Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
SEMBILAN BELAS


__ADS_3

Zara berusaha menahan sakit dikepalanya, dia mengambil handphone, dan membuat panggilan.


"halo.. Juwi.. loe dimana?".


"gue mau jalan ke tempat loe."


"Juwi.. tolong gue.. kepala gue sakit, "


"hah.. sakit kepala loe kumat lagi. Apa yang terjadi Ra, sudah lama banget loe gx pernah lagi sakit kepala. Obat.. loe sudah minum obat kan?".


"gx da obat disini Juwi, obatnya dikamar gue dirumah bunda."


"Ya sudah.. gue bawain ja sekalian. Gue cari apotik dulu. tenang ya Ra. loe istirahat dulu. gx usah pikir apapun".


Zara menutup panggilannya.


'cepatlah datang Juwisya.' Zara mencoba untuk tidur dikasurnya, membaca doa keselamatan dan terus beristiqfar dan bertakbir. Zara memejamkan matanya, mulut tidak berhenti bertakbir. Pelan pelan Zara tidur dengan tenang. Hanya nafasnya yang terdengar.


Diluar Dani yang masih menunggu Zara keluar mendengar bunyi bel berkali kali, dengan malas Dani berjalan ke arah pintu depan dan membuka pintu..


"Assalamualaikum Kak Dani."


"loh.. Juwisya.. kok bisa.."


"Zara yang memberitahu Juwi kak, kalau kalian tinggal disini. Zaranya mana kak? apa masih sakit kepalanya. Ini Juwi bawa obatnya."


"Sakit kepala? Zara sakit? kok kamu bisa tahu Juwi..."


"Tadi Zara nelpon kk. semalam memang kami sudah janjian, aku mau main kesini hari ini, tapi pas tadi dijalan Zara menelpon, dia bilang kepalanya sakit lagi. Dan stok obatnya ada dirumah bundanya. Zara panik banget ya kk? sampai kumat sakit kepalanya? memangnya kalian bertengkar atau habis ngapain sih kak?"


"hah.. Ya Allah Juwisya, kalau ngomong tu jangan kayak kereta api, panjang amat. kami gx ngapain ngapain. Tadi kkDani hanya bercanda ma dia, sedikit menggoda sih, tapi reaksinya Zara, seperti orang ketakutan."


"his.. kakak ni.. sekarang Zaranya mana."ucap Juwi saat dia sudah duduk disofa.

__ADS_1


"Dikamar, ".


"Juwi boleh masuk gx kk kekamarnya"


"boleh. coba kamu bujuk Zaranya, dari tadi dia gx mau keluar kamar. pintunya juga dia kunci."


"emmm"


Juwisya melangkah kakinya kekamar Zara.


tiba tiba ....


"JANGAN.... HENTIKAN... BUNDA... ABANGAL...TOLONG....."


"Zara". Dani dan Juwisya langsung lari kekamar Zara.


"Zara... buka pintunya.." Dani gx sabar langsung menggedor gedor pintu kamar.


"Ya Allah. Zara, buka pintu. Ini gue Juwisya"


"minggir Juwi.. kkdani dobrak ja".


Tiga kali tendangan terbuka pintu kamar Zara. Mereka melihat Zara mengigau tangan Zara seperti melepaskan sesuatu di udara.


"Ya Allah.. Zara.. bangun.." Juwisya dan Dani langsung menghampiri dan membangunkan Zara.


"JANGAN... PERGI... HIKHIKHIKHIK.. BUNDA... ".


"Zara.... " Juwisya mengoyang goyangkan tubuh Zara. Dani melihat Zara dengan iba.


"AKKKKHHH". zara bangun langsung duduk.


Dia sangat ketakutan. Juwisya Langsung memeluknya.

__ADS_1


"Tenang Zara, gue disini.".


"Juwi.. Dia jahat Juwi... dia..."ucapan Zara terputus setelah melihat Dani.


"PERGI... "Zara langsung berteriak pada Dani sambil melempar bantal.


"Kk Dani.. keluarlah dulu, biar Juwi yang urus Zara".


"Tapi kenapa Juwi. Aku suaminya.. Zara..."


"Ya kk. Juwi faham. tolong mengertilah keadaan Zara. Juwi janji nanti setelah keadaan tenang kembali Juwi jelasin ke KKK."


"Zara.. "


"PERGI LOE BRENGSEK.. LELAKI BIADAP. PEDOPIL.." Juwi dan Dani terkejut dengan ucapan Zara yang memaki Dani.


"Kak Dani tolonglah. kasihan Zara. Dia masih tegang banget.".


Akhirnya Dani mengalah dan keluar dari kamar Zara dengan bingung.


' kenapa dengan Zara, Abang Al gx pernah cerita apapun kecuali sifat nya yang baik. Sepertinya dia sangat benci sama gue. Apa yang gue lakuin, apa ini ada hubungannya dengan kasus yang menimpa gue pas SMA dulu. shiet... gue benar benar frustasi. Gue harus secepatnya menemukan Kalista. Dia kunci dari masalalu gue. Dam...kenapa gue bisa lupa ingatan gue selama 3 bulan itu' bathin Dani. Dia duduk disofa didepan tv yang menyala semenjak tadi sambil memegang kepalanya. Dia mengambil ponselnya dan membuat panggilan.


"Halo.. Gimana?".


"..."


"bagus..bawa dia ke Villa. Dan gue gx mau dia lecet sedikitpun. Gue perlu waktu kesana. "


Dani tersenyum setelah mematikan panggilan.


###########


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2