
Sementara Dani yang sedang kesal dan marah, memilih pulang ke apartemennya. Dani mempunyai apartemennya sendiri yang dia beli dari hasil kerja kerasnya sendiri.
Dia membersihkan diri dan salat dhuhur.
Seetelah itu Dani berjalan kedapur, memasak mie instan.
"Gara gara sicewek bar bar, gue gx nafsu makan direstoran tadi, apes banget nasib gue. gx kebayang deh gimana hidup gue setelah nikah nanti."
guman Dani sendiri sambil menggaduk2 mie instan dimangkuknya.
drt drt drt..
" Hallo Assalamualaikum Ibu."
"wa'alaikumsalam, kamu dimana nak?"
"apartemen, kenapa bu?"
"Sudah selesai semuakan pr yg ibu kasih ke kamu, ?".
"sudah bu, fhiting dan prewed".
"cincinnya nak?"
"Ya Allah..., Dani lupa bu."
"Dani ..Dani... Dani itu yang paling penting loe nak?".
"ehmm .. besok ja bu, Dani ajak Zara lagi".
"Ya sudah, kamu tidak pulang kerumah nak?"
"ehmm ... ndak deh bu, Dani capek banget. Istirahat disini ja bu".
"baiklah, Selamat istirahat sayang, ibu tutup dulu. Assalamualaikum".
"wa'alaikumsalam".
__ADS_1
"emmm... apa sebaiknya gue hubungin tu cewek dulu kali ya, biar besok bisa gue jemput, amsyoeng hidup gue... tu cewek malah bikin ribet ja nanti, kalau gue yang hendel semua, nanti ketahuan ibu bisa panjang urusannya".guman Dani sendiri.
Dani menghubungi Zara, tut.. tut.. tut... tut..tut... tut....
"Hallo Asalamualaikum".
'gila lembut banget suaranya bikin adem, .. gue mikir apaan sih.. '
Bukannya menjawab salam Dani malah meresapi suaranya Zara..
"Hallo...siapa disana".
"ekhemm... Wa'alaikumsalam Zara, ini Gue Dani".
"dapat dari mana loe no gue? ada perlu apa loe ma gue? mau ngapain lagi loe?".
' Ya Allah, baru juga bikin adem sudah panas lagi' ucap Dani dalam hati.
"sorry Zara, gue diminta ma ibu untuk hubungi loe, besok katanya disuruh cari cincin kawin."
"pukul berapa besok? mau jumpa dimana?".
"kita jumpa dimol ja besok, Assalamuaikum".
"eh... wa'alaikumsalam. Apa apaan ni cewek bar bar, Ya Allah.. ". Dani berguman sendiri.
Dani beranjak kekamar istirahat.
Sementara dirumah Zara,Setelah mematikan handphonenya, dia siap siap mau tidur. tiba tiba....
tokk tokk tokkk..
"Zara..."
Zara bangun membuka pintu.
"bunda".
__ADS_1
"Zara, boleh bunda masuk?"
Zara mengangguk dan menjauh dari pintu, dia kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur.
"Gimana tadi, sudah selesai semua fhiting baju dan prewedingnya, ?
"ehmm.. sudah bun. sudah beres."
Zara menjawab malas.
"Zara.. bunda tahu, Zara masih kesal dengan Ayah dan Bunda. Bunda minta maaf ya nak, kalau memang berat Zara jalanin, gx pa pa sayang kita batalin saja".
'sudah telat bun, undangan sudah tersebar, dan gimana dengan janjinya aku' Zara ngebathin.
"Zara.. "bunda memeluk Zara.
"Zara tidak kesal bun, Zara hanya berusaha menerimanya dengan ikhlas, maafin Zara bunda. Kalau sikap Zara sudah bikin Ayah dan Bunda sedih. Zara hanya masih agak syok dengan kehidupan Zara yang ajaib ini bun".
melepaskan pelukan.
"Sayang, bunda yakin Zara mampu, kalau Zara yakin akan Takdir Allah, InsyaAllah akan selalu indah di akhirnya."
"Iya bun, Zara akan terus berusaha, Bun, temanin Zara bobok ya, Zara rindu belaian bunda."
"anak bunda ini, sudah mau nikah masih saja manja kayak anak kecil, . "
Zara tersenyum, dan beranjak ketempat tidur, bundanya mengikuti langkah Zara, dan membelai belai pucuk kepala Zara, hingga dia tertidur dengan nyenyak.
Bunda keluar dari kamar Zara, tak lupa mematikan lampu.
#############
cukup dulu yesss ..
author lelah banget hari ini, because disekolah tempat author ngajar lagi persiapan acara Maulid Nabi besok, kebyangkan gimana sibuk dan capeknya. 😥.
author curhat.. 😁.
__ADS_1
see you next time.