Musim Dingin Yang Lalu

Musim Dingin Yang Lalu
Tiga Sekawan


__ADS_3

Para petugas panti asuhan dibagi-bagi sesuai dengan tugas mereka masing-masing. Satu orang ketua panti dan satu wakilnya yang sibuk menangani panti dan sering bolak-balik melakukan perjalanan ke kuil suci utama. Dua orang ditempatkan di dapur.


Dua petugas yang bertugas di bagian cuci. Mereka sering mengeluh karena sakit pinggang, memang usia mereka sudah masuk fase paruh baya. Meskipun petugas lain membantu, atau ada petugas yang didatangkan dari luar panti, namun tetap saja usia tak bisa dimanipulasi. Dua pendeta suci yang mengurus bagian keuangan.


Lalu lima orang sisanya mengurus anak-anak dan menjadi ibu asuh mereka termasuk Serena. Total ada tiga belas orang petugas panti yang menetap termasuk para pendeta dan rakyat biasa yang membantu mengurus panti asuhan.


Sebelum Serena bergabung, ketiga kucing liar yang sekarang diurusnya itu diasuh oleh pengasuh lain, dan terkenal sebagai anak-anak yang tidak disukai karena terlalu diluar kendali. Mereka bertiga diasingkan oleh ibu asuh mereka sendiri karena tak bisa diatur dan pada akhirnya pengasuh mereka menyerah.


Saat Serena datang sekitar tiga tahun yang lalu, ia langsung ditugaskan untuk mengurus tiga sekawan yang nakal itu, Elyn, Olive, dan Allen. Awalnya perlakuan tiga sekawan itu pun sama seperti mereka memperlakukan pengasuh lain sebelumnya. Mereka yang memiliki luka karena diabaikan sejak lama dan tak merasakan kasih sayang orang dewasa semakin menjadi kenakalannya.


Serena yang memperlakukan mereka dengan tulus pun ingin menyerah pada awalnya, sebab ia sedih dan merasa bahwa dirinya tak disukai oleh anak-anak asuhnya.


Perlakuan ketiga sekawan itu sedikit berubah ketika suatu malam mereka mendengar isak tangis Serena di dekat ranjang mereka. Walaupun ketiga gadis itu belum percaya sepenuhnya pada Serena, tapi setidaknya mereka bertiga sudah berniat membuka hati.


Serena yang berdoa pada dewa dengan penuh harap dan tulus, meminta anak-anak itu menyukainya. Setiap malam tanpa henti Serena hanya menangis sambil berdoa, dan doa yang diminta selalu sama agar ketiga anak yang diasuhnya membuka hati mereka untuknya.


Sampai suatu ketika Serena tak ada di panti. Ketiga sekawan itu kebingungan, mereka bertiga mencari Serena ke sana kemari tapi tak menemukannya, ketiga kucing liar itu pun merasa kehilangan.


Salah seorang petugas bilang bahwa Serena kabur dari panti karena tidak kuat lagi dengan tingkah mereka bertiga. Ketiga anak yang takut ditinggalkan dan tidak akan ada lagi yang mencintai mereka selain wanita itu pun menangis.

__ADS_1


Mereka bertiga mendengar dari salah satu petugas panti bahwa Serena pergi ke ibukota kekaisaran dan tidak akan pernah kembali. Memangnya siapa yang betah menjadi relawan panti asuhan pelosok desa terpencil kalau bukan penduduk asli.


Apalagi pakaian yang dikenakan Serena saat ia datang pertama kali terbilang bagus, meskipun modelnya tidak semewah milik bangsawan, namun bahan dan motif yang ada pada gaunnya tidak sembarangan, itu bukti kalau gaun yang ia kenakan adalah barang yang cukup mahal. Kulit putih bersih wanita itu pun terlihat sangat terawat, juga berbau sangat harum, membuktikan bahwa ia sangat merawat tubuh sebelumnya.


Para petugas panti lain berpikir bahwa tadinya Serena merupakan pelayan di sebuah mansion milik bangsawan. Namun karena suatu alasan ia pergi meninggalkan pekerjaan lamanya dan datang sebagai relawan panti.


Ada juga yang bilang, Serena adalah nona bangsawan yang kabur karena menghindari perjodohan yang tidak diinginkan. Bahkan ada yang bilang wanita itu adalah putri kerajaan negara musuh. Sebab apa pun yang dikenakannya, wajah Serena tetaplah amat cantik untuk dibilang sebagai rakyat biasa.


Allen, Elyn, dan Olive bergegas menuju ibukota dengan hanya memakai gaun tidur tipis dan bertelanjang kaki. Mereka bertiga mengendap keluar dari panti demi bertemu Serena, ketiga gadis itu pun akan memohon agar Serena kembali.


Ketiganya menumpang kereta barang yang kebetulan lewat di depan jalan tak jauh dari panti, secara sembunyi-sembunyi mereka naik agar tak ketahuan oleh kusir. Kalau ketahuan mereka akan diturunkan paksa oleh kusir kereta kuda itu di tengah jalan yang entah di mana.


Dua hari tiga malam mereka tempuh untuk mencapai ibukota kekaisaran di mana Serena berada. Pantas saja jika ketua panti pergi ke kuil suci yang ada di ibukota, sangat lama untuknya kembali lagi ke panti. Rupanya menempuh perjalanan yang panjang dan sangat melelahkan begini. Ketiga gadis kecil itu pun jadi berpikir ulang karena sebelumnya mereka bertiga berniat kabur ke ibukota untuk menjalani hidup yang baru.


Keesokan paginya mereka terbangun dan mendapati diri mereka telah sampai di ibukota. Saat kereta yang mereka tumpangi itu berhenti, ketiga gadis itu turun seraya mengendap keluar dari kereta dan berjalan ke arah bangunan yang berjejer rapi.


Tak mudah mencari Serena di antara luasnya ibukota dan hiruk pikuk di sana. Banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang di jalanan, juga kereta kuda yang sibuk mondar-mandir di jalan utama.


Setiap orang dewasa yang mereka tanyai soal Serena selalu mengabaikan dan bahkan ada yang langsung mendorong tubuh mereka, seakan mereka adalah penyakit menular. Mereka bertiga tidak bisa masuk toko sembarangan, karena seluruh toko yang mereka datangi menganggap ketiga anak kecil itu sebagai pengemis.

__ADS_1


Ketiga gadis itu juga dikejar-kejar oleh kesatria karena dituduh mencuri sebuah apel yang sedang dijajakan oleh pedagang. Tentu saja tuduhan itu palsu.


Kejadian yang sebenarnya adalah, ketiga gadis itu memergoki seorang pencuri yang sedang memenuhi tasnya dengan berbagai macam buah dari salah satu gerobak milik pedagang.


Lantas pencuri itu memberikan sebuah apel pada Olive yang kebetulan sedang kelaparan dan menatap ke arah pencuri itu. Olive yang tidak curiga langsung mengambil apel pemberian si pencuri.


Setelah apel itu berada di tangan Olive, pencuri itu berteriak kencang lalu menunjuk tiga gadis kecil malang sebagai pencuri yang membuat mereka dilempari batu oleh pedagang dan dikejar-kejar oleh kesatria.


Lelah, kehabisan nafas, takut, lapar, dan kotor. Ketiga sekawan itu bersandar lemas di dinding pada sebuah gang di salah satu sudut kota. Mereka sudah putus asa mencari Serena.


Ketiga gadis itu menyesali perbuatan mereka di panti asuhan selama ini pada Serena. Harusnya dari awal mereka bersikap baik padanya dan menyayanginya agar tidak ditinggalkan.


Olive yang tidak bisa menahan air matanya pun terisak kemudian diikuti Allen. Elyn yang mencoba menguatkan diri sambil menyalahkan dirinya sendiri pun ikut hanyut dalam tangisan. Mereka bertiga menangis kencang sambil berangkulan, menyita pandangan setiap orang yang melewati gang.


Beberapa orang yang melihat kejadian itu hanya menatap seraya mengernyitkan kening mereka pada anak-anak kotor yang sedang menangis. Yang lain bersikap acuh tak acuh dengan apa yang ada di depan matanya. Bahkan ada orang dewasa yang memakai gaun mewah bergunjing soal anak kecil lusuh mirip pengemis, membuat mereka tak nyaman berbelanja.


Ketiga anak itu menangis di gang tepat di samping toko yang cukup terkenal di kota. Pemilik toko yang mendapat protes dari bangsawan langganannya serta mendapat ancaman para bangsawan tidak akan berbelanja di toko itu karena ada anak-anak gembel yang sedang menangis pun marah.


Pemilik toko itu mengusir ketiga anak malang itu dengan kejam seperti mengusir seekor anjing liar, kotor, bau, dan berpenyakit untuk menjauh dari tokonya.

__ADS_1


__ADS_2