Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
Tujuh Belas


__ADS_3

Zara menangis dikamar hampir 2 jam.


'gue gx kuat... Ya Allah ampunin dosa Hamba Ya Allah. Hamba berdosa dengan suami hamba. Hati hamba sakit tiap kali dengar suaranya.' bathin Zara .


Zara bangun dan berjalan ke arah balkon membuka pintu balkon, dia menatap langit indah dengan beribu bintang. Zara memandang keluar apartemen berkelap kelip cahaya lampu gedung menambah indahnya malam.


"gx adil, gue lagi sedih kenapa pemandangannya indah kayak gini. hikhikhik... gue gx boleh nyerah, gue harus bertahan, gue pasti bisa,"guman Zara


" SEMANGAT ZARA ". Zara berteriak dibalkon.


drt drrt drrttt


ponsel Zara bergetar. Zara masuk dan menjawab panggilan VC Juwisya.


"Assalamualaikum Zara..."


"Wa'alaikumsalam Juwi".


"Ra.. loe habis nangis? kenapa?. malam pertama gagal ya, atau belah durennya sakit banget ya?".


"Hai bodoh, pikiran loe ya, kesitu mulu. Udah ngebet kawin loe ya?".


"hehehe.. habisnya pengantin baru malah nangis. Kan gue bilang mesti pikir apaan kalau bukan gituan".


"Ya Allah Juwi... hikhikhikhikkk".


"loh .loh.. kok malah mewek lagi sih loe Ra, kenapa sih. Ampek ngilu ni telinga gue dengar loe nangis".


"......" Zara masih segukan.


"Zara.. kenapa! Dan Suami loe mana?".


"gx tau gue".


"kok gx tau sih, loe dimana sekarang?"


"gue diapartemennya Dani. "


"hah Apartemen? kok kesitu sih. Abang Al bilang kalau loe nginap dihotel 2 hari ".


"...."


"Zara... Cerita ma gue ada apa sama kalian. kalian tu pengantin baru loh. Dan jangan bilang kalau loe pisah ranjang ma Dani".


"gue hanya tidur dikamar masing masing Juwi. bukan pisah ranjang memang tidak seranjang."

__ADS_1


"hufff (Juwi menhela nafas dengan berat) kenapa Zara. Ada masalah apa?"


"...."


"loe ma jutek sama Kak Dani?".


"....." Zara diam.


"Ya Allah Zara. Kak Dani suami loe sekarang, kenapa sih loe gx bisa bersikap lembut sama dia."


"loe tau jawaban Juwi. Jangan pura pura lupa apa yang sudah dia perbuat ke gue dulu".


"Zara.. itu masa lalu.. sekarang loe harus bisa memaafkan perbuatan Kak Dani yang dulu ke eloe."


"gue belum bisa Juwi. Gue sudah coba bahkan dari sebelum nikah gue sudah berusaha buat maafin dia. Tapi tetap saja. Sakit banget yang gue rasakan tiap dengar suaranya dia Juwi."


"Ra.. loe harus ngomong langsung ma Dani. loe harus ngelurusin dan harus minta penjelasan ma dia."


"......"


"Ra...."


"gue gx sanggup berhadapan dengan dia Juwi. bawaannya gue pengen nabok dia pengen gue sumpel mulut dia".


"Ya terus mau sampai kapan loe kayak gitu. Atau loe ma cerai ma dia."


"Ya sudah mending loe tenangin diri loe dulu , dan pikirkan apa yang loe inginkan".


"Juwi.. jangan kasih tau siapa siapa ya kalau gue gx nginap dihotel. "


"eeemmmm.. ya deh.."


"tunggu tunggu.. loe tadi bilang Abang Al yang kasih tau loe. Kenapa bisa Abang Al......Juwisya..."


"emmm... gue ..."


"jangan bilang kalau loe lagi didekatin sama abang gue".


"emmm...emmm..."


"emm emmm apaan yang jelas dong."


"ya.. ya.. gue ngaku. kemarin Abang Al ngajakin gue jalan."


"Sudah berapa kali ?"

__ADS_1


"baru 2 kali Zara."


"Baru.. berarti ada selanjutnya dong. dan loe gx kasih tau ma gue sama sekali. tega banget sih loe Juwi. Sama Abang gue lagi. Kebangetan kalian".


"hei nona loe tu kemarin sibuk sama pernikahan loe. Dan gue gx mau mengganggu pikiran loe. ".


"alasan ja loe".


"ya deh... jangan pasang muka kayak gitu dong ngeri gue lihat sisi horor loe. gue ngaku, gue takut kegeeran, dan takut kalau sebenarnya Abang Al hanya mengganggap gue adik, karena guekan sahabat loe."


"Juwi.. loe kan tau Abang Al gx pernah ngajak jalan cewek kecuali gue adiknya. dan sekarang dia terang terangan ngajakin loe jalan. Abang Al orangnya serius gx pernah becanda."


"gue gx terlalu berharap sih Ra. biar kan kayak air mengalir. kemana hulunya berhenti disitulah gue berhenti Ra."


"bahasamu itu loe nonnn... dalam banget. loe suka banget ya ma abang gue."


"gx usah ngeledek gue deh loe Ra."


"hahahahaaha..."


"gitu dong Ra.. ceria, dari tadi gue hanya melihat muka yang buluk".


"Kurang Asam cuka loe, malah ngejek gue loe".


"sorri.. sorri.. gue kangen ma loe Ra."


"sama Juwi gue juga kangen ma loe."


"gimana kalau besok kita jumpa".


"gue lagi gx pengen keluar kemana mana Juwi. atau loe ja ke Apartemen Dani, gimna?".


"ok. share lok ya. besok jam 9 gue menluncur terus.".


"ok. sampai jumpa besok Juwi".


"ya. Assalamualaikum"


"wa'alaikumsalam."


Mereka mengakhiri Video Call. Zara merasa sedikit tenang dan lega. Namun tetap saja ada yang menjanggal dipikirannya. Dia kepikiran perkataan Juwisya.


"gx.. gx.. gue gx mau ngomong ma tu cowok. ntar malah nyesek dada gue. gx kuat nahannya gue". Zara berbicara sendiri.


Zara melangkahkan kakinya kekamar mandi.Dia berwudu' melaksanakan salat Isya.

__ADS_1


########


Bersambung.


__ADS_2