
Beberapa jam kemudian mereka sampai..
"Zara.. bangun.. kita sudah sampai."
hhooooooaaaammmm...
Zara mengeliat... dan melihat Dani sudah menyeret kopernya masuk kedalam gedung..
'ini kan Apartemen yang terkenal mewah di kota ini' bathin Zara.
Zara keluar dan berlari kecil mengejar Dani masuk ke lif.Mereka menuju lantai 5.
Zara diam malas bertanya pada Dani, dia masih kesal karena Dani ngatain dia Ayam bertelur.
Mereka sampai didepan pintu, Dani membuka pintu Apartemen, mereka masuk kedalam.
"sebelah kanan kamar loe. yang kiri ruang kerja gue. kamar gue disitu." Dani menunjukkan kamar pada Zara. Dia langsung masuk kamar tanpa menghiraukan Zara.
'hufff, tu orang kenapa jadi dingin gitu ya, kayak film horor, ngeri lihatnya'. bathin Zara.
Zara mendorong kopernya kekamar,
"ehmmm... lumayan..".
dia menuju kebalkon dan membuka pintu balkon.
" enak banget.. kalau malam indah banget ni pemandangan".
Dia masuk kembali, membiarkan pintu balkon terbuka tanpa menghidupkan pendingin ruangan. Dia menyusun baju di lemari, tidak terlalu banyak bajunya, karena kebanyakan bajunya masih dirumah orangtuanya. setelah itu dia masuk kamar mandi , dia mandi dan berwudu' karena waktu salat dhuhur sudah masuk.
__ADS_1
Kemudian Zara keluar dari kamar melihat lihat apartemen. dan sampailah dia didapur.
"ehmmm... gue masak apa ya buat makan siang,lapar banget, dikulkas da pa ja sih?" Zara berguman sendiri
zara membuka kulkas, da beberapa bahan makanan memtah. dia mengambil baby corn, tomat, brokoli, bawang, cabe hijau. dan beberapa butir telur, dipintu kulkas dia menemukan sosis ayam.
"ok.. mari kita bermain olah rasa... " guman Zara, dengan cekatan Zara memasak semua bahan makanan tersebut namun terlebih dulu dia memasak nasi di magic com.
Sementara Dani dikamarnya sedang melipat sajadah, dia baru selesai salat dhuhur.
krukk krukk...
"gue lapar.. " guman Dani.
Dia keluar dari kamar menuju kedapur dan mencium bau harum..
Dani terkejut melihat Zara menata makanan di meja makan. Dani memperhatikan penampilan Zara, Rambut disanggul ke atas dengan anakan rambut sedikit jatuh kebawah, memakai baju kaos dengan apron ditubuhnya,serta dia memakai celana pendek selutut.
'dammmm... Zara seksi banget.., apa sih yang loe pikirin Dani'. bathin Dani.
Zara tidak menyadari kalau dia sedang dilihat oleh Dani. .. tiba tiba..
krukk
krukkk
krukkk..
"hah.." Zara mencari sumber suara.
__ADS_1
'sial, ni perut buat gue malu ja'.
"ekhem.. " Dani bersuara
"loe lapar, ni gue sudah masakin, tau deh pas apa gx ma selera lidah lo, "
Dani hanya diam saja.
"loe mau makan pa gx sih? gue sudah lapar daritadi".
Dani berjalan kearah meja makan dan duduk disebelah Zara.
"ambilin gue nasi, " Dani mnyerahkan piringnya sambil menyuruh Zara mengambil nasi untuk dia.
"tu depan loe, tinggal loe sendokin ke piring loe, gue lapar. sudah gue masakin masih mau minta layanin lagi."
"gue suami loe Zara,.. loe lupa tugas..."
"gx usah sok sok an gitu. loe kan tau kita nikah karena pa?".
"hufff" Dani menghela nafas, dia tau pasti kalah berdebat dengan Zara Aisyah Elrazak.
Dani mengambil sendiri makanannya.Mulai memakan..
'emmm enak banget masakan Zara'bathin Dani.
Mereka tidak bersuara. hanya sesekali terdengar suara sendok. Zara selesai lebih Dahulu, dia berjalan ke tempat cuci piring. mencuci piring bekas dia makan, setelah selasai. Dani agak terkejut menlihat Zara tidak jijik mencuci semua peralatan masak dan cekatan.
bersambung.......
__ADS_1