Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
Delapan Belas


__ADS_3

Happy reading.... 🍃🍃🍃📖📖


-------------------------


Ditempat Dani berada, dia sedang menerima panggilan dari anak buahnya.


"Gimana?".


"...."


"mmm.. aku mengerti. lanjutkan".


Dani kembali ke room private setelah menerima panggilan. Dia melihat jam ditangannya. 'sudah sangat larut. apa Zara sudah tidur. apa yang gue lakukan, kenapa malah memikirkan cewek jutek itu'.


"Bos, apa loe merindukan bini loe?"


"mmm" Dani bersuara tanpa sadar.


"serius loe Dan..."


"apa yang serius Zi?"


"loe merindukan bini loe?"


"ya gue sangat.... (terdiam dan teringat akan perkataan Beni) ekhem.. gx gue lagi memikirkan yang hal lain. sorry bro gue ngelantur."


"ngeles ja lo bos kayak bajai, ya gx Zi?."


" Yoi Ben. Tapi Dan ... loe sudah nikah, gimana dengan Kalista, bukannya loe masih berusaha mencari keberadaan dia ?".


"Bos... loe masih mencari keberadaan Kalista?".


"mmm.. "


"bos.. jangan mainkan perasaan perempuan".


"loe sangat cerewet Ben, Gue tau apa yang gue lakukan. loe tenang ja. ok semua gue balik dulu."


"ya gue juga mau pulang Ben".


"loe Ben?".


"Sebentar lagi, kalian duluan saja. "


Beni dan Dani mengangguk dan keluar dari cafe LIBRARY. Mereka berpisah diparkiran.


Dani melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia agak malas pulang keapartemen. Namun dia tetap harus pulang. Beberapa menit kemudian Dani sampai dan langsung ke Apartemennya. Dia berjalan menuju ke kamarnya. Bersamaan dengan itu Zara keluar dari kamar,


"ekhem.. mau keluar".


"mmmm" Dani berlalu kekamarnya tanpa mempedulikan Zara.


Zara menghela nafas dan pergi kedapur mengambil minum. Dia terbangun karena haus.


'Sebaiknya gue diam saja, sepertinya itu lebih baik' Zara membathin dan masuk kamar melanjutkan tidurnya.


########


Matahari bersinar dengan cerah. Seperti biasa Zara sibuk dengan kegiatan yang rutin dia lakukan setiap pagi, dan sekarang aktivitasnya bertambah satu, memasak buat suaminya.

__ADS_1


'gue akan berusaha buat bisa menghadapi dia dengan tenang. gue harus minta penjelasannya. gue harus benar benar tenang.'. Bathin Zara sambil meletak nasi lemak diatas meja makan. Pagi ini Zara memasak nasi lemak, sambal teri tempe, kacang tanah goreng. Dia juga membuat jus mangga.


Dani keluar dari kamarnya, dia berpakaian kasual yang membuat dia sangat tampan. berjalan dan duduk dikursi meja makan. Zara tidak berhenti memandang Dani.


"Ada apa, ada yang salah?".


Dani tidak ingin kejadian sewaktu dia menggoda Zara terulang kembali.


Namun Zara hanya mengelengkan kepalanya, membuat Dani heran tapi Dani tidak mau memikirnya.


Dani menatap makanan yang dimeja makan.'Dia masak nasi lemak' bathin Dani. Dani mengambil dan memakan nasi lemak.


'Enak banget..' . Mereka makan dengan diam hanya terdengar suara sendok.


Setelah selesai Dani yang bermaksud membawa piring untuk mencuci terhentikan dengan suara panggilan diponselnya. drt drt drt.. Dani menjawab panggilan dan masuk ke kamar kerjanya.


Zara yang sudah selesai langsung mengambil piring kotor dan membereskan semuanya. Dia juga menyapu dan mengepel lantai.


"Selesai juga. segar mata memandang. Capek banget," guman Zara.


Zara berjalan kearah ruang keluarga dan menghidupkan televisi.


"Kayaknya tadi masih ada jus" guman Zara sambil berlalu ke dapur. Dia membawa segelas jus dan juga setoples keripik ubi jalar yang gurih ke ruang keluarga. Zara menonton acara komedi. Dia tertawa dengan lepas.


Tanpa Zara sadari, Dani yang sudah keluar dari ruang kerjanya melihat Zara dengan takjub. 'Gila.. tu cewek kalau ketawa kayak gitu manis banget. Pengen gue embat. Sadar Dani. ' bathin Dani sambil menepuk jidatnya.


"Ekhem..."


Zara seketika diam dan melihat ke arah Dani.


"loe gx bosan, gx pernah keluar dari apartemen."


"hahahahaha... "


"kenapa loe ketawa? da yang lucu".


"loe tu tanggung jawab gue, kalau butuh apapun ya tinggal loe minta ma gue. sekarang gue suami loe".


"....."


"kok diam".


"Gue belum sepenuhnya ngebakti sama loe. dan selama gue belum bisa menerima loe sebagai suami gue, selama itu juga gue gx mau minta atau nuntut apapun dari loe."


(jantung gue, ...gue takut banget. matanya menatap ke gue.) bathin Zara.


Dani menatap Zara, dan berjalan mendekati Zara..


"Stop.. jangan mendekat.."


Zara bangun dan seperti ketakutan


"kenapa, ... ehemmm... maksud perkataan loe bakti ma gue, setelah loe nyerahin hak gue ya .. hemm". Dani yang tidak peduli dengan keadaan Zara mulai menggoda Zara dengan tatapan liar.


Zara mundur kebelakang ...


"gue bilang berhenti Dani.. "


Dani yang merasa berhasil menggoda Zara terus bergerak mendekat ke arah Zara...

__ADS_1


"Ayolah baby.. kita ini suami isteri.. dosa loe menolak suami".


Zara berkeringat dingin, Dani terus mendekat ke arah Zara, jarak mereka sangat dekat. Zara yang ketakutan mendorong Dani dengan sangat kuat, Dani yang tidak siap dengan tindakan Zara terjatuh. Zara langsung lari kekamarnya, mengunci kamarnya dari dalam.


Zara sangat ketakutan, dia mengigil, dia merasakan sakit dikepalanya, seperti da bayangan melintas dikepalanya.


"akkkkhhhhh.." Zara berteriak kesakitan.


Sementara Dani yang didorong Zara,


"sialan, kuat juga tu cewek. memang dasar cewek bar bar. "


"akkkkhhhh".. (hah.. kenapa tu cewek kayak kesakitan).


Dani bangkit dan berlari kekamar Zara.


Dia mengedor pintu kamar Zara.


"Zara... buka pintu. loe kenapa?"


"zara..zara..zara..."


"pergi... loe kejam.. loe brensek... ".


"Hah.. gue becanda Zara.."


"pergi...gue benci ..Akkkhhh...".


Zara makin berteriak kesakitan..


"sialan.. Zara.. gue mohon buka pintunya?".


(shietttt... gue dobrak juga ni pintu).bathin Dani


"Zara, ...bu..."


"gue mohon Dan.. pergi.. tinggalin gue.."


"gx.. gue lihat keadaan loe dulu baru gue pergi".


"GUE MAU SENDIRI DANI...PERGI..."


"ok.. tapi loe jangan teriak teriak kayak gitu, sakit tenggorokan loe nanti."


"pergilah..."


"gue gx akan kemana mana gue diruang Tengah, kalau perlu apa apa panggil gue di.."


"PERGI......".


"ok.. ".


Dani diam gx bersuara dia masih berdiri didepan kamar Zara.


'loe kenapa Zara, gue khawatir sama loe'


Dani berjalan pelan pelan menuju keruang tengah, mata melirik kepintu kamar Zara, berharap pintu itu terbuka sang penghuni kamar mau keluar.


#########################

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2