
DiToilet.
"Gimana kk. Sudah bereskan rencana kita. Para preman itu sudah ada digudangkan?"
"loe tenang saja, semua sudah beres. tinggal loe bawain ja tu si Zara centil tu kegudang."
"beres kk. gue minta waktu 15 menit."
"lama amat."
"15 menit kk. bukan 15 jam. Gue harus ngehindari sirese Juwisyoeng Dulu."
"hah.. siapa tu siJuwisyoeng?"
"Temannya sicentil kakak."
"ya sudah gue tunggu digudang belakang."
Leni kembali ketempat Zara dan Juwisya.
"lama amat sih loe?"
"hehehe.. mules gue".
"Ra.. gue haus ni. "
"Ya elah Juwi... gue lagi asyik ni nonton acaranya."
"Yayaya.. tau deh yang gx pernah lihat akrobat."
"loe kan tau ndri Juwi, gimana ortu gue, "
"ya.. gue faham. kalau gitu gue beli minum dulu ya, loe mau seklian gx?"
"ya gue nitip air mineral".
"ok. loe Len, mau ikut gue kekantin gx?".
"gx deh Juwi. gue gx haus. Gue disini ja. kayaknya seru tu acara."
"ok.. gue tinggal ya. jangan kemana mana loe berdua ya."
"Ya Juwisya.... bawel deh".
Sepeninggalan Juwisya.
'Bagus.. ini kesempatan gue buat bawa siCentil'
"Oa Zara.. tadi gue jumpa ma KakDani, dia ..."
"Yang benar Leni? jumpa dimana?"
"didekat toilet tadi, dia mau jumpa ma loe katanya"
"Kenapa gx kesini saja, kayak tadi".
"takut digangguin temannya kayak tadi katanya.:
"Emangnya dia kasih tau mau jumpa dimana?".
"Dia nyuruh gue bawa loe ke belakang sekolah dibangku teman gitu kalau gx salah".
"emmm kita tungguin Juwisya Dulu deh".
"kelamaan Zara.. tadi aja gue hampir lupain sampaiin pesannya sama loe. KakDani pasti sudah nunggu lama."
"emmm.. ok deh.. yukk.."
Tanpa curiga apapun Zara mengikuti Leni kebelakang Sekolah dari jauh dia melihat sosok mukanya mirip banget ma Dani. Tapi dia merasa agak aneh dengan badannya Dani. Terlihat lebih berotot dan agak pendek.
Sosok yang mirip Dani tersenyum dan melambaikan tangan .
"kayaknya KakDani mau loe ikut dia deh Ra."
"tapi kemana Len.. "
"sudah ikut saja. mungkin dia mau ngasih kejutan".
Zara mengikuti sosok yang mirip Dani. sedangkan Leni menunggu dibangku taman.
Mereka berjalan ke sebuah ruangan yang sudah dipasangin kamera tersembunyi.
Begitu Zara masuk, pintunya ditutup oleh sosok yang mirip Dani, dengan gerakan yang cepat Dani KW, langsung memeluk Zara dari belakang.
"eh.. Kak Dani mau ngapain, Lepasin kak.".
__ADS_1
"tenang sayang... kita senang senang sebentar".
"Aneh.. suara kamu kok lain, lepasin dong kak".
"emmm.. ni karena aku lagi n***u sama kamu, makanya suaranya gini."
"hah.. gx.. gx..gx.. lepasin gue... loe jangan kurang ajar. lepas... "
Zara berusaha melawan dari dekapannya Dani Kw. Namun apa daya tubuh lemah Zara dibandingkan dengan tubuh kekar Dani Kw.
"tolong... tolong.. tolong..."
"gx akan da yang nolongin loe baby.."
"brensek loe Dani.... gue gx akan maafin loe. loe pendofil.. lepasin tangan loe. jangan sentuh gue... ".
Tanpa mempedulikan teriakan Zara.. Dani Kw menindih tubuh Zara.. Zara yang kehabisan tenaga, melemah dibawah tubuh Dani Kw. Dia hampir pingsan.
Tiba tiba..
bukk bukk bukkk. ada yang memukul Dani Kw dari belakang.
"aww... sialan siapa sih yang pukul gue".
Dani kw bangkit dan melihat orang yang memukul dia adalah Sesosok yang sekarang mirip sama topeng kulit yang dia pakai.
'Gawat gue harus kabur.'
Dengan sekali terjang Dani Kw berhasil melewati Dani yang kelihatan tidak sehat.
Dani merasa kepala sangat pusing, Tadi dia sedang istirahat diruang sebelah setelah di bawa Kalista yang katanya Dani harus istirahat disini karena ruang UKS penuh.
Dia mendengar Suara seseorang minta tolong. Dani merasa mengenal suara tersebut, dengan sekuat tenaga dia mencoba bangkit dan masuk keruang sebelah dari pintu samping. Dan samar dia melihat Zara hampir dilecehkan orang. Dia mengambil Balok kayu yang da disamping pintu. Dan memukul Dani Kw.
Zara yang sudah pingsan, tidak tau kalau yang sebenarnya. Dani merasa kepala sangat sakit dan pingsan disamping Zara.
Posisi mereka terlihat seperti Dani yang sedang memeluk Zara.
Sementara diluar Juwisya sedang mengintrogasi Leni. Saat tadi Zara pergi, dia sempat Wa Juwi, yang katanya dia diminta ke belakang oleh Dani ditemanin Leni.
"Katakan Len.. Dimana Zara?"
"ngapain sih loe kesini, Zara sedang senang senang."
"maksud loe paan?"
"jangan macam macam loe Len... kalau sampai terjadi apa apa sama Zara, bukan hanya gue yang harus loe hadapin, "
"loe pikir gue takut dan peduli.."
"kurang ajar loe.?"
tiba tiba mereka mendengar teriakan minta tolong. Juwisya langsung lari mengikuti suara tersebut.
"eh.. mau kemana loe Juwisyoeng..."
Tanpa mempedulikan teriakan Leni yang mengejarnya Juwisya terus mencoba mencari sumber suara tersebut...
Leni melihat sesosok yang tadi nyamar jadi Dani keluar dari pintu samping. Leni mengejar Sosok tersebut.
"woi... bg jon. kenapa loe lari.. gimana, sukses."
"sory.. tiba tiba yang Asli muncul, gue kabur biar gx ketahuan.. "
"Apa... begok banget sih loe bg. Gue sudah bayar mahal loe malah kerja gx becus. "
"sory.. daripada ketahuan".
"tunggu gue telpon kkk gue dulu. kok bisa bisanya KakDani muncul."
Leni mencoba menghubungi Kalista.
"Halo Kak. loe dimana?"
"...."
"Bg Jon gagal . kita lagi di pintu gerbang sebelah timur sekolah ini."
"....."
"cepatan, gue tunggu."
tak lama kemudian Kalista muncul.
"kakak.. gimna dong kita gagal ini."
__ADS_1
"tenang ja sepupu gue yang cantik. kita mendapatkan bonus yang fantastis".
"hah.. maksud kakak".
"ya.. tadi gue membawa Dani yang setengah teler setelah minum air dari gue, gue keluar melihat situasi dulu di halaman. terus gue bermaksud nyuruh loe buat temanin tu SiDani. tapi gue lupa ambil hp gue di tempat tadi gue tidurin SiDani. gue balik lagi dan gue lihat Daninya gx da. Gue cariin dan gue malah lihat kalau SiDani pelukan ma Sicentil diruang sebelah.".
"terus kakak biarinn ja mereka bermesraan".
"aduh.. jangan cemberut gitu adek ku sayang. ini bisa memuluskan rencana kita buat bikin tu sicentil menjauh dari Dani., ni coba loe lihat " Kalista menyerahkan Kamera yang dipegangnya.
"tapi ini kak da adegan si blBgJon dipukul."
"itu mah gampang tinggal dikasih bumbu bumbu.. "
"bumbu.. maksudnya kk.?
"kita edit sepupu gue yang lemot."
"ih.. kakak... gue gx lemm....ah.. kakak memang pintar... "
"Dan buat loe Bg Jon walaupun gagal tetap gue bayar nih.." sambil menyerahkan amplop.
"wih.. baik banget.. makasih non.."
"ingat ya.. kita gx pernah saling kenal, dan jangan pernah berbicara pada siapapun tentang hal ini".
"ok non. gue pamit ya?".
Leni dan Kalista bergabung kembali ke lapangan seolah olah tidak terjadi apa apa.
Sementara Juwisya yang menemukan Zara terkejut melihat Dani dan Zara berpelukan.
tiba tiba juga muncul Sahabat Dani SiBeni.. Dia menjelaskan kalau tadi sahabatnya sedang pusing dan di antar Kalista ke UKS. Tapi saat Beni mau menemani Dani di Uks, UKS nya malah kosong, Dia curiga hingga akhirnya mencoba mencari Dani kesemua ruangan dan malah jumpa digudang sekolah.
"jangan.. ada yang menjebak mereka KakBeni."
"Kayaknya benar Juwi."
"Ya sudah kita bawa saja dulu mereka pulang gimana kak, gue telpon Abangnya Zara dulu".
"ya."
Mereka mencoba membantu Dani dan Zara.
Dani langsung dipapah menuju mobil Beni.
Sedangkan Zara masih dijagain Juwisya sambil nunggu abangnya Zara jemput.
Beberapa menit kemudian Abang Zara sampai digerbang Sekolah.
Juwisya yang memang tadi dibantuin Beni buat bawa Zara kegerbang langsung memasuk Zara kemobil Abangnya zara.
Abang Zara terkejut melihat keadaan Zara.
Juwisya menjelaskan semua yang dia ketahui dan minta maaf karena sempat meninggalkan Zara, hingga terjadi kejadian seperti ini.
"maafin Juwi Bg.".
"brensek.. bukan salah kamu Juwi.. Makasih sudah mau jagain Zara. sekarang kita pulang ja dulu."
"ya bg"
Mereka pulang kerumah Zara. Sampai dirumah Abang Al langsung menelpon dokter pribadi keluarga mereka yaitu ayahnya Juwisya. Bunda dan Ayah Zara sangat terkejut dengan kejadian yang menimpa putri mereka.
Ketika mau diperiksa, Tiba tiba Zara Sadar dan Histeris...
"tidak.. gx.. jangan... jangan.. pergi...Brensek.. pendofil...".
Bunda dan Juwisya langsung menghampiri Zara dan menenangkan Zara.
"Sayang.. ini bunda nak.. "
"Zara.. ini gue... Juwisya.. Buka mata loe.".
Namun Zara tetap juga teriak teriak dengan menutup rapat rapat matanya seolah olah takut dan jijik melihat kedepannya.
"Ayah... Tolong Zara.. Juwi gx sanggup lihatnya."
"Tenang nak., Ayah beri suntikan penenang buat Zara. sepertinya Dia syok."
setelah menerima suntikan Zara berangsur angsur tenang. Ayah Juwi menjelaskan keadaan Zara, yang kemungkinan harus diperiksa oleh piskolog. Jiwa Zara terguncang. Dia juga menyarankan agar Zara lebih sering diperdengar ayat ayat AlQur'an dan jangan ditinggal sendiri.
Semenjak saat itu Zara home school dirumah selama 4 bulan. Dan itu total merubah Zara menjadi sangat dingin sama semua orang, kecuali sama orang terdekatnya saja.
flash back off.
__ADS_1
Bersambung...
################################