Musim Dingin Yang Lalu

Musim Dingin Yang Lalu
Arti Sebuah Nama


__ADS_3

Matahari terbit memancarkan rona kemerahan di langit pagi. Jari emas sinar matahari menyinari pemandangan asri di sekeliling panti. Burung-burung terus berkicau riang, daun-daun pada tanaman tertutup tetesan embun, dan angin sepoi-sepoi sejuk menyapu tanah lembap wilayah pinggiran kekaisaran ini.


Sedari pagi sudah terdengar suara sayup-sayup para petugas yang tengah sibuk merapal mantra suci guna memperkuat perisai pengaman di sekeliling panti asuhan. Sudah empat hari berturut-turut terhitung para pendeta suci secara bergiliran menggunakan kekuatan suci mereka untuk memperkuat perisai.


Anak-anak dan petugas panti lainnya sejak empat hari yang lalu melakukan semua aktivitas mereka di dalam panti asuhan dan mengurangi kegiatan mereka di luar ruangan atas perintah dari ketua panti malam itu. Bahkan kegiatan mandi anak-anak yang biasanya dilakukan setiap pagi dan sore di sungai yang tak jauh dari panti, kini hanya boleh dilakukan di pagi hari dan sorenya mereka akan mandi di sumur yang ada di area panti asuhan.


Setelah anak-anak selesai mandi pagi tadi mereka dan para petugas bahu membahu mengisi air di dalam sumur yang belakangan ini hanya dipakai oleh para petugas dengan alasan mengefisienkan waktu.


Kegiatan tersebut telah dilakukan selama empat hari ini dengan riang gembira karena anak-anak sangat senang melakukannya, padahal yang sebenarnya mereka senang bermain air di pinggiran sungai dangkal yang berarus tenang itu.


Karena teror monster yang menakutkan itu petugas panti yang tidak memiliki kekuatan suci pun menjaga keamanan anak-anak panti asuhan di dalam bangunan yang beberapa hari terakhir ini terasa lebih ketat penjagaannya.


...***...


Siang itu keempat sekawan tengah asyik membaca di dalam kamar mereka. Rubi yang baru dua bulan terakhir ini belajar membaca terus menanyakan tulisan yang tidak ia ketahui pada ketiga kakak yang dengan senang hati membantu.


“Kak Allen... Kenapa kita disuruh membaca oleh Serena?” Tanya adik bungsunya yang sudah kebosanan menatap ratusan kalimat dalam buku.


“Supaya kamu bisa membaca semua tulisan yang ada di kekaisaran ini.” Sahut Elyn pada adiknya tanpa menoleh.


“Oh...” Ucap Rubi seakan tak tertarik dengan kemampuan bisa membaca seluruh tulisan di kekaisaran.


“Apa kau sudah bosan membaca Rubi?” Olive yang melihat adik bungsunya tiduran di atas ranjang dan hanya membolak-balikkan halaman buku tanpa membacanya. “Mau belajar menulis bersamaku?”


Mendengar kata menulis yang asing di telinganya, gadis kecil itu langsung menganggukkan kepalanya dengan riang. Ia melesat turun dari ranjangnya dan menghampiri Olive yang sedang duduk di depan meja belajar satu-satunya yang ada di ruangan itu.


Olive mempersilakan adiknya itu duduk di kursinya dan membuka lembaran kosong di secarik kertas yang ia dapatkan dari Serena. Diajarkannya Rubi cara memegang pensil yang terbuat dari arang yang terbungkus kulit pohon.

__ADS_1


Elyn dan Allen iri melihat Olive kegirangan mengajarkan Rubi yang cepat mengerti. Akhirnya mereka berdua ikut nimbrung di sebelah Rubi dan mengajarkan adiknya beberapa kata. Karena meja belajar yang kecil pada akhirnya mereka berempat memutuskan untuk mengajari Rubi di lantai dalam kamar.


“Nah tulis seperti ini... Ini adalah namamu.” Ucap Elyn yang memberi contoh tulisan pada Rubi.


“Apa ini dibaca Rubi?” Tanya gadis itu meyakinkan.


“Benar! Coba kau tulis seperti yang aku tulis.” Perintah Elyn yang langsung dikerjakan oleh Rubi.


“Sekarang giliranku!” Ujar Allen yang tak mau kalah. Ia menuliskan tiga kata pada lembaran kertas itu. “Yang ini dibaca Allen, ini Elyn, dan ini dibaca Olive.” Katanya seraya menunjuk pada satu per satu kata di sana lalu Rubi mengikuti tulisan itu sambil bergumam menyebutkan nama ketiga kakaknya.


“Apa arti nama kalian?” Tanya Rubi pada ketiga kakaknya.


Kini giliran Olive yang ambil bagian untuk menjelaskan pada Rubi. “Namaku memiliki arti buah zaitun.” Ucap Olive menerangkan pada Rubi.


“Apa itu buah zaitun?”


“Apa nama Olive diambil dari nama yang tertulis di kalung itu?” Ucap Rubi seraya melihat kalung berlapis perak yang menggantung di leher Olive.


“Hah? Bagaimana kau bisa tahu kalau ada namaku di kalung ini?” Kata Olive yang terkejut pada pernyataan Rubi, karena selama ini ia belum memberitahukan tentang kalung itu pada adiknya. Begitu pula dengan Allen dan Elyn yang sama terkejutnya.


“Aku melihatnya.” Ungkap Rubi. “Tulisan di kalung itu sama dengan tulisan yang ada di atas kertas ini.” Jelasnya.


“Ah... Benar. Namaku diambil dari tulisan pada kalung ini.” Ujar Olive seraya mengelus kalung berliontin lempengan perak bertuliskan namanya itu. “Saat aku ditemukan di depan pintu gerbang panti, hanya ada kalung ini berserta surat yang meminta untuk menjaga aku baik-baik.” Jelasnya dengan aura yang mendung.


“Namamu cantik kak!” Sahut Rubi lalu ia memeluk Olive yang terlihat hampir menangis. Olive pun membalas pelukan adiknya yang mengusal manja padanya.


Lalu Rubi menatap pada Allen yang sedari tadi ingin sekali memberitahukan arti namanya pada adik bungsunya itu. “Kalau kakak Allen, apa arti dari namamu?”

__ADS_1


“Namaku artinya anggur hitam.” Katanya percaya diri.


“Apa itu anggur hitam?” Rubi yang selama ini hanya mengetahui bentuk dan rasa apel tak mengerti apa maksud dari perkataan Allen yang sedang dibanggakannya itu.


“Buah kecil berwarna hitam yang rasanya manis dan agak sedikit asam dan pahit.” Sahut Elyn, “Makanya buah itu cocok sekali dijadikan alkohol.”


“Alkohol? Apa itu minuman jahat seperti kata Serena?” Ujar Rubi yang teringat pembicaraannya dengan Serena mengenai alkohol tempo hari.


“Iya kau benar, makanya anak ini auranya sangat jahat.” Ucap Elyn seraya menggosok-gosok kepala Allen di sebelahnya.


“Woy!” Allen sebal, ia tak terima dirinya difitnah di depan adiknya.


Olive dan Rubi tertawa bersama melihat Allen dan Elyn bertengkar ringan karena sebuah nama. “Lalu kalau kak Elyn? Apa arti dari nama kakak?” Tanya Rubi pada Elyn setelah pertikaian antar ia dan Allen reda.


“Artinya adalah anak nakal yang seperti setan!” Kata Allen yang berusaha membalas ucapan buruk Elyn padanya. Ucapan Allen pada Elyn berhasil membuat Olive yang sudah tenang kembali tertawa hingga terpingkal-pingkal.


Rubi terbelalak, pupil matanya menyempit, wajahnya menunjukkan raut tercengang yang tidak mengira nama secantik Elyn akan memiliki arti yang sangat bertolak belakang.


“Coba lihat! Karena perbuatanmu itu dia percaya!” kata Elyn yang memarahi keusilan Allen.


“Kau duluan yang mulai membuat aku sebal!” Kini Allen merajuk.


Sebenarnya apa yang dikatakan Elyn mengenai nama Allen tidak sepenuhnya salah. Memang benar bahwa namanya berarti anggur hitam yang terasa manis, sedikit asam dan pahit, juga ia benar jika buah itu sangat populer karena dijadikan bahan utama membuat alkohol. Bahkan ‘Allen’ adalah merek alkohol yang cukup terkenal. Tapi yang membuat Allen sebal saat temannya itu bilang bahwa dirinya memiliki aura yang jahat.


“Sudah, sudah... Kalian malah membuat diri kalian terlihat buruk di depan Rubi.” Ujar Olive yang berusaha mendamaikan kedua temannya. “Nama Elyn diambil dari bahasa kekaisaran yang artinya cahaya matahari yang bersinar terang.” Jelas Olive pada Rubi.


‘Sudah aku duga arti namanya memang cantik’, kini wajah Rubi menampakkan raut yang mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


“Cih! Menyebalkan!” Kata Allen yang tetap tidak terima arti nama Elyn yang lebih bagus dari miliknya dan Olive.


__ADS_2