Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
Sepuluh


__ADS_3

Pagi pagi Dani sudah meluncur kerumah Zara, dia tidak mau Zara berangkat sendiri. Alasannya malas diomelin ibunya.


ting tong..


pintu dibuka dari dalam.


"Assalamualaikum tante".


"wa'alaikumsalam, Dani, masuk nak."


"Ya tante"


"Kamu sudah sarapan, kebutulan tante buat bubur kacang hijau kamu mau?".


"ehmm.. boleh deh tante".


Dani duduk di meja makan, karena tadi bundanya Zara membawanya kesana.


"pagi bun, loeh! da loe juga Dan?".


"iya bg,".


"mau ajak jalan Zara ya, pagi benar?".


"ehmm.. sebenarnya mau cari cincin bg".


"ehh.. loe kok jadi kaku gini sini, formal amat, Amat ja kalem tu" .


"hahahahh.. bisa ja loe bg".


"semalam Zara bilang sudah selesai semua, cincinnya masih blm siap?"


bunda yang sedang menyiapkan bubur menimpali.


"ehmm.. ya tan, kemarin kecapean Zaranya, makanya sambung hari ini".


"bun.. Zara sudah bangun belum?"


"emangnya kamu Al, siap subuh tidur lagi,?"


"hehehe.. "


Al Fatih tertawa kecil.


Dari arah tangga turunlah Zara menuju Dapur plus ruang makan.


"Pagi bunda, Abang.... loe ? ngapain pagi pagi udah nongol dirumah gue?".

__ADS_1


"Zara".


"Ya bun maaf".


"Zara, nak Dani kesini mau jemput kamu, katanya mau nyari cincin?".


"memangnya cincin siapa yang hilang bun?"


"hah..".


Dani, bunda dan abang Al melongo dengar perkataan Zara..sambil garuk garuk kepala Dani menjawab.


"maksud aku ke sini mau ajak kamu beli cincin pernikahan kita".


"ekhemm.. ".


"zara, duduk dulu sarapan".


Zara hanya diam saja.


"Zara. "


"ya bun, Zara kenyang . berangkat dulu ya bun".


"loeh... Zara... tidak boleh gitu, bunda tidak suka ya nak kalau sikap kamu kayak gitu".


Ternyata bunda Zara tahu kalau Zara berniat kabur dari ajakan Dani.


Dani hanya melongo lihat tingkah Zara. Dia pun pamit nyusul Zara.


Mereka masuk kemobil dan meluncur kesalah satu toko perhiasan tepatnya perusahaan desain perhiasaan terkenal dikota A. Tidak lama kemudian mereka selesai, karena cincin tersebut sudah dipesan sama Ibunya Dani, mereka hanya menyerahkan ukuran jari masing masing.


Hari berlalu begitu cepat, Tak terasa hari yang ditunggu tunggupun tiba.


Zara masih tidak percaya sebentar lagi statusnya berubah menjadi istri orang. Zara tidak bicara satu katapun. Lebih tepatnya dia Termenung dan banyak melamun. Hingga ....


"Sah...sah..."


Menyadarkan dia bahwa ijab kabul pernikahanannya telah selesai. langsung saja matanya tiba tiba menjadi panas dan berkaca kaca.


'Ya Allah... hamba telah jadi Istri orang. Tolong Hamba Ya Allah'. bathin Zara.


Acara demi acara terus berlanjut hingga ke pesta pekawinan yang sangat meriah. Dan Zara masih banyak melamun hingga teman teman dan sahabatnya menyalamin dia diatas panggung.


"Zara.. Selamat ya, gue ikut senang".


"Juwisya... loe kemana ja sih".

__ADS_1


tanpa sadar Zara malah marahin sahabatnya menghilang beberapa hari yang lalu tanpa kabar.


"hehehe..... maaf gue ikut mama ke kota B, da syukuran keluarga kemarin disitu".


"Juwi... hikhikhikk😭😭😭😭"


"Zara.. hentikan... loe malah nangis sih".


Dani yang melihat Zara nangis menegurnya.


"Eh.. Zara.. ! loe gx lihat itu orang orang matanya pada liatin kalian berdua". setengah berbisik Dani mengeluarkan kata katanya penuh penekanan.


"Ya, Ra. loe lihat deh. antrian belakang gue banyak banget. kalau mewek sambil meluk gue mereka pada ngira kita sepasang kekasih yang dipisahkan?".


"Juwi... gue lagi sedih, loe kok malah ngelawak sih"


kata Zara sambil melepas pelukannya pada Juwisya dan MUA datang membenarkan riasan wajahnya Zara yamg sedikit berantakan gara gara air matanya.


"Habisnya loe sih kayak anak kecil. Nikah malah sedih. Seharusnya bahagia senang."


"Zara, Juwisya sudah dulu ya ngobrolnya". natah sejak kapan tiba tiba Abang Al sudah nongol disamping mereka.


"Apaan sih bg, loe ja ni yang berdiri samping Dani dan salamin tu para tamu."


"abang Al benar Ra, gue ngehalangin jalan".


"Loe gx boleh pergi juwi..."


"ya.. gue juga gx bakalan pulang kok, gue tungguin loe sampek loe masuk kamar ma suami loe" .


"paan sih. Pokoknya janji gx boleh pulang".


"Sudah Zara Elrazak. Juwisya ikut Abang saja".


Juwisya turun dari panggung bersama Abang Al. Zara dan Danipu melanjutkan sesi salam salaman diatas panggung dengan para tamu yang hadir. Setelah sekian lama...


"eh busit... panjang banget lagi antriannya, darimana sih datangnya orang orang ini, mana gue pegal banget, bibir sudah kaku disenyumi mulu"...Zara ngerutu sendiri namun masih kedengaran ma Dani sehingga membuat dia....


"hahahaa..., Zara Zara... ".


"Apaan sih loe, ngatawain gue loe?".


"upsss.. sori sori.. habisnya loe ngomel mulu.. mereka tu kolega orang tua gue dan orang tua loe. plus kolega perusahaan gue dan abang loe juga, jadi gue harap loe jangam buat hal yang aneh aneh. "


Zara hanya menatap Dani dengan tajam.


###############

__ADS_1


bersambung....


maaf ya kalau banyak typo.


__ADS_2