena senang.


"Ayo..! Nggak ada salahnya dicoba." Wen-Wen juga terlihat antusias, cuma Renny yang diam dan mengamati kawan-kawannya.


"Nggak nyobain, Ren?" tanya Kimmy.


"Nggak, nggak mungkin kepilih juga." Renny mengusap hidungnya yang gatal. Musim semi membuat hidungnya gatal karena alergi serbuk bunga.


"Siapa tahu!" ujar Sena.


"Ayo kita isi pendaftaran."


"Ayo..!"


Renny memandang teman satu gank-nya dengan keheranan. Mereka bahkan harus remidial pada pelajaran matematika semester lalu. Jangankan terpilih, mungkin nama mereka akan langsung dicoret begitu melihat nilai yang terpampang pada buku raportnya.


Tapi entah kenapa Renny menyukai semangat juang kawan-kawannya itu. Yah.. memang sih, wajah dan tubuh pangeran mereka saat ini sangat layak untuk diperjuangkan.


"Renny!" panggil seorang cowok dari luar kelas.


"Alex?" Renny terpekik, ia langsung bergegas merapikan rambut dan bajunya sebelum bangkit berdiri.


"Ciyeee..." ledek Kimmy.


"Paan sih?' Renny mengibaskan tangannya, memberi isyarat agar mereka berhenti menggodanya.


"Alex kelihatannya suka sama kamu, Ren," Wen-Wen berbisik.

__ADS_1


"Nggak mungkin, kita cuma temen dari kecil. Lagian dia itu bangsawan, beda kasta sama kita-kita." ujar Renny, wajahnya sedikit murung.


"Tapi Anak SP (Spesial Program) sampai bela-belain datang ke sini demi makan siang bareng kamu. Kalau nggak ada rasa trus namanya apa donk?"


"Aduh.. Kalian ini.. Jangan bikin aku ke-ge-er-an donk!" wajah Renny bersemu merah.


"Sudah cepetan sana!! Keburu bel." dorong Kimmy.


"Oke. Bye girls." pamit Renny.


Renny memandang tubuh jangkung Alex yang sedang bersandar pada dinding koridor. Duh... berdiri saja udah kaya patung pahatan seni. Bagaimana nggak bikin ngiler coba? Renny berlari kecil dengan riang di koridor dan berhenti tepat di samping Alex. Alex tersenyum dengan manis menyambut kedatangan Renny, membuat jantung Renny berdegup tak karuan. Ah.. sungguh cowok yang imut dan manis.


Baiklah.. sebelum lanjut ceritanya, kita kenalan dulu dengan Alex. Siapa Alex?


Alex merupakan anak dari Duke Fanno Kielv, Hloh Kok nama keluarganya Kielv? Masih ada hubungankah dengan kerajaan? Yup, Ayah Alex merupakan adik dari baginda Raja Jared Kielv ke-III, dan saat ini dia menjabat sebagai Pedana Mentri negeri Wei.


Alex sudah mengenal Renny sejak kecil, hal ini karena Papa Renny yang bekerja pada bagian administrasi kerajaan. waktu kecil Renny sering ikut Papanya bekerja dan bertemu dengan Alex di sana. Mereka sering bermain saat di kantor administrasi Negara.


"Ngelamun?" Alex menggoyangkan tangannya di depan wajah Renny.


"Nggak kok.. Eh.. Kamu nggak pa-pa tiap hari datang ke sini, Lex?" tanya Renny, ia juga heran soalnya Alex adalah murid kelas program spesial di mana hanya anak-anak bangsawanlah yang bisa masuk ke sana. Walaupun satu gedung namun fasilitas dan perlakuan-nya sangat jelas jauh berbeda dengan program kelas biasa.


"Emang ada yang ngelarang?" tanya Alex.


"Nggak ada, sih." Renny menjawab ala kadarnya. Bukan karena nggak mau menjawab panjang dan lebar, tapi lidahnya kelu. Entah kenapa akhir-akhir ini Renny merasa kikuk saat berhadapan dengan Alex. Alex yang sekarang bukanlah lagi seorang bocah yang dulu ia kenal. Sekarang Alex sudah menjadi seorang cowok tampan dengan sejuta pesonanya. Dan itu membuat Renny selalu salah tingkah saat bersamanya, dan juga kehabisan kata-kata saat memandang wajahnya.


"Sepupumu lagi memilih calon istri. Kamu nggak ikutan ngadain sayembara juga?" goda Renny.


"Untuk apa? Calon istriku-kan nggak harus bisa mengurus Kerajaan. Lagian aku sudah menemukan kandidat terbaik sebagai calon istriku, kok." Alex memandang Renny dengan sorot matanya yang lembut.


"Rahasia..." bisikan Alex di telinga Renny membuat bulu kuduknya merinding.


"Ih.. apaan sih?" Renny mendorong tubuh Alex pelan.


"Ha..ha..ha.. Ayo kita makan, keburu bel!" ajak Alex.


"Dasar bangsawan aneh, kok suka makan, makanan rakyat?" sindir Renny.


"Bangsawan juga manusia kali! Masih doyan makan nasi." sentil Alex.


"Hahaha... Ayuk jalan, laper!" kata Renny.


>>> LOVE AND CROWN <<<


Di tempat lain...


Istana Putra Mahkota, Gold Jade Palace.


TAK...


DOG...!


Pangeran tamvan Jayden sedang asyik menyodok bola putih sampai bola itu membentur keras pada 15 bola lainnya.

__ADS_1


Beberapa bola berwarna masuk ke dalam lubang, beberapa lainnya menggelinding pelan. Jayden mengangkat badannya dan kembali mengoleskan kapur biru pada ujung tongkat biliar-nya. Ia menggulung lengan kemeja-nya sebelum kembali membungkuk, memperlihatkan tatto kecil di pergelangan tangannya. Matanya yang tajam mulai membidik target, bola hitam bernomor 8.


"Yang Mulia." Sebuah suara membuat Jay menghentikan kegiatannya. Suara itu berasal dari Kai, komandan dari para ajudan Jayden, ia membawa seorang pria di sampingnya.


Jayden mengangkat tubuhnya, menyandarkan tongkat biliar di bahu dan melepas kembali sarung tangan hitamnya. Jayden terlihat sangat tampan dengan balutan kemeja putih berhias-kan gesper hitam pada kedua sisi bahunya. Jay juga menggulung naik lengan kemeja-nya, dan membuka beberapa kancing atas, memamerkan dadanya yang bidang.


"Jadi bagaimana?" pertanyaan Jayden membuat lelaki paruh baya itu gemetar.


"Se...sedang diusahakan, tidak mudah meng-hack program milik kerajaan." ucapnya sambil terbata-bata.


"Kalau mudah kerajaan nggak akan berdiri se-kokoh ini bego!" Jayden mengambil kembali tongkatnya.


"Saya akan melakukan yang terbaik, Pangeran." keringat dingin menetes dari pelipis-nya.


"Good. Kalau kau berhasil, aku tutup kasusmu. Dan kau akan langsung terbebas dari hukuman mati." Jayden menempatkan tongkat di antar kedua jarinya, menyejajarkan kembali tongkatnya sebelum kembali menyodok pelan bola putih itu.


DOK!!


Bola hitam masuk ke dalam lubang.


"Baik, Pangeran."


"Kai, antar dia keluar..!" Jay mengibaskan tangannya, memberi isyarat agar Kai mengantar tamunya keluar.


"Baik, Yang Mulia." ajudan setia Jayden, Kai Romanov membungkuk dan mengantarkan pria itu keluar.


"Harus berhasil, aku harus memilikimu." pikir Jayden, matanya berkilat optimis. Ia memandang tatto di pergelangan tangan kiri dan menciumnya.


>>> LOVE AND CROWN <<<


___________IG. @dee.Meliana__________


Siapa sih Jay yang ingin kau miliki??


Penasaran?


Sambung next episode ya..


^Note^


URUTAN GELAR BANGSAWAN:



DUKE


MARQUESS


EARL


VISCOUNT


BARON

__ADS_1


COURTESY



__ADS_2