Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
#26


__ADS_3

tok.. tok.. tok....


"Zara... Dani... bangun.. salat dhuhur dulu."


Zara yang pertama kali terkejut mendengar ketukan dan suara panggilan Ibu. Dia merasa badannya sedikit berat.


"AKKKHHHKKKKKK".


Dani yang terbangun gara gara teriakan Zara, menutup mulutnya Zara dengan tangannya.


"Zara.. kamu kenapa, buka pintunya?".


"tidak pa pa ibu, Zara hanya terkejut".


"Terkejut kenapa? cepat buka pintunya, kamu jangan macam macam Dani."


Dani melotot ke Zara minta bantuan..


"Err... Zara tidak apa pa ibu, Kami salat Dhuhur dulu. "


"Berjamaah ya Sayang, Ibu dan Ayah tunggu di surau dekat taman belakang".


"iya bu.."


Ibu Dani turun kebawah.


"Kamu kenapa teriak sayang".


"loe ngapain tidur samping gue, pakek meluk gue segala."


"loh kok jadi gue lagi.. sebelum tidur kamu sudah merubah panggilan jadi aku kamu ..."


"gx da... mimpi loe ... minggir, gue kekamar mandi".


"mau bareng gx sayang?".


"Apaan sih, ogah gue, mesum ja pikiran loe".


"ndak pa dong, Halal gini kan. ".


"Gx..."


Zara kabur kekamar mandi langsung menguncinya dari dalam.


"Hahahaha... " Dani yang melihat tingkah Zara, tertawa dengan keras.


Selesai Zara berwudu', giliran Dani yang berwudhu'.


"Ya Allah lupa gue, mukena gue dimobilnya sikupret".

__ADS_1


"ngatain suami sendiri dosa loh sayang".


"mana kunci mobil loe".


"buat apa sayang, kita salat dulu..."


"gue mau ambil mukena..."


"owh.. tunggu..."


Dani berjalan kearah lemari, membukanya dan mengambil sesuatu.


"ini .. ".


"kok bisa ada mukena dilemari loe?"


"ya untuk.... (ide bagus) buat cewek yang masuk ke kamar akulah sayang".


"owh... jadi banyak cewek yang masuk kekamar loe".


"Ada 2 oranglah.."


"apa? dasar pendopil. play boy cap keong. gue gx mau pakek barang bekas".


"kamu kenapa sayang?, kamu cemburu ya?"


"rrrrr... gx.. ngapain gue cemburu. siapa loe bagi gue?"


Zara melihat mukena, dan benar masih baru.


"hahaha... wajahnya jangan cemberut gitu dong sayang, pengen aku batalin deh wudhunya aku, lihat bibirmu yang monyong2 gitu."


"Apaan sih, playboy Keong sawah".


"hah.. keong sawah...?"


"lah iya... merayap kemana mana buat cari mangsa alias makanan".


"hahaha.. sayang ... kamu benar gemesin deh kalau lagi cemburu gitu... ini ya aku jelasin, 2 cewek tu, pertama Ibu dan yang kedua Zara Elrazak. "


Zara terdiam, dia merasa senang, tapi dia tidak ingin Dani melihat kalau dia bahagia mendengar penjelasan Dani..


"Siapa juga yang pengen tau, cewek cewek loe. gue mau turun salat. Ayah dan Ibu sudah menunggu di... apa namanya tadi?"


"Surau Honey..?"


"Honey... loe kira gue Lebah penghasil madu."


"ya kamu lebah hati ku, selalu membuat badanku panas dingin oleh sengatan cintamu.."

__ADS_1


"......"Zara terdiam.. dadanya berdebar debar....


"Kenapa diam sayang... Terharu ya?".


"ah.. apaan sih, receh benar... ayo turun, tapi surau itu apaan sih?"


Mereka turun kebawah sambil berbincang bincang.


"Surau itu musalla kecil sayang. Ibu biasa menyebutnya surau. Aku juga gx tau kenapa beliau selalu menyebut musalla taman belakang surau".


"emmmm.... "


Begitu sampai mereka langsung melaksanakan salat berjamaah, Dani yang menjadi Imam, atas permintaan ayahnya.


Selesai Salat Ayah Dani masuk ke ruang kerjanya, Ibu Dani mau arisan sama ibu ibu komplek.


"Tinggal kita berdua ni Yank, kita ngapain ya?".


"kok tanya gue, terserah loe deh mau ngapain".


"Zara, .... jangan ketus ketus gitu dong. Aku ..."


"suami gue... gx usah diingatin berulang ulang. gx akan merubah status diantara kita".


"Zara... aku gx tau kenapa kamu jutek dan ketus sama aku, apa aku pernah menyakitimu?". Dani memancing emosi Zara, berharap dia mau membuka sedikit cerita lama.


"heh ( Zara tersenyum sinis) loe memang gx pernah merasa bersalah. loe tu pendopil, cowok b.....t, gue muak lihat muka loe?".


"Maksudnya?, kasih tau yang jelas?". Dani yang terpancing emosinya akibat perkataan Zara yang memaki maki Dani.


"pikir ja sendiri, kayak gx punya o**k . atau loe udah mulai pikun? Alzaimer.. ya. Loe ngidap Alzaimer?"


"ZARA..."


Dani menahan emosinya. Walau bagaimanapun, Dani juga manusia biasa, punya kesabaran yang terbatas.


'gue keluar ja dulu bentar bareng setengah jam'. bathin Dani.


"Mau kemana loe?".


"hufffff (menghela nafas) aku keluar bentar, gx lama".


Dani menjawab tanpa menoleh dan terus melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


'maafkan Hambamu Ya Allah, ntah sampai kapan aku bisa bicara lembut dengannya. '


Bathin Zara.


######

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2