
Setelah mencuci piring dan peralatan lainnya, Zara kembali kekamar..
"loe cuci sendiri piring bekas loe, gue mau istirahat. " kata zara sambil berlalu kekamar.
hufff Dani menghela nafas.
Dani membawa piring kotornya untuk dicuci.
'kalau dipikir pikir dulu pertama jumpa ma Zara, sifatnya tidak nyebelin seperti itu. anaknya baik, ramah, ceria. kenapa ya tiba tiba tu cewek berubah' bathin Dani.
Setelah selesai Dani masuk keruang kerja, dia ingin mengecek laporan dari asistennya yang kirim lewat email.
Sementara itu Zara menangis dikamarnya.
'kalau seandainya loe tu gx jahat sama gue dulu, mungkin ini akan menjadi pernikahan yang indah bagi gue. Tapi kenapa Dani.. kenapa loe jahat sama gue dulu. Apa salah gue sama loe'. Bathin Zara masih segukan menahan suara tangisnya.
Karena kelelahan Zara tertidur hingga magrib, sampai sampai dia melewat salat Asar. Dia terkejut ketika mendengar suara Azan magrib.
"Ya Allah... terlepas salat Asar".
Zara bangun dan langsung menuju kamar mandi.
Dani telah selesai memasak didapur. setelah salat Asar dia keluar dari kamarnya dan berinisiatif untuk membuat makan malam.
"selesai juga, moga ja tu cewek jutek suka".
guman Dani. Selanjutnya dia menunaikan salat magrib dimesjid. Apartemen Dani sangat dekat dengan mesjid karena itulah Dani membeli Apartemen ini.
Zara keluar dari kamar dan matanya menyapu setiap sudut ruangan..
"apa dia masih dikamarnya?" guman Zara.
__ADS_1
Zara melangkahkan kakinya ke dapur, sedikit terkejut karena dikompor ada sup hangat dan udang goreng dipiring samping kompor masih hangat.'pasti Dani yang masak, loe benar benar suami idaman, namun sayang loe jahat dan kejam. Seandainya waktu itu loe gx nyakitin perasaan gue, gue sekarang akan sangat bahagia. Ya Allah sakit banget dada gue.' Bathin Zara sambil memegang dadanya yang nyeri.'gue gx boleh lemah, gue kuat sekarang gx da yang bisa nolongin gue kecuali diri gue sendiri'. Zara melangkahkan kakinya ke meja makan.
Zara menata semua makanan tersebut dimeja makan. tiba tiba Dani muncul dengan pakaian koko dan peci dikepalanya. Zara terpana melihat penampilan Dani.
'Subhanallah...' bathin Zara.
Namun lain lagi yang dipikir Dani, saat menlihat Zara menatap dirinya.
"Gue dari mesjid ".
Zara seakan sadar dari lamunannya bersuara..
"ekhemmm... gue gx nanya".
"terus.. ngapain loe lihat gue kayak gitu.. apa jangan jangan loe terpesona ma penampilan gue yang TAMMMVVVVAAAAAANNN ini."
Dani mencoba menggoda Zara.
"gx usah belagu loe, gue hanya syok tiba tiba lihat setan berpenampilan ustad."
Dani mulai terpancing dengan perkataan Zara.
"loe gx nyadar, atau selama ini loe pura pura nyamar jadi manusia".
"ZARA.."
"gx usah teriak teriak gue gx bude'. masih bagus pendengaran gue. Ni makan, sudah gue hidang di meja. Loe yang masakkan.?"
"...."
Dani menaran amarah. ntah kenapa dia mudah banget kepancing emosi kalau lagi ngomong ma Zara.
__ADS_1
Zara tanpa mempedulikan Dani melanjutkan kegiatan makannya. Danipun mengambil makanan tanpa melihat Zara.
setelah selesai makan. Zara sengaja berlama lama mencuci piring. Dani melihat Zara bersuara.
"gue bisa cuci piring sendiri, gx usah tungguin selesai gue makan.".
"kegeeran.. gue lagi suka ja mainin air biar bersih dari virus...."
"gx usah mancing gue Zara."
Dani memotong perkataan Zara.
"ehmmm.. Dani... boleh minta satu permintaan kecil"..
"mmmm.. apaan".
"terkadang gue suka ketiduran kalau gx da kegiatan disore hari, kalau boleh tolong bangunkan gue kalau ... kalau ini ya.. kebutulan loe lihat gue ketiduran".
"maksud loe bangunin loe buat salat Asar,... iya ya gue tolo.. jangan bilang loe ketiduran tadi sore dan gx salat asar".
"ya...ehmm...gue... " Zara kikuk sendiri merasa bersalah.
"Zara loe tahukan? sekarang ini loe tu tanggung jawab gue. bukannya ....... "
"yaya.. gue tahu gue salah, tapikan gue gx sengaja. dan gue minta tolong kalau loe lihat gue tidur tolong bangunin dan ingatkan gue, kadang alarm ponsel gue gx bunyi.".
Zara langsung memotong perkataan Dani dan berlalu masuk ke kamarnya.
#########
bersambung...
__ADS_1
Huffffff....
ada apa ya ma Zara dan Dani dulu 🤔🤔🤔