
Dani keluar dari lif, menuju kekamar dia dan Zara. tiba tiba Juwisya keluar dari kamar mereka.
"Juwi..."
"kak Dani. Zara sudah tidur kak. dia nangis terus dari tadi.".
"makasih ya sudah mau temanin Zara."
"sama sama kk. Juwi.. pamit dulu ya kk. sekali lagi selamat dan jagain temannya Juwi, banyak banyak sabar ma sikapnya".
"pasti Juwi.. Kak Dani akan ngelindungin dan menjaga Zara dengan baik."
Juwi hanya mengangguk dan pergi kearah lif . Dani masuk kekamar melihat Zara tidur dengam sangat tenang dan nyenyak.
'loe kalau lagi tidur gini, tenang gx krusuk adem gue lihatnya.. sejuk hati gue'.
Dani ngebathin.
Dia melangkahkan kakinya kekamar mandi. Tak lama kemudian terdengar suara air. setelah mandi dia menunaikan ibadah salat Isya. Dia juga berdoa mohon perlindungan untuk keluarga kecilnya ini.
Setelah Salat Dani berbaring disamping Zara sambil memeluk tubuh Zara.
"selamat malam bidadari ku". Dani mengucup kepala Zara pelan dan lembut.
"Allahuakbar ...Allahuakbar.."
sayup sayup terdengar azan dari handphone Zara yang terletak diatas meja dekat tempat tidur.
Taanpa sadar Zara bangun langsung meraih Handphonenya dan melihat jam. Tanpa mematikan suara Azan. Dia melihat kesekeliling kamar..
"ini bukan kamar gue, gue..."
sambil melihat sebuah tangan yang melingkar diperutnya. Matanya mengikuti tangan tersebut hingga kepemilik tangan dibelakang Zara yang tidur dengan lena.
"akhhh..... ".
"Astaufirullah..Ada apa Zara.. kok teriak..".
Dani bersuara dengan serak khas orang bangun tidur.
"loe kenapa bisa tidur ma gue, dan gue dimana? loe nyulik gue ya?".
"hah.. Zara.. kita dihotel. dan gue gx nyulik loe Zara Elrazak."
"kok bisa... loe kenapa bisa...."
Zara tidak meneruskan perkataannya. Dia teringay sesuatu dan mulai memahami kenapa mereka bisa sekamar.
__ADS_1
"kenapa ? sudah sadar loe? sudah ingat. Kita sudah nikah Zara. ".
Zara terdiam dan beranjak bangun dari tempat tidur langsung ke kamar mandi.
sementara Dani juga bangun menuju balkon melihat suasana langit subuh sambil menunggu Zara dikamar mandi. Tak lama kemudian Zara keluar dari kamar mandi. Dia berjalan kearah lemari, karena semalam dia menarok mukena nya disana.
"ekhemm.. Da.. loe mau berjamah gue tunggu".
"loe salat duluan ja, gue agak sedikit lama. panggilan alam ini gue".
Dani berlalu kekamar mandi setelah berkata seperti itu.
Akhirnya Zara Salat seperti biasa, padahal dia berharap bisa berjamah dengan Dani. Walau bagaimanapun Dani adalah Imamnya sekarang.
Setelah Salat Dani melihat lihat Handphonenya sambil duduk santai di balkon .
'Zara... bunda sudah pesanin kalian sarapan pagi direstoran hotel dibawah ya'.
wa dari bundanya.
'iya bun. '.
Zara membalas.
'Dek Zara.'
'kenapa bang?'
'kok ketus gitu sih'
'jangan jadi peramal deh bang, soktoi banget. '.
'ya deh yang sudah jadi isteri orang'.
'paan sih bang, aneh .. '.
'gimana malam pertamanya... '.
Zara yang kesel gx membalas wa dari abangnya.
Tanpa Zara sadari semua tindak Zara tadi diperhatikan Dani yang sudah selesai rutinitas subuhnya.
"Ekhem....."
Zara menoleh kearah Dani. pandangan mereka saling beradu. hingga ponselnya berbunyi..
karena gugup Zara menjawab video call dari abang Al.
__ADS_1
"da pa sih bg.".
"hai Dani ... " bukannya menjawab pertanyaan Zara, Abang Al malah menyapa Dani yang kebutulan sudah berdiri dibelakang Zara. sehingga di layar ponselnya Abang Al. Dani sedang memeluk Zara.
"hai bg.. "Dani membalas.
"gimana .. malam pertamanya, sukses?".
"Apaan sih bg.. nikah sono biar tau gimana". zara menjawab sewot.
"hahahaa... ". Dani dan Abang Al sotok ketawa lihat Zara yang salah tingkah.
Zara yang kesel menyikut perut Dani dan melihatnya dengan tatapan membunuh khas Zara.
"hahaha... Ya sudah gue tutup dulu, kalian turun gih sarapan. bunda sudah nyiapin sarapan romantis buat kalian".
Zara yang kesal menyerahkan ponselnya ke Dani lalu melangkah kearah lemari mengambil baju terus masuk kekamar mandi.
"Giman Dan..sukses belah durennya".
"heheehe.. "
"ya elah loe malah nyengir..hahaha".
"mau gimana bang, adek loe kayak singa betina".
"hahhaaa. habis dong loe diterkam" Abang Al yang salah faham malah meledek Dani.
"loe mau makan pa gx? gue lapar. ".
tiba tiba Zara berteriak .
"tukan bang, galak banget.. "
"sudah sana bawa dia makan dulu, bisa berubah jadi hulk dia kalau lagi lapar".
"hahhaa. ya bg.."
"terus ja ngejek Zara bg. Sampek tua karatan".
"ok.. gue nyerah.. daa.. Assalamualaikum".
Dani berbalik menyerahkan ponselnya keZara. Zara memandangnya dengan tatapan tajam. Dan merekapun melangkah kakinya keluar kamar menuju Restoran dilantai bawah.
#######
bersambung...
__ADS_1