Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
Empat


__ADS_3

Mendapatkan tatapan seperti itu dari om Rama, membuat Zara merasa akan ada hal yang menimpa dirinya. Perasaannya tiba - tiba tidak enak.


Dani juga ikut melihat kebelakang dirinya duduk, matanya beradu pandang dengan Zara.


untuk beberapa saat mereka saling memandang, hingga akhirnya Dani kembali melihat ayahnya.


"Maksudnya, Ayah ?"


Dani yang bingung pun bertanya.


emmmmmm dengan nafas agak berat, om Rama menjawab.


"Dani, Zara... maukah kalian berjanji memenuhi permintaan orang tua yang sedang sakit ini?".


"Ayah ngomong apaan sih, tanpa berjanjipun Dani akan selalu memenuhi permintaan ayah." Dani menjawab dengan sedikit kesel mendengar perkataan ayahnya.


" Ehmm.. InsyaAllah om, ". Zara uga ikut menjawab.


"Dani menikahlah dengan Zara." om Rama berkataan lembut namun penuh penegasan.


"Allah... " Dani dan Zara yang terkejut menyebut Allah.


"Ayah, Dani belum siap untuk berumah tangga, tidak adakah yang lain permintaan ayah, untuk Dani penuhi".


"Tidak Dani, ingat nak, kalian sudah berjanji".

__ADS_1


Dani menatap Zara seolah olah meminta bantuan..


Zara yang masih syok dan terkejut menjawab kikuk.


"Om Rama, Zara masih labil banget, kayaknya, kurang pantas deh buat anak Om."


"Zaralah paling pantas menjadi putri menantu om."


Mereka masih terus berusaha buat menolak permintaan Ayah Dani.


Berbeda dengan Dani dan Zara, justru Ayah dan Bunda Zara sekaligus Ibu Dani sangat senang mendengarnya.


"Sudahlah Zara, bukankah Zara tahu, bahwa kalau sudah berjanji harus kita tepati, apapun jenis janji tersebut. Menurut Bunda ini merupakan sebuah permintaan yang sangat bagus, Bunda dan Ayah sangat mendukungnya sayang". Bunda Zara berkata sambil memeluk Zara dari samping, Ayah Zarapun tersenyum.


"Ya Allah, bunda dan ayah kok tega banget sih, bang Al tolong Zara". kata Zara dalam hati.


Ibu Dani pun ikut ikutan menyahut dengan penuh semangat.


Setelah beragumentasi dengan panjang x lebar, akhirnya mereka sepakat juga buat menikah karena diiming iming dengan janji. Mereka sangat faham hukum janji menjanji dalam agama.


Mereka pasrah dan mengikuti keinginan orang tua mereka.


Kemudian karena sudah sepakat, dan ditambah jam besuk buat pasien sudah habis Keluarga Elrazak pamit pulang.


Selama dalam perjalanan pulang bunda dan ayah Zara sangat serius membahas pernikahan Zara dan Dani. Sedangkan yang punya badan alias Zara membungkam mulutnya. Dia kesal dan ingin secepatnya sampai dirumah.

__ADS_1


Begitu sampai tanpa menghiraukan orang tuanya dia berlari masuk ke kamar abangnya, berharap abangnya juga sudah pulang dari perjalanan bisnisnya.


Namun begitu dia sampai dikamar abang Al, harapannya sirna, Abang Al tidak ada dikamar.


Bunda yang melihat Zara langsung memberi tau Zara kalau Abang Al belum pulang.


Zara sangat kecewa dan sedih, Dia memilih masuk kekamarnya dan menguncinya.


Dia tidak ingin diganggu oleh siapa pun.


Melihat tingkah putrinya tersebut bunda hanya menhela nafas dengan berat.


Dikamar Zara menangis, menumpahkan air matanya di guling kesayangannya. hingga Zara tertidur karena capek menangis.


Ditempat lain Dani berusaha mencari no handphone Zara, agar dia bisa bertemu dan berbicara berdua saja dengan Zara.


Dani bersusah payah mencarinya bahkan dia menghubungi semua teman - teman kampus dan teman - teman SMPnya dulu untuk meminta no hp Zara.


Akhirnya disaat dia berpikir mau langsung saja mendatangi rumah Zara, salah satu temannya mengirim pesan di WA, isinya adalah no hp Zara. Cepat - cepat Dani menghubungi Zara, baginya lebih cepat lebih baik. setelah 10 x mencoba menelpon Zara, tidak sekalipun Zara menjawabnya.


Dani kesel sendiri dan bertekad besok langsung mau ke rumah Zara.


##########


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa komentnya man teman..


ingin tahu pendapat kalian guys readerrrr...


__ADS_2