
π£π£π£
perasaan Author lagi meletup letup ni guysss.
jadi lagi semangat semangatnya ni buat menari diatas keyboard..
ok guyssss...
lets goooo...
jari jemari encik white teacher bergerakkkk....
cekidot..
ββββββββββββπ
Akhirnya keluarga Elrazak minus abangAl tiba di rumah sakit ternama milik keluarga Juwisya dikota A tersebut.
Mereka pun berjalan menuju keruangan VVVIP . Zara masih penasaran siapa yang akan mereka kunjungin.
tok tok.. ayah Zara mengetuk pintu ruang VVVIP yang bernama Kenanga tersebut.
"Assalamualaikum".
"wa'alaikumsalam, Amir, Indah silahkan masuk". jawab seorang wanita didalam ruangan tersebut dengan suara yang lemes.
"Liana, gimana keadaan Rama.?"ayah Zara langsung bertanya mengenai sahabat karibnya tersebut.
"sudah melewati masa kritis, tapi belum sadar."
"Alhamdulillah, moga cepat sadar bg Rama ya Kaklia." Bunda Zara memberi semangat.
"Oa.. dimana anakmu Liana, ?"
" Dia kekampus ada hal penting harus diselesaikan, bentar lagi mungkin balik lagi. Dia tidak tega ninggalin ayahnya lama - lama. semalam dia gx bisa tidur terus saja membaca Alquran nungguin ayahnya".
"Dia memang anak yang baik. Ya kan bun?".
"Allahu Akbar... "
__ADS_1
tiba tiba temannya ayah Zara, Rama bertakbir dan mulai membuka matanya.
"Bang Rama... sudah sadar. Alhamdulillah."
Ayah Zara langsung memencet tombol didekat tempat tidur pasien untuk memanggil dokter.
5 menit kemudian Dokter masuk dan memeriksa teman ayah Zara yang bernama Rama tersebut.
"Alhamdulillah, pasien sudah betul betul melewati masa kritisnya. "
"Alhamdulillah" ucap mereka semua termasuk Zara yang dari tadi hanya duduk di Sofa diruang tersebut.
Mereka berbincang hangat sampai melupakan Zara yang bosan dan kesel .
"Tukan.. mulai deh gue udah kayak obat nyamuk ja disini menemani reuni orang tua gaul " . ucap Zara dalam hati.
"ehemmm. " Zara mencoba mengalihkan perhatian ortunya .
"Ya Allah, Zara bunda hampir lupa sama kamu sayang, sini nak".
Zara mendekat ke tempat tidur pasien.
"Ya Allah Indah, aku hampir lupa mau nanyain ini siapa karena terlalu fokus sama bang Rama, kamu udah besar sayang. Cantik lagi". Liana langsung memeluk Zara.
"ah.. tante.. bisa aja."
"kamu masih ingatkan Zara sama om Rama dan Tante Liana?" ayah zara bertanya.
"ehmmm... yang dulu tinggal di kota Y ya Yah?"
"ya sayang, sekarang mereka sudah menetap di Kota A ini sayang".
"om.. tante.." kata Zara sambil nyalamin om rama kalau tante liana tidak disalam lagi karena sudah di peluk langsung tadi.
tiba tiba...
trettt trettt tretttt...
hp liana bunyi..
__ADS_1
"Bentar ya!."
Liana menjawab panggilannya seraya menuju ke balkon
mereka masih lanjut ngobrol.
setelah menjawab panggilannya Liana ikut bergabung kembali dengan mereka.
"anakmu telephone Yah?" kata Liana.
"dimana dia, apa dia akan kesini?".
"iya sebentar lagi dia sampai. "
mereka larut dalam berbagai pembicaraan yang hangat, sehingga membuat Rama terlihat lebih sehat.
tok tok tok.
"Assalamualaikum.."
"Wa'alakumsalam, ". jawab mereka kompak.
"ayah.. sudah siuman". pemuda yang baru masuk tersebut langsung menghampiri ayahnya.
Zara terkejut melihat pemuda yang memanggil omRama ayah tersebut.
" ayah sudah sehat sayang, akan lebih sehat lagi kalau kamu mau melaksanakan permintaan ayahmu ini."
Rama berkata sambil memandang putranya memandang Zara.
Mendapatkan tatapan seperti itu,membuat Zara merasa akan ada hal yang akan menimpa dia. perasaannya tiba tiba tidak enak.
####
bersambung
ok guysssss... cukup sekian dulu ya.
jangan lupa koment dan menekan tombolπ.
__ADS_1
like...