
Happy reading guys...
go..go...go...
###########
"Aku.... aku... "
"jawab yang benar, kenapa tiba tiba loe jadi gagu kayak anak i***t. "
"Maafkan Aku Dani, aku hanya melakukan apa yang diperintahkan Leni saja, ".
"... Leni sepupu loe itu?, kenapa loe mau diperalat sepupu loe yang ingusan itu, dan bukannya tadi loe bilang kalau loe mencintai gue?, sekarang kenapa loe malah mengkambing hitamkan orang lain?".
"Aku tau, kamu pasti tidak akan percaya. tapi itulah kenyataannya."
"jadi loe, ķambing cengeknya Leni?"
"terserah kamu mau bilang apa, Dani. Tapi itulah kenyataannya."
"seharusnya loe bisa nolak, loekan lebih tua dari sepupu loe".
"Aku gx bisa Dani. Aku bisa hidup sampai sekarang karena kebaikan Orang tua Leni, Om dan Tante Aku. Aku tidak berdaya saat orang tua Leni meminta aku menjaga Leni sebagai mana mereka menjaga Aku".
"Termasuk mengabulkan keinginannya dia buat ngehancurin hidup orang lain".
"....."
"kenapa loe diam".
"aku tidak berdaya Dani. maafkan aku," .
"apa loe tau, apa yang telah gue alami dan Zara? Apa loe tau bagaimana kehidupan kami setelah kejadian itu?, GUE BUKAN ORANG YANG GAMPANG MEMAAFKAN ORANG LAIN, LOE TAU GUE DARI DULU.GIMANA SIKAP GUE KALAU ADA ORANG YANG MENGUSIK KEHIDUPAN GUE."
"Aku mohon Dani, tolong lepasin aku. aku benar benar minta maaf."
Tiba tiba ponsel Dani berbunyi.
"Ben.. loe urus ini orang,"
Dani melangkah keluar ruangan.
"Hallo Asalamuailaikum Abang Al".
"Wa'alaikumsalam, lagi dimana loe Dan?".
"Aku.. lagi... "
"gue tau, loe gx ma Zara sekarang, dan loe gx pergi honeymoon. Katakan dimana loe sekarang, tepatnya lokasi loe?".
"ya bang, aku bisa jelasin kenapa kami tidak jadi pergi...."
"gue nanya loe dimana sekarang. nanti kalau kita ketemu loe siapan alasannya kenapa gx pergi honeymoon. katakan loe dimana?".
"...."
"Dani, gue tau semua kegiatan yang loe lakuin akhir akhir ini termasuk loe lagi cari tahu kejadian yang menimpa loe ma Zara."
"hah... abg kok bisa..."
"Dani, Kalista sudah menerima ganjaran atas perbuatannya Dani. Dia hanya korban."
"Hah.. maksudnya Bg?"
"kejadian yang menimpa kalian dulu, sudah gue selesaikan. Kalista hanya jadi boneka saja Dani. Dia korban dari sepupunya, dia diperalat oleh sepupunya yang sangat terobsesi dengan loe, Leni sendiri sekarang sudah masuk kerumah sakit jiwa."
"Hah... "
__ADS_1
"Gue tau loe suatu hari nanti pasti bakalan cari tau tentang kejadian yang menimpa kalian. semua sudah gue beresin Dani. Mereka semua sudah menerima ganjarannya dari setiap perbuatannya. Termasuk orang tuanya Leni, Om dan Tantenya Kalista, yang terlalu memanjakan anaknya".
"tapi tetap saja bg, aku penasaran. Aku dan Kalista berteman baik dari Kecil. Memang aku tidak tau gimana kehidupannya dia, Tapi..."
"Dia tidak berdaya Dani, dari kecil dia hidup dengan om dan tantenya. Orang tuanya sudah meninggal saat Kalista berumur 9 bulan. Dia baru mengetahui setelah berumur 15 tahun. Om dan tante yang dianggap orang tuanya ternyata bukan orang tua kandungnya. Karena alasan balas budi, makanya Kalista mau melakukan semua permintaan Leni.
Loe lepasin Si Kalista, Dia tidak akan mengganggu kalian lagi. "
"Apa gx sebaiknya diserahkan kepolisi bg".
"Dia baru keluar dari penjara 4 bulan yang lalu Dani. Tugas loe sekarang hanya menjaga Zara, Hilangkan Kebencian dia terhadap loe. Karena yang gue tahu, Zara sangat mencintai loe dari dulu sampai sekarang. Gue dan keluarga gx menceritakan semua kejadian yang menimpa kalian, karena itu dapat mengganggu jiwanya Zara. Dan gue juga Tau Dan, kalau kejadian itu, juga membuat loe koma selama 3 bulan. jadi loe bukan hilang ingatan, tapi Koma selama 3 bulan, mungkin orang tua loe gx sanggup menceritakannya, takut jiwa juga terguncang seperti Zara. Tapi gue rasa sekarang waktunya loe harus tau. Gue mau loe lanjutin hidup loe dengan normal kayaknya biasanya Dani. Waktunya kalian bahagia sekarang, tolong jaga Adek gue Dani. Gue tau loe bisa."
"Ya Allah... "
Dani memegang Dadanya yang sesak, seakan menahan sakit yang luar biasa.
"Hai bro..... ingat Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan HambaNya."
"Ya Bg, Makasih bg. aku akan membahagia Zara bg."
"KALIAN HARUS BAHAGIA., kalau loe gx jadi Honey moon sebaiknya pulang loe. jangan diapartemen ja."
"kita gx enak ma...."
" ayah dan bunda pasti paham. apalagi orang tua loe. Sudah loe tenang ja."
"Ya bg. "
"ok. gue tutup ya. Assalamualaikum".
"Wa'alaikumsalam wr wb".
Dani masuk ke dalam.
"Ben... loe lepasin ja tu Cewek. "
"gx.. dia baru keluar dari penjara 4 bulan yang lalu."
"ya kalau itu gue tau bos"
"lo kenapa gx kasih tau gue"
"Bos gx minta latar belakang kehidupannya selama ini"
"ya gue yang terlalu semangat ... Ya intinya sudah kelar tu masalah. Dia gx bakalan gangguin gue lagi."
"Bos gx mau temuin dia lagi".
"gx.. nanti lo kasih tau ja ma dia, Suruh menjauh dari hidup Gue dan Zara. Dan ingatin nama Abang Ipar gue. "
"emmmm berarti masalahnya sudah kelar ma bgAl ya Bos. sip."
"emmmmmm... gue balik dulu ya Ben."
Dani pulang ke Apartemen.
"Assalamualaikum".
"Wa'alaikumsalam, Pas banget KakDani sudah pulang, aku pamit ya".
"Eh... kenapa gx nginap ja Juwi.. "
"ya Kali kk aku nginap, Kalian pengantin baru, masak aku gangguin."
"Apaan sih loe Juwi... balik loe sana."
"ya.. ya.. ni gue pulang. Tadi ja minta gue datang terus suruh nginap, sekarang malah ngusir gue loe".
__ADS_1
"Terserah loe dah".
"ya.. ngambek.. tu KakDani urusin tu bininya. heran, hobiny kok marah marah, darah tinggi nyahok loe. btw kk, Zara masaknya enak banget, Rendang Daging. Juwi sudah makan tadi.Dia belum makan, kayaknya nungguin kakak."
"pergi loe sana Juwisya..."
Dani hanya tersenyum melihat mereka.
"Ya sudah kk Dani.. aku pulang dulu. Assalamualaikum".
"wa'alaikumsalam wr wb."
Dani mengikuti Zara berjalan kearah dapur.
"Masak apa Istri aku".
"apaan sih.. "
"lah kenapa?. "
"sudah makan loe, tu ambil piring makan".
"aku maunya disuapin kamu sayang..."
"ih.. apaan sih. loe kesambet ya, geli gue dengarnya. "
"lah.. kenapa Zara kan istri aku, wajarkan.. emmm"
Dani menggoda Zara .
"Tau ah, mau jus gx?".
Zara berjalan kearah Kulkas, Dani mengikutinya dan tiba tiba..
"AKH...."
Dani memeluk Zara dari belakang membenamkan kepalanya di ceruk leher Zara.
"Dani.. lepasin gue, ..."
"Sebentar saja. biarkan seperti ini. aku lelah banget, lagi ngambil obat lelah bentar."
"obat apaan sih, lepasin gx.."
Dani tidak menjawab dia malah memejamkan Matanya, Zara mematung didepan kulkas.
'Ya Allah, rasanya nyaman banget gue dipeluk gini. tapi....' bathin Zara.
"lepasin gue Dani... "
"energi aku belum full Zara, masih ngecas ini."
"loe kira tubuh gue mesin pengecas, sudah sana.. mandi loe... bau.."
"emmmm... Ya sudah aku mandi dulu, kamu belum makan kan, tungguin ya kita malan sama sama."
"ogah.. gue lapar, ngapain nungguin loe "
"sebentar sayang.. aku gx lama".
Dani melepaskan pelukannya dan mencium kening Zara sekilas, dan kabur kekamarnya sebelum Zara mengamuk.
"ih.. Dani Bekicot... nempel ja loe sana didinding, ngapain dijidat gue".
##############
Bersambunggggg
__ADS_1