
Hari ini Zara dan Dani akan pergi kebutik ibunya Dani untuk fhiting baju pengantin.
Sekaligus akan ke studio foto untuk foto prewedding.
Pukul 9 Dani sudah menjemput Zara. selama perjalanan Zara dan Dani terdiam tidak berbicara. Tak lama kemudian mereka sampai di butik ibu Dani.
Mereka disambut oleh pegawai ibu Dani yang terlebih dahulu diberitahu kan. Mereka langsung dibawa ke ruang ganti.
Zara keluar setelah memakai baju kebaya putih tulang yang cantik.
"Sayang... kamu benar benar cantik,".
Ibu Dani yang baru sampai langsung ketempat Zara ganti baju.
"eh.. ibu.. ". Zara terkejut dengar teriakan ibu Dani.
Dani pun muncul dengan setelan jas putih tulang yang senada dengan warna kebaya Zara lengkap dengan akses songket dipinggangnya.
"Dani.. coba lihat Zara cantikkan, sini nak...
coba berdiri disamping Zara".
Dani hanya diam dan mengikuti semua perintah Ibunya. Mereka hanya diam sepanjang waktu mereka fhiting baju hanya mengikuti kemauan atau perintah Ibu Dani.
Setelah selesai Zara dan Dani langsung menuju ke studio foto yang kebetulan ada disamping butik Ibu Zara. Dani memilih tema action.
"Zara.. loe mau foto pakek tema apa?"
"kan loe udah milihin ngapain lagi nanya gue,".
"ya elah. loe tu ya, lama lama gue kesal juga ma sikap loe. Gx bisa apa lembut sedikit."
"kenapa? loe menyesal mau nikah ma gue?. batalin saja, mumpung masih ada waktu. Atau loe gx bisa batalin karena sudah terlanjur cinta ma gue?".
"loe ... .."
Dani menahan amarahnya sesaat memenjamkan mata.
"Dengar ya Zara Elrazak, loe dan gue sama sama terikat janji yang harus kita lunasin. artinya sama sama punya tanggung jawab.
gue gx mau berdebat lagi dengan loe. cepat pilihin tema buat foro prewed. Abang loe yang minta ma gue, buat foto prewed harus pakek 2 tema yang berbeda."
__ADS_1
"loe ribet banget sih, tinggal loe pilihin ja lagi satu tema lagi."
Dani tidak menjawab tapi melotot ke arah Zara.
"ya elah.. ya.ya.ya.. ni gue pilihin.. ".
Zara melihat lihat sampel foto prewed.
"gue mau 2 tema digabungin, tema alam dengan pakaian santai bukan pakek gaun."
"wow Nona, belum pernah ada yang meminta permintaan seperti itu.Baik nona keinginan kalian adalah perintah bagi kami".
ucap pegawai studio foto.
Mereka melakukan berbagai gaya foto dan berbagai model. walaupun diawal tadi sempat ada kendala Zara yang tidak mau senyum. Yang pada akhirnya dia senyum juga setelah dibujuk bujuk. Hal itu sempat membuat Dani marah.
Akhirnya kegiatan mereka hari ini selesai semua.
"Zara.. mau makan dimana?"
karena sudah siang jadi Dani sengaja ngajak Zara untuk makan siang.
"gx.. kita makan dulu baru nanti gue antar loe pulang".
"ya sudah loe makan saja, kayaknya loe benar -benar kelaparan. gue bisa pulang naik taxi."
Zara berbalik menuju ke jalan raya untuk memanggil taxi yang melintas..
"tax..... akh.."
tiba tiba tangan Zara ditarik Dani.
"Dani.. lepasinnnnnn.. "
tanpa mempedulikan teriakan Zara, Dani membawa Zara ke mobilnya.
"duduk diam,.. " tegas Dani
Zara memejamkan matanya menahan amarah. Tanpa banyak bicara Dani langsung menjalankan mobilnya membelah jalan raya yang tidak terlalu ramai.
Mereka sampai di sebuah restoran.
__ADS_1
"turun.."
Zara langsung turun tapi melangkahkan kakinya dengan cepat kearah taxi yang kebutulan sedang menurunkan penumpang.
"Zara..."
Dani memanggil Zara.
"jalan pak.. cepat.."
"baik mbak".
Tanpa mempedulikan panggilan Dani. Zara pergi naik taxi.
"maaf mbak, kita kemana?".
"ke perumahan xx pak".
"baik mbak."
Zara sampai dirumah, langsung menuju kedapur dia sangat lapar.
"bikk.. bibik.. "
Zara memanggil asisten rumah tangga bundanya.Karena dia tidak melihat makanan diatas meja.
"iya non".
"Zara lapar, ?".
"eh .. iya non, bibik baru siap masak rendang daging dan capcay, sebentar bibik ambilkan".
bibik mengambil rendang daging dan capcay serta sepiring nasi putih.
"bibik pikir tidak ada yang bakalan pulang non, makanya makanannya bibik simpan dilemari makanan."
Zara hanya tersenyum sambil menguyah makanannya. Setelah selesai makan, Zara kekamarnya istirahat dan salat dhuhur.
######
bersambungggg..
__ADS_1